<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penembakan di Samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/penembakan-di-samarinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/penembakan-di-samarinda/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 04:47:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Penembakan di Samarinda Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/penembakan-di-samarinda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eksekutor Penembakan di THM Samarinda Divonis 18 Tahun Penjara, Berikut Vonis 9 Terdakwa Lainnya</title>
		<link>https://bontangpost.id/eksekutor-penembakan-di-thm-samarinda-divonis-18-tahun-penjara-berikut-vonis-9-terdakwa-lainnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 03:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147812</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID &#8211; Kasus penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra pada Mei 2025 akhirnya memasuki babak akhir. Sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu pagi, 25 Februari 2026, dengan menghadirkan sepuluh terdakwa yang memiliki peran berbeda dalam peristiwa tragis tersebut. Mulai dari perencana, pemantau, pencari informasi, pengemudi, hingga eksekutor, seluruh terdakwa menjalani agenda pembacaan putusan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/eksekutor-penembakan-di-thm-samarinda-divonis-18-tahun-penjara-berikut-vonis-9-terdakwa-lainnya/">Eksekutor Penembakan di THM Samarinda Divonis 18 Tahun Penjara, Berikut Vonis 9 Terdakwa Lainnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="84" data-end="183"><strong>BONTANGPOST.ID &#8211;</strong> Kasus penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra pada Mei 2025 akhirnya memasuki babak akhir.</p>
<p data-start="185" data-end="380">Sidang putusan digelar di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pengadilan Negeri Samarinda</span></span>, Rabu pagi, 25 Februari 2026, dengan menghadirkan sepuluh terdakwa yang memiliki peran berbeda dalam peristiwa tragis tersebut.</p>
<p data-start="382" data-end="563">Mulai dari perencana, pemantau, pencari informasi, pengemudi, hingga eksekutor, seluruh terdakwa menjalani agenda pembacaan putusan dalam persidangan yang berlangsung secara daring.</p>
<p data-start="565" data-end="782">Majelis hakim yang diketuai Agung Prasetyo bersama anggota Elin Pujiastuti dan Lilin Evelin menilai, berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta rangkaian fakta persidangan, kesepuluh terdakwa terbukti bersalah.</p>
<p data-start="784" data-end="849">Vonis pun dijatuhkan dengan mempertimbangkan peran masing-masing.</p>
<p data-start="851" data-end="1090">Anwar alias Ula yang bertugas sebagai pemantau divonis enam tahun penjara. Abdul Gafar alias Sugeng sebagai pengemudi dijatuhi lima tahun. Satar Maulana dan Wiwin alias Andos yang berperan dalam pengawasan juga menerima hukuman lima tahun.</p>
<p data-start="1092" data-end="1354">Kemudian Kurniawan alias Wawan Pablo sebagai informan serta Fatur Rahman alias Fatuy yang mencari informasi masing-masing divonis enam tahun. Andi Lau mendapat hukuman lima tahun, sementara Ariel yang terbukti menyembunyikan senjata dijatuhi tujuh tahun penjara.</p>
<p data-start="1356" data-end="1516">Untuk terdakwa dengan peran lebih sentral, hukuman yang dijatuhkan lebih berat. Aulia Rahim alias Kohim yang disebut sebagai perencana divonis 11 tahun penjara.</p>
<p data-start="1518" data-end="1724">Sedangkan Julfian alias Ijul, sang eksekutor dalam penembakan tersebut, menerima hukuman paling berat yakni 18 tahun penjara — meski masih lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 20 tahun.</p>
<p data-start="1726" data-end="1939">Di akhir sidang, majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada jaksa penuntut umum dan penasihat hukum untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah menerima putusan atau mengajukan banding ke pengadilan tinggi.</p>
<p data-start="1941" data-end="2088">Kasus ini pun menandai penutup proses panjang penegakan hukum atas salah satu peristiwa kriminal yang sempat menyita perhatian publik di Samarinda. <strong>(KP)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/eksekutor-penembakan-di-thm-samarinda-divonis-18-tahun-penjara-berikut-vonis-9-terdakwa-lainnya/">Eksekutor Penembakan di THM Samarinda Divonis 18 Tahun Penjara, Berikut Vonis 9 Terdakwa Lainnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda, Eks Personel Brimob Terancam Jadi Tersangka</title>
