BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) kembali melanjutkan penanganan drainase di Kampung Masdarling, Gunung Telihan tahun ini. Proyek tersebut mencakup pembangunan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto, menjelaskan pembangunan ini bertujuan membenahi sistem aliran air yang selama ini belum tertata optimal.
“Panjang kurang lebih 300 sampai 400 meter. Nanti kita tembuskan ke DAS Bontang,” ujarnya.
Anggaran yang dialokasikan oleh Pemkot Bontang sebesar Rp 3,8 miliar. Saat ini, progres pengerjaan masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Proses pengadaan sebelumnya menggunakan skema e-katalog.
Saluran drainase yang dibangun memiliki lebar bervariasi, mulai dari 80 sentimeter hingga 1 meter. Pada sejumlah titik, terutama di depan rumah warga, saluran akan ditutup. Sementara di lokasi lain tetap terbuka, menyesuaikan kondisi lapangan.
Edi menambahkan, kawasan tersebut belum tertata secara optimal. Pemerintah memanfaatkan momentum penataan sebelum kawasan semakin padat permukiman.
“Kalau sudah terlalu banyak permukiman, akan lebih sulit ditata,” katanya.
Konsep drainase ini tidak seperti di jalan utama Kota Bontang. Fokusnya pada pengaturan level dan elevasi agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan genangan.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir melalui pembenahan sistem drainase yang terintegrasi hingga ke daerah aliran sungai (DAS). Meski begitu, pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Masih belum menjangkau seluruh lokasi. Tentunya bertahap, menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” pungkasnya. (ak)







