<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kampung masdarling Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kampung-masdarling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kampung-masdarling/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 21:18:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>kampung masdarling Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kampung-masdarling/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anggaran Rp 3,8 Miliar Digelontorkan untuk Benahi Drainase Kampung Masdarling Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/anggaran-rp-38-miliar-digelontorkan-untuk-benahi-drainase-kampung-masdarling-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 21:18:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=148020</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) kembali melanjutkan penanganan drainase di Kampung Masdarling, Gunung Telihan tahun ini. Proyek tersebut mencakup pembangunan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter. Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto, menjelaskan pembangunan ini bertujuan membenahi sistem aliran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anggaran-rp-38-miliar-digelontorkan-untuk-benahi-drainase-kampung-masdarling-bontang/">Anggaran Rp 3,8 Miliar Digelontorkan untuk Benahi Drainase Kampung Masdarling Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="84" data-end="336"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) kembali melanjutkan penanganan drainase di Kampung Masdarling, Gunung Telihan tahun ini. Proyek tersebut mencakup pembangunan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter.</p>
<p data-start="338" data-end="518">Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto, menjelaskan pembangunan ini bertujuan membenahi sistem aliran air yang selama ini belum tertata optimal.</p>
<p data-start="520" data-end="610">“Panjang kurang lebih 300 sampai 400 meter. Nanti kita tembuskan ke DAS Bontang,” ujarnya.</p>
<p data-start="612" data-end="830">Anggaran yang dialokasikan oleh Pemkot Bontang sebesar Rp 3,8 miliar. Saat ini, progres pengerjaan masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Proses pengadaan sebelumnya menggunakan skema e-katalog.</p>
<p data-start="832" data-end="1075">Saluran drainase yang dibangun memiliki lebar bervariasi, mulai dari 80 sentimeter hingga 1 meter. Pada sejumlah titik, terutama di depan rumah warga, saluran akan ditutup. Sementara di lokasi lain tetap terbuka, menyesuaikan kondisi lapangan.</p>
<p data-start="1077" data-end="1224">Edi menambahkan, kawasan tersebut belum tertata secara optimal. Pemerintah memanfaatkan momentum penataan sebelum kawasan semakin padat permukiman.</p>
<p data-start="1226" data-end="1300">“Kalau sudah terlalu banyak permukiman, akan lebih sulit ditata,” katanya.</p>
<p data-start="1302" data-end="1462">Konsep drainase ini tidak seperti di jalan utama Kota Bontang. Fokusnya pada pengaturan level dan elevasi agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan genangan.</p>
<p data-start="1464" data-end="1705">Proyek ini menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir melalui pembenahan sistem drainase yang terintegrasi hingga ke daerah aliran sungai (DAS). Meski begitu, pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.</p>
<p data-start="1707" data-end="1816">“Masih belum menjangkau seluruh lokasi. Tentunya bertahap, menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” pungkasnya.<strong> (ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anggaran-rp-38-miliar-digelontorkan-untuk-benahi-drainase-kampung-masdarling-bontang/">Anggaran Rp 3,8 Miliar Digelontorkan untuk Benahi Drainase Kampung Masdarling Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Masdarling Bontang Desak Pemerintah Tangani Erosi Sungai Akibat Proyek Air Baku</title>