		<link>https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-eks-personel-brimob-terancam-jadi-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 01:41:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144540</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Sidang kasus penembakan yang menewaskan seorang pengunjung tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Samarinda Kota, kembali menguak fakta baru. Senjata api yang digunakan dalam insiden mematikan pada Mei 2025 itu diketahui berasal dari Danang, eks personel Brimob Batalyon B Satbrimob Polda Kaltim yang telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-eks-personel-brimob-terancam-jadi-tersangka/">Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda, Eks Personel Brimob Terancam Jadi Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="255" data-end="416"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211;</strong> Sidang kasus penembakan yang menewaskan seorang pengunjung tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Samarinda Kota, kembali menguak fakta baru.</p>
<p data-start="418" data-end="624">Senjata api yang digunakan dalam insiden mematikan pada Mei 2025 itu diketahui berasal dari Danang, eks personel Brimob Batalyon B Satbrimob Polda Kaltim yang telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).</p>
<p data-start="626" data-end="1036">Fakta tersebut terungkap dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (19/11). Dalam persidangan, terungkap bahwa Danang menjual senjata api rakitan kepada terdakwa Rohim pada 2022 dengan harga Rp15 juta. Penjualan dilakukan karena alasan kebutuhan mendesak. Namun transaksi itu kini menyeret nama Danang setelah senjata tersebut digunakan dalam aksi penembakan di THM tersebut.</p>
<p data-start="1038" data-end="1249">Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, menanggapi desakan majelis hakim agar mantan anggota Brimob itu juga diproses secara pidana. Ia memastikan bahwa proses etik terhadap Danang telah selesai dilakukan.</p>
<p data-start="1251" data-end="1465">“Sudah saya sampaikan, saudara D sudah menjalani proses kode etik dan sudah diputus, bahkan sempat mengajukan banding. Yang bersangkutan telah di-PTDH, diberhentikan tidak dengan hormat,” ujar Hendri, Rabu (19/11).</p>
<p data-start="1467" data-end="1699">Terkait kemungkinan proses pidana, Hendri mengatakan polisi masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Menurutnya, peran Danang tidak terkait langsung dengan aksi penembakan karena transaksi penjualan dilakukan jauh sebelum kejadian.</p>
<p data-start="1701" data-end="1885">“Dia menjualnya 2022, jadi berjarak sekitar tiga tahun. Kalau nanti memang harus dikenakan pidana umum, prosesnya akan terpisah dari perkara penembakan yang sedang berjalan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1887" data-end="2211">Meski begitu, Hendri membuka peluang bahwa proses pidana terhadap Danang tetap dapat dilakukan. “Kalau hakim meminta dilakukan proses pidana, akan dilakukan. Kami akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri,” tegasnya. <strong>(KP)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-eks-personel-brimob-terancam-jadi-tersangka/">Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda, Eks Personel Brimob Terancam Jadi Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dendam Lama Dibayar Nyawa; Pelaku Utama Penembakan di Samarinda Mengaku Puas tapi Menyesal</title>
		<link>https://bontangpost.id/dendam-lama-dibayar-nyawa-pelaku-utama-penembakan-di-samarinda-mengaku-puas-tapi-menyesal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 11:06:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138543</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda —Dendam bertahun-tahun akhirnya meledak jadi aksi brutal. Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, tewas ditembak secara keji. Polisi menyebut pembunuhan ini bukan spontan. Ini aksi yang sudah dirancang dengan sangat matang. Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Sepuluh orang terlibat dalam skenario sadis itu. Otak di balik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dendam-lama-dibayar-nyawa-pelaku-utama-penembakan-di-samarinda-mengaku-puas-tapi-menyesal/">Dendam Lama Dibayar Nyawa; Pelaku Utama Penembakan di Samarinda Mengaku Puas tapi Menyesal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1"><strong data-reader-unique-id="2">BONTANGPOST.ID, Samarinda —</strong>Dendam bertahun-tahun akhirnya meledak jadi aksi brutal. Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, tewas ditembak secara keji.</p>
<p data-reader-unique-id="1">Polisi menyebut pembunuhan ini bukan spontan. Ini aksi yang sudah dirancang dengan sangat matang.</p>
