• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Tak Mau Sebut Daerah Sebaran COVID-19, Ini Penjelasan Pemerintah

by M Zulfikar Akbar
13 Maret 2020, 13:00
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi virus Korona. (Erie Dini/Jawa Pos)

Ilustrasi virus Korona. (Erie Dini/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia sampai sejauh ini masih enggan membuka wilayah sebaran pasien positif korona (COVID-19). Hal itu kemudian menuai kritik karena masyarakat tak bisa mengetahui potensi kerawanan di wilayah tempat tinggalnya.

Juru Bicara Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto mengatakan, keputusan ini diambil karena pemerintah tidak mendeteksi pasien korona berbasis daerah. Sistem tracking (melacak) orang pembawa virus dianggap lebih efektif untuk melakukan pencegahan.

“Katakan kita semua di sini, misalnya, postif. Maka ruangan ini merah kan. Terus kita keluar, apakah ruangan ini masih merah? enggak. Yang penting gambaran tracking, dia ini kemana-kemana,” kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Selain itu, mengambil gambaran wilayah Jakarta. Kepadatan penduduk saat siang dan malam hari berbeda. Sehingga apabila mayoritas warga Jakarta terkena korona, maka pada siang hari peta kerawanan bisa merah. Namun, pada malam hari bisa berubah, karena banyak warga non-Jakarta yang kembali ke wilayah asal. Maka peta kerawanan berubah, karena penderita korona berpindah.

Baca Juga:  Cerita Arniwati, Pasien Covid-19 Pertama di Bontang, kini Dinyatakan Sembuh

Selain itu, Yuri pun mempertanyakan kedewasaan masyarakat apabila ada pengumuman wilayah-wilayah rawan korona.

“Apakah masyarakat kita sudah cukup dewasa? Wong kita baru sebut nama orang saja sudah luar biasa,” ucapnya.

Kondisi itu pula yang menjadi pertimbangan pemerintah tak menyebut rumah sakit yang merawat pasien Korona. Karena masyarakat akan takut mendatangi rumah sakit tersebut ketika diumumkan.

“Kalau ada rumah sakit yang minta namanya disebut agar terkenal, saya sebut. tapi kan enggak ada yang mau. Kalau RSPI dia ngomong enggak ngomong tetap saya sebut, wong dia memang diciptakan untuk itu (tangani korona),” pungkas Yuri. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: coronavirusvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pelatih Arsenal Mikel Arteta Positif Terjangkit Virus Korona

Next Post

Jalan Sangatta-Bontang KM 7 Ambles, Polisi Lakukan Buka-Tutup Jalur

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00
Peminat Kapal Tinggi, Armada Bontang Dikurangi
Bontang

Klaster Gowa Dominasi Pasien Covid-19, Penumpang KM Egon Dilacak

24 April 2020, 06:25

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.