		<link>https://bontangpost.id/warga-masdarling-bontang-desak-pemerintah-tangani-erosi-sungai-akibat-proyek-air-baku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 07:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=141973</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Tebing sungai di Kampung Masdarling, RT 26, Jalan Bukit Pasir, yang berbatasan dengan Kelurahan Telihan dan Kanaan, terus terkikis arus air. Warga meminta pemerintah melakukan penanganan permanen, bukan hanya mitigasi sementara. Awalnya, aliran tersebut hanyalah parit kecil untuk sawit. Namun sejak Juni 2024, parit diubah menjadi jalur sungai baru dalam proyek Penyediaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-masdarling-bontang-desak-pemerintah-tangani-erosi-sungai-akibat-proyek-air-baku/">Warga Masdarling Bontang Desak Pemerintah Tangani Erosi Sungai Akibat Proyek Air Baku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="179" data-end="435"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Tebing sungai di Kampung Masdarling, RT 26, Jalan Bukit Pasir, yang berbatasan dengan Kelurahan Telihan dan Kanaan, terus terkikis arus air. Warga meminta pemerintah melakukan penanganan permanen, bukan hanya mitigasi sementara.</p>
<p data-start="437" data-end="716">Awalnya, aliran tersebut hanyalah parit kecil untuk sawit. Namun sejak Juni 2024, parit diubah menjadi jalur sungai baru dalam proyek Penyediaan Air Baku Kota Bontang. Sayangnya, dinding tebing tidak diperkuat sehingga terjadi erosi. Kini, lebar sungai melebar hingga 16 meter.</p>
<p data-start="718" data-end="1010">Econ (37), warga setempat, menuturkan rumahnya kini hanya berjarak 1,5 meter dari bibir tebing. Ia khawatir rumahnya akan ikut tergerus.</p>
<p data-start="718" data-end="1010">“Saya berharap pemerintah memberi perhatian serius. Di tengah kota bisa dibuat turap, seharusnya kami di pinggiran juga bisa,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p data-start="1012" data-end="1252">Sebelumnya, proyek sempat melakukan mitigasi dengan memasang kayu penahan sepanjang 12 meter, namun roboh saat debit air tinggi. Dilanjutkan dengan bronjong kawat berisi batu setinggi 2 meter, tapi tetap tidak cukup menahan derasnya arus.</p>
<p data-start="1254" data-end="1347">“Kalau tidak ada penimbunan di belakang dinding, percuma. Air tetap mengikis,” tambah Econ.</p>
<p data-start="1349" data-end="1551">Erosi sudah memakan akses jalan dan dua kapling tanah milik warga Telihan dan Satimpo. Proyek yang dikerjakan PT Bumi Lansinrang ini menggunakan anggaran APBD Provinsi Kaltim 2024 senilai Rp12 miliar. <strong>(Dwi Kurniawan Nugroho)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/warga-masdarling-bontang-desak-pemerintah-tangani-erosi-sungai-akibat-proyek-air-baku/">Warga Masdarling Bontang Desak Pemerintah Tangani Erosi Sungai Akibat Proyek Air Baku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sembilan Bulan Tanpa Penanganan, Rumah di Kampung Masdarling Terancam Ambles</title>
		<link>https://bontangpost.id/sembilan-bulan-tanpa-penanganan-rumah-di-kampung-masdarling-terancam-ambles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 09:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138689</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Hanya butuh  tak lebih dari tiga bulan untuk mengubah aliran air di RT 26, Kampung Masdarling, Bontang Barat. Dari awalnya drainase, menjadi anak sungai yang terus melebar. Pelebaran drainase itu diklaim untuk menunjang proyek bendung. Berdasarkan papan proyek yang ada di sana, Pekerjaan dilakukan PT Bumi Lansinrang senilai Rp12 miliar. Dengan konsultan proyek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sembilan-bulan-tanpa-penanganan-rumah-di-kampung-masdarling-terancam-ambles/">Sembilan Bulan Tanpa Penanganan, Rumah di Kampung Masdarling Terancam Ambles</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Hanya butuh  tak lebih dari tiga bulan untuk mengubah aliran air di RT 26, Kampung Masdarling, Bontang Barat. Dari awalnya drainase, menjadi anak sungai yang terus melebar.</p>
<p>Pelebaran drainase itu diklaim untuk menunjang proyek bendung. Berdasarkan papan proyek yang ada di sana, Pekerjaan dilakukan PT Bumi Lansinrang senilai Rp12 miliar. Dengan konsultan proyek CV Rizky Utama Teknik.</p>
<p>Setidaknya terdapat 10 rumah yang terancam ambles akibat erosi. Salah satu rumah bahkan sudah berada di bibir sungai.</p>
<p>“Jalanan depan rumah saya sebagian sudah hilang. Ini bisa semakin melebar,” kata Econ, salah satu warga terdampak.</p>
<p>Pelebaran drainase, kata Econ, dilakukan ketika dirinya berangkat ke Jawa pada Juni 2024. Saat kembali ke Bontang pada Agustus, dia sudah mendapat drainase semakin melebar.</p>