<p data-reader-unique-id="1">Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Sepuluh orang terlibat dalam skenario sadis itu. Otak di balik aksi berdarah ini adalah R alias K, warga Samarinda Seberang.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Dia mengaku menyimpan dendam sejak 2021, ketika kakaknya tewas usai dikeroyok di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Samarinda Kota.</p>
<p data-reader-unique-id="10">&#8220;Untuk dibilang puas, saya puas. Tapi saya juga sangat menyesal harus meninggalkan keluarga saya,&#8221; ucap K dengan wajah datar saat konferensi pers di pelataran Polresta Samarinda, Kamis (8/5).</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kepada awak media, K mengaku bahwa peluru itu adalah pesan dendam yang telah lama disimpan. Amarah itulah yang kini menyeretnya dan sembilan orang lainnya ke balik jeruji besi.</p>
<p><center data-reader-unique-id="13"></center></p>
<p data-reader-unique-id="18">Permintaan maaf pun dilontarkan K, tapi nasi sudah menjadi bubur. &#8220;Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Kami terbawa amarah dendam karena kehilangan kakak,&#8221; katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dendam-lama-dibayar-nyawa-pelaku-utama-penembakan-di-samarinda-mengaku-puas-tapi-menyesal/">Dendam Lama Dibayar Nyawa; Pelaku Utama Penembakan di Samarinda Mengaku Puas tapi Menyesal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Otak Penembakan di Depan THM Samarinda Minta Maaf ke Keluarga Korban, Akui Motif karena Dendam</title>
		<link>https://bontangpost.id/otak-penembakan-di-depan-thm-samarinda-minta-maaf-ke-keluarga-korban-akui-motif-karena-dendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 07:05:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138524</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Tersangka otak penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (34), di Jalan Imam Bonjol Samarinda, yakni KH alias R meminta maaf kepada keluarga korban. Dirinya mengaku nekat melakukan aksi keji karena terbawa amarah. &#8220;Kepada keluarga korban, kami semua meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Dengan dendam terbawa amarah maka saya melakukan ini,&#8221; kata [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/otak-penembakan-di-depan-thm-samarinda-minta-maaf-ke-keluarga-korban-akui-motif-karena-dendam/">Otak Penembakan di Depan THM Samarinda Minta Maaf ke Keluarga Korban, Akui Motif karena Dendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211;</strong> Tersangka otak penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (34), di Jalan Imam Bonjol Samarinda, yakni KH alias R meminta maaf kepada keluarga korban. Dirinya mengaku nekat melakukan aksi keji karena terbawa amarah.</p>
<p>&#8220;Kepada keluarga korban, kami semua meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Dengan dendam terbawa amarah maka saya melakukan ini,&#8221; kata tersangka KH di Mapolresta Samarinda, Kamis 8 Mei 2025.</p>
<p>Tersangka KH juga mengungkapkan aksi penembakan yang melibatkan adiknya, Ijul, sebagai eksekutor dan delapan tersangka orang lainnya, direncanakan sebulan yang lalu.</p>
<p>Penembakan terjadi pada Minggu dini hari, 4 Mei 2025, sekitar pukul 04.20 Wita. Dedy menjadi sasaran lima peluru yang menembus tubuhnya di depan sebuah tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota. Jaraknya hanya sekitar sepuluh meter dari pintu utama tempat hiburan tersebut.</p>
<p>Eksekusi dilakukan oleh Ijul, adik kandung R. Dengan mengendarai sepeda motor, Ijul menembak korban dari jarak sekitar 1,5 meter, menggunakan tangan kirinya. Tembakan mengenai bagian vital tubuh Dedy, menyebabkan dia tewas di tempat.</p>
<p>Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa total tersangka dalam kasus ini berjumlah sepuluh orang. &#8220;Sembilan pelaku sebelumnya sudah diamankan. Kini, dengan penangkapan R, jumlah tersangka menjadi sepuluh,&#8221; ungkapnya dalam konferensi pers kepada awak media, Kamis (8/5).</p>
<p>R memainkan peran krusial sebagai koordinator. Dia bukan hanya yang menggerakkan para pelaku dari Samarinda Seberang ke lokasi kejadian, tetapi juga yang mengarahkan eksekutor untuk mengeksekusi korban.</p>
<p>&#8220;R yang memantau pergerakan korban dan memberi informasi bahwa Dedy telah keluar dari tempat hiburan malam sekitar pukul 04.10 Wita,&#8221; jelas Hendri. “Dia bilang ke Ijul, ‘Itu Dedy sudah keluar’,” sambungnya menirukan gaya komunikasi antar pelaku.</p>
<p>Koordinasi pembunuhan ini juga melibatkan pelaku lain bernama Ula, yang berdiri di pintu utama THM. Dari posisinya, Ula memberikan isyarat kepada Ijul untuk segera mengeksekusi korban. Sementara Satar, Sugeng, Aril, Law, Andos, dan Fatui, berperan sebagai pengawas dan pengintai target utama. Mereka tersebar di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Ada enam kali tembakan. Satu tembakan dilepaskan saat motor masih berjalan, empat kali saat berhenti, dan satu tembakan terakhir diarahkan ke udara saat pelaku melarikan diri dari lokasi,&#8221; jelas Hendri lebih lanjut.</p>
