• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

“Takut Naikkan Berat Badan saat hamil”? Ini Salah Satu Dampaknya

by BontangPost
14 September 2018, 11:10
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Oleh:
Dyah Chandra S.P
Dokter Internship RS Pupuk Kalimantan Timur

Oleh: Dyah Chandra S.P Dokter Internship RS Pupuk Kalimantan Timur

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:

  1. Dyah Chandra S.P

Dokter Internship RS Pupuk Kalimantan Timur

 

Pada kehamilan, berat badan bumil sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi baik saat lahir maupun status kesehatan bayi saat dilahirkan nanti.

 

Bumil dengan berat badan berlebih dapat meningkatkan resiko bayi lahir secara operasi Sectio Caesaria (SC), penyakit jantung, resiko diabetes dan obesitas pada anak.  Sedangkan bumil dengan berat badan kurang selama kehamilan dapat menyebabkan bayi kesulitan memulai menyusui sehingga dapat mengalami keterlambatan perkembangan, sangat rentan untuk sakit, dan buruknya dalam berbagai penelitian bayi dapat lahir dengan berat kecil dalam rahim (Intrauterine Growth Restriction/IUGR).

 

Selama kehamilan, kenaikan berat badan pada bumil secara langsung dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi saat lahir.

 

APAKAH IUGR ITU?

 

Kondisi ini adalah dimana bayi gagal tumbuh saat dalam rahim ibu. Berat bayi dalam rahim lebih kecil dari berat normal pada usia kehamilan saat itu, hal ini disebut Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Bayi dengan IUGR akan lahir dengan berat yang kurang dari normal (kecil). Namun perlu diketahui bahwa tidak semua bayi yang lahir kecil itu tidak normal. Ada yang lahir kecil namun normal karena faktor keturunan.

 

APA PENYEBAB IUGR?

  • Pola hidup tidak sehat: merokok, alkohol, atau penyalahgunaan obat-obatan
  • Terpapar infeksi seperti: CMV, Rubella, toxoplasmosis, dan sifilis
  • Tekanan darah tinggi, preeklampsia, & eklampsia
  • Kecacatan/kelainan bawaan janin (genetik)
  • Tinggal di tempat tinggi (gunung dll), dimana kadar oksigen rendah
  • Penyakit ibu: jantung, paru, darah, autoimun, anemia, dll
  • Tidak makan dengan cukup selama kehamilan.

BAGAIMANA MENGETAHUI JIKA BAYI IUGR?

Ini hanya bisa terdeteksi oleh pemeriksaan dokter/bidan secara berkala dengan  melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC)  atau pemeriksaan kehamilan rutin. Secara garis besar, jumlah kunjungan selama kehamilan minimal 10 kali bagi yang pertama hamil dan 7 kali bagi yang sudah pernah melahirkan. Tujuan dari pemeriksaan kehamilan ini untuk memeriksa kondisi ibu dan janin agar selama kehamilan tetap sehat serta dapat mempersiapkan persalinan yang akan datang.

Saat pemeriksaan kehamilan, usia kehamilan ibu ditentukan dulu dengan HPHT (hari pertama haid terakhir) atau dengan USG pada saat awal kehamilan. Jika dari pemeriksaan, saat kontrol rutin berat bayi jauh lebih rendah dari tabel/standar yang seharusnya atau jika dari tabel didapatkan pertumbuhan bayi yang lambat atau tidak sesuai maka bisa dikatakan bayi IUGR.

MENGAPA SAAT HAMIL HARUS NAIK BERAT BADAN?

Wanita seringkali takut ketika mengalami kenaikan berat badan ditambah dengan mitos membesarkan anak diluar rahim menjadi momok perbincangan bumil yang tetap masih ingin menjaga bentuk tubuhnya saat hamil. Perubahan fisik menjadi gendut adalah salah satu yang dihindari ketika naik berat badan pada beberapa ibu hamil. Meskipun demikian, kenaikan berat badan pada ibu saat hamil menjadi salah satu ukuran kesehatan janin di dalam kandungan. Ibu hamil akan dipantau kesehatannya melalui pemeriksaan kesehatan saat hamil. Salah satunya ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan yang ideal dari bulan pertama hingga bulan terakhir kehamilan. Adapun alasan mengapa kenaikan berat badan pada saat hamil itu penting adalah sebagai berikut :

  1. Ibu hamil harus menyimpan lemak yang akan menjadi makanan untuk bayi
  2. Ibu hamil mengalami pembesaran rahim dan persiapan menyusui sehingga ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan
  3. Ibu hamil akan mengalami pertambahan darah sehingga kenaikan berat badan harus disesuaikan dengan usia kehamilan
  4. Pertumbuhan janin menjadi alasan utama ibu hamil mengalami kenaikan berat badan.

 

 

Berikut rekomendasi kenaikan berat badan saat hamil untuk bumil dengan 1 bayi

Jika sebelum kehamilan, anda tergolong.. Anda harus menaikkan berat badan..
Underweight
BMI < 18.5
13-18 kg
Normal Weight
BMI 18.5-24.9
11,5-16 kg
Overweight
BMI 25.0-29.9
7-11,5 kg
Obese
BMI  ≥ 30.0
5-9 kg

*Bagi ibu yang hamil anak kembar, disarankan untuk menaikkan berat badan

sebesar 11,5-24,5 kg selama hamil.

**Catatan: rumus untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah

berat badan (kg) / [tinggi badan (m)]²

 

 

APA SAJA KOMPLIKASI BAYI LAHIR IUGR ?

 

  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan kognitif dan fungsi motorik sistem saraf pusat
  • Penyakit lainnya seperti hidrosefalus dan cerebral palsy.

 

BAGAIMANA MENGONTROL BB SELAMA KEHAMILAN AGAR TIDAK BERLEBIH?

 

Pada saat kehamilan di trimester pertama (atau tiga bulan pertama) biasanya tidak memerlukan tambahan kalori. Bumil akan membutuhkan 340 kalori tambahan per hari selama trimester kedua (tiga bulan kedua) dan sekitar 450 kalori tambahan per hari selama trimester ketiga (terakhir).

Makan makanan sehat dan seimbang selama kehamilan dapat membantu menjaga berat badan ibu hamil. Makanlah makanan sehat yang bervariasi, seperti:

  • Nasi, kentang, roti, dan sereal yang mengandung karbohidrat. Pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan roti gandum, yang lebih kaya zat gizi.
  • Sayuran dan buah-buahan, setidaknya 5 porsi dalam sehari.
  • Daging, ikan, dan telur yang mengandung protein hewani, serta tempe, tahu, dan kacang-kacangan yang mengandung protein nabati
  • Susu dan produk susu, seperti yogurt dan keju. Pilih yang rendah lemak jika ibu hamil mengalami kelebihan berat badan.

Agar lebih sehat, sebaiknya batasi makanan atau minuman manis, batasi pemakaian garam dalam makanan, dan batasi makan makanan yang digoreng. Sebaiknya pilih makanan yang dimasak dengan cara direbus, dipanggang, atau dikukus agar lebih sehat. Usahakan makan sedikit tetapi sering, sekitar 5-6 kali makan dalam sehari. Selain itu, lakukan olahraga ringan selama hamil, seperti berjalan dan berenang.

Selalu aktif bergerak selama kehamilan dapat menjaga berat badan dan membantu ibu menjalani persalinan dengan mudah dan lancar.

BAYI SEHAT IBU SENANG (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan rs PKT
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bayar Pajak Serentak, Capai 100 Milyar Sehari

Next Post

Tertibkan Menteri Pecandu Praktik Impor

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tabrak Median di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.