<p>“Sempat ada penimbunan dari pasir yang diambil dari bukit di sekitar sini, tapi tetap masih ambles,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sembilan-bulan-tanpa-penanganan-rumah-di-kampung-masdarling-terancam-ambles/">Sembilan Bulan Tanpa Penanganan, Rumah di Kampung Masdarling Terancam Ambles</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menanti Perbaikan, Jalan di Kampung Masdarling Butuh Semenisasi</title>
		<link>https://bontangpost.id/menanti-perbaikan-jalan-di-kampung-masdarling-butuh-semenisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 07:19:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134009</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Kondisi jalan di Kampung Masdarling belum seluruhnya disemenisasi. Terpantau ada ruas jalan yang masih berupa tanah di Jalan Batu Pasir RT 26, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat. Salah seorang warga Darwis menuturkan, sebenarnya kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Akses jalan yang menuju ke arah Jalan Pipa itu masih dicor sebagian. Kondisi tersebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menanti-perbaikan-jalan-di-kampung-masdarling-butuh-semenisasi/">Menanti Perbaikan, Jalan di Kampung Masdarling Butuh Semenisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Kondisi jalan di Kampung Masdarling belum seluruhnya disemenisasi. Terpantau ada ruas jalan yang masih berupa tanah di Jalan Batu Pasir RT 26, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat.</p>
<p>Salah seorang warga Darwis menuturkan, sebenarnya kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Akses jalan yang menuju ke arah Jalan Pipa itu masih dicor sebagian. Kondisi tersebut pun semakin parah bila hujan tiba. Jalan menjadi becek dan licin, sehingga berdampak pada mobilisasi warga sekitar.</p>
<p>Sebelumnya, sempat dilakukan penimbunan tanah dan koral atas permintaan dari warga. Tetapi kondisi jalan belum juga membaik.</p>
<p>“Sering hujan, jadi ya parah. Tetap saja begitu (jalan becek dan licin). Informasinya dulu mau diperbaiki, tetapi masih begini,” tuturnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, baru sekitar beberapa bulan yang lalu terdapat pengecoran jalan di area dekat proyek bendungan. Namun belum menyasar seluruh area. Kendati begitu menurut informasi yang diterimanya, pengecoran bakal dilakukan dengan menyambungkan jalan yang sebelumnya sudah dicor di dekat area masuk Kampung Masdarling.</p>
<p>“Infonya menunggu pengecoran di bendungan. Saya sempat minta untuk dicorkan sekalian di jalan ini. Estimasi sekitar 280 meter lagi yang belum dicor,” sebut pria yang sudah tinggal di wilayah tersebut sejak 1978 itu.</p>
<p>Lebih lanjut ia berharap, pembangunan sarana dan prasarana di Kampung Masdarling semakin masif. Begitupun dengan pembuatan drainase, dan sarana penunjang lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menanti-perbaikan-jalan-di-kampung-masdarling-butuh-semenisasi/">Menanti Perbaikan, Jalan di Kampung Masdarling Butuh Semenisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Terdampak Normalisasi Sungai di Kampung Masdarling Ditangani Bertahap</title>
		<link>https://bontangpost.id/wilayah-terdampak-normalisasi-sungai-di-kampung-masdarling-ditangani-bertahap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 06:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=129569</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Lahan dan rumah warga di Kampung Masdarling terdampak normalisasi sungai. Kegiatan normalisasi tersebut diketahui merupakan proyek dari provinsi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Edy Prabowo mengatakan, normalisasi sungai itu sejatinya masuk dalam program dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Pihaknya pun saat ini telah menurunkan armada untuk melakukan penanganan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wilayah-terdampak-normalisasi-sungai-di-kampung-masdarling-ditangani-bertahap/">Wilayah Terdampak Normalisasi Sungai di Kampung Masdarling Ditangani Bertahap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Lahan dan rumah warga di Kampung Masdarling terdampak normalisasi sungai. Kegiatan normalisasi tersebut diketahui merupakan proyek dari provinsi.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Edy Prabowo mengatakan, normalisasi sungai itu sejatinya masuk dalam program dari Balai Wilayah Sungai (BWS).</p>