<p>Motif utama dari pembunuhan ini adalah dendam. Korban diketahui terlibat dalam peristiwa pengeroyokan yang menewaskan kakak kandung R dan Ijul pada tahun 2021 lalu di Jalan KH Ahmad Dahlan, yakni Jumriansyah.</p>
<p>“Tidak ada imbalan uang dalam aksi ini. Murni karena balas dendam atas kematian saudara mereka,” tegas Hendri.</p>
<p>Dalam penyelidikan, polisi memastikan bahwa R adalah otak dari rencana pembunuhan ini.</p>
<p>“Penyidik Satreskrim menyimpulkan bahwa R merupakan aktor intelektual dari kejadian ini. Dia yang menyusun rencana, menggerakkan para pelaku, dan mengatur langkah-langkah eksekusi maupun pelarian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/otak-penembakan-di-depan-thm-samarinda-minta-maaf-ke-keluarga-korban-akui-motif-karena-dendam/">Otak Penembakan di Depan THM Samarinda Minta Maaf ke Keluarga Korban, Akui Motif karena Dendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktor Intelektual Penembakan di Depan THM Samarinda Terungkap, Ini Sosoknya</title>
		<link>https://bontangpost.id/aktor-intelektual-penembakan-di-depan-thm-samarinda-terungkap-ini-sosoknya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 06:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138503</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Peristiwa penembakan yang merenggut nyawa Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, akhirnya menemui titik terang. Aksi keji ini dipelopori oleh Rafli, warga Kecamatan Samarinda Seberang, yang bertindak sebagai otak di balik pembunuhan berencana tersebut. Penembakan terjadi pada Minggu dini hari, 4 Mei 2025, sekitar pukul [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/aktor-intelektual-penembakan-di-depan-thm-samarinda-terungkap-ini-sosoknya/">Aktor Intelektual Penembakan di Depan THM Samarinda Terungkap, Ini Sosoknya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Peristiwa penembakan yang merenggut nyawa Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, akhirnya menemui titik terang. Aksi keji ini dipelopori oleh Rafli, warga Kecamatan Samarinda Seberang, yang bertindak sebagai otak di balik pembunuhan berencana tersebut.</p>
<p>Penembakan terjadi pada Minggu dini hari, 4 Mei 2025, sekitar pukul 04.20 Wita. Dedy menjadi sasaran lima peluru yang menembus tubuhnya di depan tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota. Jaraknya hanya sekitar sepuluh meter dari pintu utama tempat hiburan tersebut.</p>
<p>Eksekusi dilakukan oleh Ijul, adik kandung Rafli. Dengan mengendarai sepeda motor, Ijul menembak korban dari jarak sekitar 1,5 meter, menggunakan tangan kirinya. Tembakan mengenai bagian vital tubuh Dedy, menyebabkan dia tewas di tempat.</p>
<p>Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa total tersangka dalam kasus ini berjumlah sepuluh orang. &#8220;Sembilan pelaku sebelumnya sudah diamankan. Kini, dengan penangkapan Rafli, jumlah tersangka menjadi sepuluh,&#8221; ungkapnya dalam konferensi pers kepada awak media, Kamis (8/5).</p>
<p>Rafli memainkan peran krusial sebagai koordinator. Dia bukan hanya yang menggerakkan para pelaku dari Samarinda Seberang ke lokasi kejadian, tetapi juga yang mengarahkan eksekutor untuk mengeksekusi korban.</p>
<p>&#8220;Rafli yang memantau pergerakan korban dan memberi informasi bahwa Dedy telah keluar dari tempat hiburan malam sekitar pukul 04.10,&#8221; jelas Hendri. “Dia bilang ke Ijul, ‘Itu Dedy sudah keluar’,” sambungnya menirukan gaya komunikasi antar pelaku.</p>
<p>Koordinasi pembunuhan ini juga melibatkan pelaku lain bernama Ula, yang berdiri di pintu utama THM. Dari posisinya, Ula memberikan isyarat kepada Ijul untuk segera mengeksekusi korban. Sementara Satar, Sugeng, Aril, Law, Andos, dan Fatui, berperan sebagai pengawas dan pengintai target utama. Mereka tersebar di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Ada enam kali tembakan. Satu tembakan dilepaskan saat motor masih berjalan, empat kali saat berhenti, dan satu tembakan terakhir diarahkan ke udara saat pelaku melarikan diri dari lokasi,&#8221; jelas Hendri melansir <a href="https://kaltimpost.jawapos.com/samarinda/2385984163/aktor-intelektual-penembakan-maut-di-samarinda-terungkap-balas-dendam-jadi-motif-utama">Kaltim Post</a>.</p>
<p>Motif utama dari pembunuhan ini adalah dendam. Korban diketahui terlibat dalam peristiwa pengeroyokan yang menewaskan kakak kandung Rafli dan Ijul pada 2021 lalu di Jalan KH Ahmad Dahlan, yakni Jumriansyah. “Tidak ada imbalan uang dalam aksi ini. Murni karena balas dendam atas kematian saudara mereka,” tegas Hendri.</p>
<p>Dalam penyelidikan, polisi memastikan bahwa Rafli adalah otak dari rencana pembunuhan ini. “Penyidik Satreskrim menyimpulkan bahwa Rafli merupakan aktor intelektual dari kejadian ini. Dia yang menyusun rencana, menggerakkan para pelaku, dan mengatur langkah-langkah eksekusi maupun pelarian,” pungkasnya. <strong>(kp)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/aktor-intelektual-penembakan-di-depan-thm-samarinda-terungkap-ini-sosoknya/">Aktor Intelektual Penembakan di Depan THM Samarinda Terungkap, Ini Sosoknya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Kelam pada 2021 Jadi Motif Penembakan di Depan THM Samarinda</title>
		<link>https://bontangpost.id/peristiwa-kelam-pada-2021-jadi-motif-penembakan-di-depan-thm-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 12:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138484</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Peristiwa penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, menggegerkan publik. Banyak pihak mempertanyakan motif di balik aksi brutal tersebut. Polisi telah mengamankan sepuluh tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan berencana ini. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa motif utama dari penembakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/peristiwa-kelam-pada-2021-jadi-motif-penembakan-di-depan-thm-samarinda/">Peristiwa Kelam pada 2021 Jadi Motif Penembakan di Depan THM Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Peristiwa penembakan yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (34), warga Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, menggegerkan publik. Banyak pihak mempertanyakan motif di balik aksi brutal tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Polisi telah mengamankan sepuluh tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan berencana ini. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa motif utama dari penembakan tersebut adalah balas dendam atas kejadian tragis yang terjadi pada 2021 lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Motifnya sudah dipastikan balas dendam. Kelompok pelaku ini menyimpan dendam atas kejadian di tahun 2021 di Jalan KH Ahmad Dahlan,” ujar Hendri pada Rabu (7/5).</p>
<p data-reader-unique-id="10"><strong>BACA JUGA:</strong> <a href="https://bontangpost.id/aktor-intelektual-penembakan-di-depan-thm-samarinda-terungkap-ini-sosoknya/">Aktor Intelektual Penembakan di Depan THM Samarinda Terungkap, Ini Sosoknya</a></p>
<p data-reader-unique-id="11">Hendri menjelaskan, dari sepuluh pelaku yang diamankan, beberapa di antaranya memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan korban dalam kasus pertikaian tahun 2021, yang juga menelan korban jiwa.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Korban dalam kejadian 2021 itu adalah teman dari kelompok pelaku ini. Bahkan, beberapa pelaku memiliki hubungan darah dengan korban,” jelasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="16"><strong>Awal Mula Dendam: Kasus Pengeroyokan 2021</strong></p>
<p data-reader-unique-id="17">Mengacu pada laporan Kaltim Post edisi 30 Juni 2021, peristiwa yang dimaksud terjadi pada Minggu, 27 Juni 2021, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Dalam kejadian tersebut, Jumriansyah (39) tewas setelah dikeroyok.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Dua pelaku pengeroyokan kala itu ditangkap hanya beberapa jam setelah kejadian dan ditahan di Polsek Samarinda Kota.</p>
<p data-reader-unique-id="22">“Sudah kami amankan dua pelaku, tapi kasus ini masih dalam pengembangan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, pada 29 Juni 2021.</p>
<p data-reader-unique-id="26">Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo, menegaskan bahwa kedua pelaku yang ditangkap terbukti terlibat langsung dalam penganiayaan yang menewaskan Jumriansyah. Namun, identitas mereka belum diungkap demi kelancaran penyidikan.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul, bukan senjata tajam, meskipun dalam rekaman CCTV terlihat pelaku membawa sajam. <strong>(kp)<br />
</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/peristiwa-kelam-pada-2021-jadi-motif-penembakan-di-depan-thm-samarinda/">Peristiwa Kelam pada 2021 Jadi Motif Penembakan di Depan THM Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesan Berantai Usai Penembakan di Samarinda Picu Kepanikan, Keluarga Korban Tegaskan Tak Akan Balas Dendam</title>