<p>Pihaknya pun saat ini telah menurunkan armada untuk melakukan penanganan sementara terhadap sejumlah titik lokasi yang terdampak.</p>
<p>&#8220;Kami lakukan penanganan sementara secara bertahap,&#8221; katanya saat dikonfirmasi.</p>
<p>Adapun ia menjelaskan, terdapat kegiatan normalisasi sungai yang dilakukan tak jauh dari lokasi tersebut. Maka dari itu, pihaknya turut melakukan penanganan sementara kepada area yang terdampak.</p>
<p>Jika demikian, tak ada alokasi anggaran yang ditambah. &#8220;Sebab kami ada kegiatan di wilayah itu, jadi sekaligus menyelesaikan di situ (daerah terancam longsor),&#8221; ucap dia.</p>
<p>Sebelumnya diketahui, lahan warga di Kampung Masdarling terdampak normalisasi sungai. Akibatnya, tanah di sekitar sungai longsor.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan ya saat mengeruk, terlalu dalam. Jadinya longsor di pinggir sungai,&#8221; sebut salah satu pemilik lahan Amir.</p>
<p>Selain itu, rumah warga di pinggir sungai turut terancam.</p>
<p>Meski tidak ada bagian yang miring, namun jarak dari rumahnya ke bibir sungai sangat dekat, sehingga dikhawatirkan konstruksi rumah ambrol.</p>
<p>Pemilik rumah Usman mengatakan, saat pengerjaan dilakukan, sebenarnya ia telah memberitahukan kepada pelaksana bahwa area tersebut rawan longsor.</p>
<p>Ia juga pernah memasang pancang untuk mengantisipasi longsor, namun proyek tetap berjalan. Alhasil, pancang yang dipasang patah.</p>
<p>&#8220;Saya kira pekerjaan ini (normalisasi sungai) memang kurang pengawasan, sehingga akhirnya kurang baik,&#8221; katanya saat ditemui redaksi Bontang Post, Rabu (7/8/2024).<strong> (*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/wilayah-terdampak-normalisasi-sungai-di-kampung-masdarling-ditangani-bertahap/">Wilayah Terdampak Normalisasi Sungai di Kampung Masdarling Ditangani Bertahap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Cek TKP Jembatan Masdarling, Pekan Ini Saksi Bakal Diperiksa</title>
		<link>https://bontangpost.id/polisi-cek-tkp-jembatan-masdarling-pekan-ini-saksi-bakal-diperiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 07:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Besi penyangga jembatan hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88866</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Kasus pencurian besi jembatan Kampung Masdarling di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat kini dalam penyelidikan kepolisian. Senin (26/7/2021) Tim Rajawali Polres Bontang melakukan pengecekan ke TKP. Sebelum mendatangi lokasi, Satreskrim Polres Bontang terlebih dulu meminta keterangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang. Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-cek-tkp-jembatan-masdarling-pekan-ini-saksi-bakal-diperiksa/">Polisi Cek TKP Jembatan Masdarling, Pekan Ini Saksi Bakal Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Kasus pencurian besi jembatan Kampung Masdarling di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat kini dalam penyelidikan kepolisian.</p>
<p>Senin (26/7/2021) Tim Rajawali Polres Bontang melakukan pengecekan ke TKP. Sebelum mendatangi lokasi, Satreskrim Polres Bontang terlebih dulu meminta keterangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang.</p>
<p>Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kanit Reskrim Polres Bontang Ipda Probo Suja Samhari menyebut, pengecekan ini meliputi pemeriksaan sfesifik di lapangan, serta memastikan jumlah besi yang hilang.</p>
<p>“Setelah ini kami lakukan pencarian. Ini sudah dalam penyelidikan kami,” ujarnya saat melakukan pengecekan di TKP, Senin (26/7/2021) siang.</p>
<p>Langkah selanjutnya dalam penanganan kasus ini, yakni memanggil saksi terkait yang mengetahui perihal hilangnya besi penyangga tersebut. “Kami segera jadwalkan, kemungkinan pekan ini,” ujar Probo.</p>
<p>Dalam melakukan pengecekan, Tim Rajawali didampingi dari pihak Dinas PUPRK Bontang, terutama di bidang bina marga yang memang menangani persoalan ini.</p>
<p>Diketahui, hilangnya 32 besi penyangga atau diafragma jembatan yang memiliki panjang 25 meter dan lebar 8 meter itu, dikhawatirkan dapat mempengaruhi konstruksi jembatan. Tidak hanya berpotensi bergeser, bahkan ditakutkan bisa ambruk jika terus dibiarkan.</p>
<p>Untuk itu, Dinas PUPRK Bontang bakal mengusulkan perbaikan di APBD Perubahan, senilai Rp 200 juta. Nilai anggaran tersebut tak hanya untuk mengganti besi penyangga yang hilang. Tetapi juga untuk perbaikan pondasi bawah jembatan.</p>