		<link>https://bontangpost.id/pesan-berantai-usai-penembakan-di-samarinda-picu-kepanikan-keluarga-korban-tegaskan-tak-akan-balas-dendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 10:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138478</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Peristiwa penembakan berdarah yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (4/5) sekitar pukul 04.20 Wita, kini berbuntut panjang. Selain menewaskan seorang pengusaha bernama Dedy Indrajid Putra (34), insiden ini juga memicu kekhawatiran masyarakat akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Pesan yang tersebar luas tersebut berisi peringatan kepada warga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pesan-berantai-usai-penembakan-di-samarinda-picu-kepanikan-keluarga-korban-tegaskan-tak-akan-balas-dendam/">Pesan Berantai Usai Penembakan di Samarinda Picu Kepanikan, Keluarga Korban Tegaskan Tak Akan Balas Dendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211;</strong> Peristiwa penembakan berdarah yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (4/5) sekitar pukul 04.20 Wita, kini berbuntut panjang.</p>
<p>Selain menewaskan seorang pengusaha bernama Dedy Indrajid Putra (34), insiden ini juga memicu kekhawatiran masyarakat akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp.</p>
<p>Pesan yang tersebar luas tersebut berisi peringatan kepada warga agar menghindari jalur-jalur tertentu dan melarang anak-anak keluar malam menggunakan sepeda motor.</p>
<p>Bahkan, ada pula rekaman suara yang menyebutkan akan terjadi keributan sebagai aksi balas dendam atas penembakan tersebut. Akibat pesan-pesan ini, suasana di Samarinda, sempat menjadi mencekam.</p>
<p>Namun, keluarga korban menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan aksi balasan. &#8220;Kami menjamin tidak akan melakukan tindakan pembalasan terhadap para tersangka maupun keluarganya,&#8221; ujar Deni Indra Saputra, kakak almarhum, Selasa (6/5) dalam keterangan resminya.</p>
<p>Deni juga menegaskan bahwa semua informasi terkait rencana aksi balasan tersebut adalah hoaks. &#8220;Kami tidak akan melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Deny menambahkan bahwa pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada aparat kepolisian. &#8220;Kami percaya polisi akan menuntaskan kasus ini dan mengungkap siapa pelaku utamanya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian karena telah bergerak cepat dalam menangkap para tersangka,&#8221; lanjut Deni.</p>
<p>Sebagai informasi, penembakan terhadap pengusaha di Samarinda ini terjadi di depan sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol, sekitar 10 meter dari pintu utamanya.</p>
<p>Korban diberondong lima tembakan. Hasil penyelidikan mengungkap bahwa sembilan orang terlibat dalam aksi penembakan berencana tersebut. Motif utama peristiwa ini adalah balas dendam. Namun, polisi bilang terindikasi masalah narkoba. Seluruh tersangka kini telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. <strong>(kp)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pesan-berantai-usai-penembakan-di-samarinda-picu-kepanikan-keluarga-korban-tegaskan-tak-akan-balas-dendam/">Pesan Berantai Usai Penembakan di Samarinda Picu Kepanikan, Keluarga Korban Tegaskan Tak Akan Balas Dendam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Penembakan di Samarinda Libatkan 10 Orang, Ini Perannya</title>
		<link>https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-samarinda-libatkan-10-orang-ini-perannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 09:59:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138475</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Fakta baru terungkap dalam pra-rekonstruksi kasus penembakan terhadap Dedy Indrajid Putra (34) yang terjadi di depan sebuah tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Samarinda Kota. Peristiwa berdarah ini ternyata bukan aksi spontan, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan secara sistematis oleh 10 pelaku. Hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari pintu utama lokasi hiburan malam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-samarinda-libatkan-10-orang-ini-perannya/">Kasus Penembakan di Samarinda Libatkan 10 Orang, Ini Perannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Fakta baru terungkap dalam pra-rekonstruksi kasus penembakan terhadap Dedy Indrajid Putra (34) yang terjadi di depan sebuah tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Samarinda Kota. Peristiwa berdarah ini ternyata bukan aksi spontan, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan secara sistematis oleh 10 pelaku.</p>
<p>Hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari pintu utama lokasi hiburan malam tersebut, sembilan orang pelaku telah menempati posisinya masing-masing. Mereka berperan sebagai pengintai, pengawas, hingga penjaga di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Sementara itu, sang eksekutor, ijul, datang mengendarai sepeda motor berwarna hitam. Dia membawa senjata api ilegal yang diduga jenis revolver tanpa nomor seri, dan langsung melakukan aksi penembakan terhadap korban.</p>