<p>Adapun 32 besi yang hilang dari total 46 besi penyangga beratnya sekitar 430 kilogram. Belum termasuk baut besi yang juga ikut digondol maling. Diduga, pencurian terhadap besi penyangga jembatan ini dilakukan secara bertahap. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-cek-tkp-jembatan-masdarling-pekan-ini-saksi-bakal-diperiksa/">Polisi Cek TKP Jembatan Masdarling, Pekan Ini Saksi Bakal Diperiksa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Mulai Selidiki Pencurian Besi Jembatan Masdarling</title>
		<link>https://bontangpost.id/polisi-mulai-selidiki-pencurian-besi-jembatan-masdarling/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 12:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Besi penyangga jembatan hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88671</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pencurian besi jembatan Kampung Masdarling di Gunung Telihan, Bontang Barat kini dalam penyelidikan kepolisian. Usai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melapor secara resmi pada Senin (12/7/2021) lalu sekira pukul 16.00 Wita. Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, kasus ini dalam tahap penyelidikan. Pihaknya baru [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-mulai-selidiki-pencurian-besi-jembatan-masdarling/">Polisi Mulai Selidiki Pencurian Besi Jembatan Masdarling</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Pencurian besi jembatan Kampung Masdarling di Gunung Telihan, Bontang Barat kini dalam penyelidikan kepolisian. Usai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melapor secara resmi pada Senin (12/7/2021) lalu sekira pukul 16.00 Wita.</p>
<p>Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, kasus ini dalam tahap penyelidikan. Pihaknya baru menerima surat laporan Dinas PUPRK tersebut pada Jumat (16/7/2021) sore.</p>
<p>&#8220;Kami mau cek lokasi, sekaligus memanggil Dinas PUPRK habis Lebaran Iduladha ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pihaknya baru bisa menentukan langkah apa yang akan diambil usai meminta keterangan dari dinas terkait, dan beberapa saksi lainnya. &#8220;Baru mau kami mintai keterangan,&#8221; ujar Asriadi.</p>
<p>Hilangnya 32 besi penyangga atau diafragma jembatan yang memiliki panjang 25 meter dan lebar 8 meter itu, dikhawatirkan dapat mempengaruhi konstruksi jembatan. Tidak hanya berpotensi bergeser, bahkan ditakutkan bisa ambruk jika terus dibiarkan.</p>
<p>Untuk itu, Dinas PUPRK Bontang bakal mengusulkan perbaikan di APBD Perubahan, senilai Rp 200 juta. “PL saja, kalau lelang nanti tidak terkejar, ini juga tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antariansyah.</p>
<p>Nilai anggaran tersebut tak hanya untuk mengganti besi penyangga yang hilang. Tetapi juga untuk perbaikan pondasi bawah jembatan. “Jadi sekalian perbaikan menyeluruh, kami tinggal menunggu persetujuan dewan, supaya bisa lebih cepat dikerjakan,” jelasnya kepada bontangpost.id.</p>
<p>Adapun 32 besi yang hilang dari total 46 besi penyangga beratnya sekitar 430 kilogram. Belum termasuk baut besi yang juga ikut hilang. Diduga, pencurian terhadap besi penyangga jembatan ini dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Saat ini, PUPRK pun bakal memasang imbauan pembatasan untuk kendaraan besar, tidak diperkenankan melintas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/polisi-mulai-selidiki-pencurian-besi-jembatan-masdarling/">Polisi Mulai Selidiki Pencurian Besi Jembatan Masdarling</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencurian Besi Jembatan Masdarling, Dinas PUPRK Sebut Sudah Lapor Polisi</title>
		<link>https://bontangpost.id/pencurian-besi-jembatan-masdarling-dinas-puprk-sebut-sudah-lapor-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2021 11:01:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[besi jembatang penyangga hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88500</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah melapor secara resmi ke Polres Bontang perihal pencurian besi jembatan Kampung Masdarling, Gunung Telihan, Bontang Barat. Surat laporan diantarkan Kasi Pengendalian Bina Marga PUPRK Bontang Hadi, Senin (12/7/2021) sekira pukul 16.00 Wita. Surat laporan tersebut juga sudah ditandatangani oleh Kepala PUPRK Tavip Nugraha dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencurian-besi-jembatan-masdarling-dinas-puprk-sebut-sudah-lapor-polisi/">Pencurian Besi Jembatan Masdarling, Dinas PUPRK Sebut Sudah Lapor Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah melapor secara resmi ke Polres Bontang perihal pencurian besi jembatan Kampung Masdarling, Gunung Telihan, Bontang Barat.</p>
<p>Surat laporan diantarkan Kasi Pengendalian Bina Marga PUPRK Bontang Hadi, Senin (12/7/2021) sekira pukul 16.00 Wita. Surat laporan tersebut juga sudah ditandatangani oleh Kepala PUPRK Tavip Nugraha dan lurah setempat. &#8220;Sudah kami antar, saya bawa ke penjagaan Polres Bontang,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>Kendati begitu, Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Asriadi menyebut belum menerima laporan tersebut. &#8220;Biasanya kalau surat ke kapolres dulu, nanti baru diteruskan ke kami,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia memastikan jika laporan telah diterima, maka pihaknya bakal berupaya mengusut hilangnya besi penyangga jembatan Kampung Masdarling tersebut.</p>
<p>Adapun diketahui, 32 besi penyangga atau diafragma jembatan hilang digondol maling. Beratnya sekitar 430 kilogram. Belum termasuk baut besi yang juga ikut hilang.</p>
<p>Dikatakan Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antariansyah, pihaknya berupaya agar perbaikan dapat dilakukan menggunakan dana APBD Perubahan. Nilai perbaikan dan pengadaan besi yang diajukan berkisar Rp 200 juta.</p>
<p>&#8220;PL saja, kalau lelang nanti tidak terkejar, ini juga tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Nilai anggaran tersebut tak hanya untuk mengganti besi penyangga yang hilang. Tetapi juga untuk perbaikan pondasi bawah jembatan. &#8220;Jadi sekalian perbaikan menyeluruh, kami tinggal menunggu persetujuan dewan, supaya bisa lebih cepat dikerjakan,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pencurian-besi-jembatan-masdarling-dinas-puprk-sebut-sudah-lapor-polisi/">Pencurian Besi Jembatan Masdarling, Dinas PUPRK Sebut Sudah Lapor Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Jembatan Masdarling Butuh Biaya Rp 200 Juta, Diusulkan di APBD Perubahan</title>
		<link>https://bontangpost.id/perbaikan-jembatan-masdarling-butuh-biaya-rp-200-juta-diusulkan-di-apbd-perubahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2021 02:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88265</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Besi penyangga atau diafragma jembatan Kampung Masdarling di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat dicuri. Dari 46 besi penyangga, 32 di antaranya raib dibawa kabur maling. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah menyebut, bakal mengajukan perbaikan jembatan melalui APDB Perubahan. Nilainya berkisar Rp 200 juta. &#8220;Ini nanti di PL (penunjukan langsung) saja. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perbaikan-jembatan-masdarling-butuh-biaya-rp-200-juta-diusulkan-di-apbd-perubahan/">Perbaikan Jembatan Masdarling Butuh Biaya Rp 200 Juta, Diusulkan di APBD Perubahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Besi penyangga atau diafragma jembatan Kampung Masdarling di Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat dicuri. Dari 46 besi penyangga, 32 di antaranya raib dibawa kabur maling.</p>
<p>Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah menyebut, bakal mengajukan perbaikan jembatan melalui APDB Perubahan. Nilainya berkisar Rp 200 juta.</p>
<p>&#8220;Ini nanti di PL (penunjukan langsung) saja. Kami belum hitung berapa kerugian pastinya, tapi semoga tidak lebih Rp 200 juta,&#8221; ujarnya saat meninjau jembatan Kampung Masdarling, Selasa (6/7/2021).</p>
<p>Diketahui, jembatan Kampung Masdarling yang digadang bisa menjadi salah satu destinasi wisata ini dibangun pada 2017 lalu, dengan nilai anggaran berkisar Rp 6 miliar lebih.</p>
<p>Kendati tidak mempengaruhi konstruksi bangunan untuk sementara waktu, namun penggantian harus tetap dilakukan. Pasalnya, jika dibiarkan, jembatan dikhawatirkan bergeser, bahkan bisa menyebabkan ambruk. PUPRK pun bakal memasang imbauan pembatasan untuk kendaraan besar, tidak diperkenankan melintas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>&#8220;Itu bautnya juga hilang itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Besi yang hilang tersebut ukurannya sama. Masing-masing sekitar 1,5 meter. Besi itu dipasang membentuk silang di bawah jembatan dengan panjang 25 meter, dan lebar 8 meter.</p>