<p>Tak berhenti di situ, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan satu pelaku tambahan berinisial KH. Ia diduga sebagai otak intelektual di balik rencana pembunuhan ini. KH akhirnya menyerahkan diri setelah sempat buron.</p>
<p>&#8220;Setelah dilakukan pencarian beberapa waktu, pelaku terakhir ini menyerahkan diri. Ia juga merupakan pemilik senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut. Total tersangka kini berjumlah sepuluh orang,&#8221; ungkap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, Rabu (7/5).</p>
<p>Hingga saat ini, senjata api yang digunakan dalam aksi kejahatan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi menduga senjata itu diperoleh secara ilegal, karena tidak memiliki nomor seri. Dari hasil penyelidikan awal, senjata api itu dilengkapi dengan 21 butir peluru, enam di antaranya telah digunakan dalam aksi penembakan.</p>
<p>&#8220;Senjata ini didapat secara ilegal. Amunisinya pun diperoleh bersamaan dengan senjata tersebut. Masih kami dalami dari mana pelaku mendapatkannya,&#8221; katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-penembakan-di-samarinda-libatkan-10-orang-ini-perannya/">Kasus Penembakan di Samarinda Libatkan 10 Orang, Ini Perannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tersangka Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda Bertambah, Senpi Dibeli secara Ilegal</title>
		<link>https://bontangpost.id/tersangka-kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-bertambah-senpi-dibeli-secara-ilegal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 09:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138472</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda -Titik terang terkait masalah senjata api yang digunakan Ijul (34), sang eksekutor penembakan terhadap Dedy Indrajid Putra (34), warga Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, perlahan mulai terkuak. Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata menyebut, ada perkembangan dalam perkara penembakan yang beberapa waktu lalu menghebohkan Samarinda. “Ada satu tambahan tersangka. Inisialnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tersangka-kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-bertambah-senpi-dibeli-secara-ilegal/">Tersangka Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda Bertambah, Senpi Dibeli secara Ilegal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda </strong>-Titik terang terkait masalah senjata api yang digunakan Ijul (34), sang eksekutor penembakan terhadap Dedy Indrajid Putra (34), warga Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, perlahan mulai terkuak.</p>
<p>Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata menyebut, ada perkembangan dalam perkara penembakan yang beberapa waktu lalu menghebohkan Samarinda. “Ada satu tambahan tersangka. Inisialnya KH,” ungkapnya.</p>
<p>KH punya peran sangat vital. Dia adalah aktor utama di balik peristiwa penembakan tersebut. “KH memang baru kami amankan, dia menyerahkan diri setelah kami melakukan pengembangan,” sambungnya.</p>
<p>“Perannya adalah yang menghubungkan antara eksekutor dan para pelaku di lapangan yang sudah merencanakan penembakan tersebut sejak lama,” tegasnya.</p>
<p>Perwira pertama Polri berpangkat balok tiga itu menyebut, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Ijul mendapatkan senjata api itu secara ilegal. “Ini masih pengakuan sementara ya, dia bilang dia beli,” tegasnya.</p>
<p>Dia membeli dari seseorang. “Tapi itu masih pengakuan sementara ya. Memang masih kami dalami lagi, dan masih cari beli dari siapa,” bebernya.</p>
<p>KH juga merupakan warga Kecamatan Samarinda Seberang. Dengan diringkusnya KH, orang-orang yang terlibat saat ini ada 10 orang. “Nanti kami sampaikan lebih lanjut,” kuncinya.</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tersangka-kasus-penembakan-di-dekat-thm-samarinda-bertambah-senpi-dibeli-secara-ilegal/">Tersangka Kasus Penembakan di Dekat THM Samarinda Bertambah, Senpi Dibeli secara Ilegal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asal-Usul Senjata Api Masih Misteri, Kasus Penembakan di Dekat THM Berpotensi Tambah Tersangka</title>
		<link>https://bontangpost.id/asal-usul-senjata-api-masih-misteri-kasus-penembakan-di-dekat-thm-berpotensi-tambah-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 10:59:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan di Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138420</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Tragedi berdarah Minggu (4/5) dini hari memang membuat polisi bergerak cepat. Sehingga mengamankan seluruh pelaku yang berkaitan. Meski terungkap dalam kurun waktu 1&#215;24 jam, serta menangkap Ijul di Perumahan Bukit Pinang Bahari, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (5/5) pukul 10.00 Wita, Ijul adalah eksekutor yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (DIP). [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/asal-usul-senjata-api-masih-misteri-kasus-penembakan-di-dekat-thm-berpotensi-tambah-tersangka/">Asal-Usul Senjata Api Masih Misteri, Kasus Penembakan di Dekat THM Berpotensi Tambah Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="page">
<p data-reader-unique-id="9"><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Tragedi berdarah Minggu (4/5) dini hari memang membuat polisi bergerak cepat. Sehingga mengamankan seluruh pelaku yang berkaitan.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Meski terungkap dalam kurun waktu 1&#215;24 jam, serta menangkap Ijul di Perumahan Bukit Pinang Bahari, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (5/5) pukul 10.00 Wita, Ijul adalah eksekutor yang menewaskan Dedy Indrajid Putra (DIP).</p>
<p><center data-reader-unique-id="12"></center></p>
<p data-reader-unique-id="15">Namun, publik turut menaruh perhatian terhadap kasus penembakan tersebut. Asal-usul senjata api (senpi) masih jadi tanda tanya.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro sebelumnya menyebut, meski sudah menetapkan sembilan tersangka yang punya peran masing-masing dalam perencanaan pembunuhan tersebut, pihaknya menyebut motifnya masih sementara. Namun, soal asal-usul senjata, dia menyebut masih dilakukan pendalaman. “Itu masih penyelidikan,” jelasya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Dari pantauan media ini, senjata api yang digunakan pelaku jenis revolver. Itu merupakan senjata api dengan isi peluru enam. Nah, berdasarkan informasi di lokasi kejadian, eksekutor melepaskan lima tembakan dengan satu di antaranya dilepaskan ke udara. Empat tembakan diarahkan ke tubuh korban.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebut, tidak menutup kemungkinan dalam peristiwa yang terjadi di dekat THM itu akan ada penambahan tersangka. “Semuanya kami tahan di Polresta Samarinda. Hasil penyelidikan, motif sementara itu balas dendam. Tapi nanti akan kami update lagi ke teman-teman media,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Hendri membeber, dua orang tersangka bertugas sebagai pengawas, baik di dalam THM maupun di luar. Kemudian enam lainnya sebagai pendukung yang standby di dalam mobil yang diparkir sekitar THM. “Ada dua motor juga yang ada di depan dan belakang si eksekutor penembakan,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Perwira Polri berpangkat melati tiga itu menegaskan, tersangka sudah merencanakan aksi penembakan sejak sekitar dua bulan lalu. “Mereka berkumpul di rumah salah satu pelaku. Dan itu cukup baik dan komplit. Itu direncanakan dengan sangat baik,” tegasnya. Hubungan pelaku dengan korban, lanjut Hendri, masih sesama warga Samarinda. “Kalau untuk lebih dalamnya masih dikembangkan lagi,” bebernya.</p>
<p data-reader-unique-id="31">Untuk hasil uji balistik forensik terkait senjata, saat ini belum keluar. “Belum bisa memastikan, tapi kalau dilihat dari kasatmata senjata jenisnya revolver yang lama. Tapi masih belum bisa dipastikan juga apakah rakitan atau pabrikan,” jelasnya.</p>
</div>
<div class="page">
<p data-reader-unique-id="1">Ditegaskan terkait penambahan tersangka, Hendri tidak menampik. “Masih sangat dimungkinkan. Tergantung proses introgasi terhadap para pelaku dan pihak lain yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Dan memang yang merencanakan ada di antara sembilan pelaku tersebut,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Sementara itu, Ketua Perbakin Kaltim Roy Nirwan menegaskan, untuk menggunakan senjata api sejatinya harus mendapat perizinan yang tidak mudah. Namun, dia menegaskan, jika kepentingannya untuk olahraga, pemegang senjata harus mengantongi izin dari Perbakin. “Itu memang harusnya begitu. Kalau senjatanya untuk bela diri, tidak perlu izin dari Perbakin,” tegasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Namun, Roy menegaskan, mendengar kabar kejadian di Samarinda, dugaannya didapat secara ilegal. &#8220;Itu saya lihat dari berita,&#8221; kuncinya. <strong>(*)</strong></p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/asal-usul-senjata-api-masih-misteri-kasus-penembakan-di-dekat-thm-berpotensi-tambah-tersangka/">Asal-Usul Senjata Api Masih Misteri, Kasus Penembakan di Dekat THM Berpotensi Tambah Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