<p>Hilangnya besi diafragma jembatan pertama kali diketahui oleh pemancing yang kerap beraktivitas di sekitar sungai di bawah jembatan. Dugaan warga, pencurian ini dilakukan secara bertahap. &#8220;Awalnya katanya 20 batang, terus 12 lagi, jadi sekarang yang hilang 32 besi ini,&#8221; sebutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/perbaikan-jembatan-masdarling-butuh-biaya-rp-200-juta-diusulkan-di-apbd-perubahan/">Perbaikan Jembatan Masdarling Butuh Biaya Rp 200 Juta, Diusulkan di APBD Perubahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Besi Jembatan Kampung Masdarling Dicuri</title>
		<link>https://bontangpost.id/besi-jembatan-kampung-masdarling-dicuri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 03:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Besi penyangga jembatan hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung masdarling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=88214</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Besi penyangga jembatan kampung Masdarling yang terletak di RT 26 Kelurahan Gunung Telihan, raib digondol maling. Dari 46 besi diafragma jembatan, 32 besi berukuran 1,5 meter hilang dari tempatnya. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah menyebut, pihaknya baru mengetahui kondisi ini, Senin (5/7/2021) kemarin. Laporan itu diterima dari warga sekitar. &#8220;Ini kami mau BAP [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besi-jembatan-kampung-masdarling-dicuri/">Besi Jembatan Kampung Masdarling Dicuri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Besi penyangga jembatan kampung Masdarling yang terletak di RT 26 Kelurahan Gunung Telihan, raib digondol maling. Dari 46 besi diafragma jembatan, 32 besi berukuran 1,5 meter hilang dari tempatnya.</p>
<p>Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Bina Antasariansyah menyebut, pihaknya baru mengetahui kondisi ini, Senin (5/7/2021) kemarin. Laporan itu diterima dari warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Ini kami mau BAP dulu, menghitung estimasi kerugiannya berapa, baru kami melapor ke Polres,&#8221; ungkapnya saat meninjau langsung jembatan Masdarling, Selasa (6/7/2021) pagi.</p>
<p>Kendati tidak mempengaruhi konstruksi bangunan untuk sementara waktu, namun penggantian harus tetap dilakukan. Pasalnya, jika dibiarkan, jembatan dikhawatirkan bergeser, bahkan bisa menyebabkan ambruk. PUPRK pun bakal memasang imbauan pembatasan untuk kendaraan besar, tidak diperkenankan melintas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>&#8220;Kami akan usulkan di Perubahan perbaikannya, untuk sementara masih aman, asal tidak dilewati mobil besar dulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara dari keterangan warga sekitar Mun Kholis, kondisi ini sudah terjadi sejak Ramadan lalu. Namun, warga baru mengetahui hal itu, dari pemancing. Bahkan, pencurian terhadap besi penyangga jembatan ini dilakukan secara bertahap.</p>
<p>&#8220;Itu ada orang yang sering mancing, dia pantau. Awalnya cuma 20 yang hilang, habis itu jadi 32 batang,&#8221; ungkapnya kepada bontangpost.id.</p>
<p>Sebelum melapor ke PUPRK, warga berinisiatif mencari tahu kemana hilangnya besi-besi tersebut. &#8220;Kami cek ke pemulung, ada beberapa dekat sini, tapi tidak ada, kayaknya sih yang nyuri orang luar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia pun berharap perbaikan dapat segera dilakukan, apalagi saat ini jembatan tersebut kerap dilewati kendaraan besar, mengingat adanya pembangunan, hingga pengecoran jalan di area sekitar.</p>
<p>&#8220;Kasih solusi yang terbaik saja, jangan sampai warga jadi korban, kalau bisa segera diperbaiki,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diketahui, jembatan Kampung Masdarling (masyarakat sadar lingkungan) yang digadang bisa menjadi destinasi wisata di Kota Taman ini, dibangun pada 2017 lalu, dengan nilai anggaran sekitar Rp 6 miliar lebih. Jembatan Masdarling memiliki panjang 25 meter dan lebar 8 meter. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besi-jembatan-kampung-masdarling-dicuri/">Besi Jembatan Kampung Masdarling Dicuri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
