BONTANG – Saat ini RSUD Taman Husada merupakan rumah sakit dengan tipe C. Setelah turunnya surat rekomendasi hasil penyesuaian kelas rumah sakit dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bernomor HK.04.01/1/2963/2019, beberapa waktu lalu.
Kini pihak manajemen berupaya untuk kembali ke tipe B. Dengan jalan memenuhi segala persyaratan sebelum Februari mendatang.
“Enam bulan setelah turun surat keputusan dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, rumah sakit yang turun kelas diberi kesempatan untuk mengajukan kenaikan,” kata Plt Direktur Utama RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suhardika.
Dijelaskan dia, salah satu penyebab turunnya kelas waktu itu ialah kurangnya dokter sub spesialis. Akan tetapi, pihak manajemen justru berupaya mendatangkan delapan dokter dalam waktu dekat. Rinciannya, enam dokter spesialis dan dua dokter sub spesialis.
Kini, tiga dokter telah datang. Meliputi dokter jiwa, bedah mulut, dan anestesi. Sementara untuk dokter bedah umum diperkirakan memulai prakteknya pada Desember mendatang.
Dituturkan Gusti, empat dokter tambahan lainnya bentuknya kerjasama. Meliputi dokter konsultan anak, patologi anatomi, bedah syaraf, dan ortopedi.
“Untuk ini prakteknya kemungkinan sepekan sekali. Nanti akan ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU),” ucapnya.
Berkenaan pembiayaan wujudnya ialah per kunjungan. Ditaksir biaya untuk tiap dokternya sekali kunjungan berkisar Rp 5 juta. Diharapkan, penambahan sumber daya manusia ini dapat mengembalikan tipe RSUD Taman Husada menjadi kelas B. Sehingga pasien tidak banyak yang harus dirujuk ke rumah sakit dengan kelas di atasnya.
“Februari ini akan dinilai oleh Dinas Kesehatan Kaltim. Semoga bisa naik kelas kembali, karena di Bontang perlu rumah sakit tipe B,” tutur dia.
Disinggung mengenai dampak penurunan kelas dari segi pendapatan, dr Gusti menyebut tidak terlalu signifikan. Sebab, seluruhnya telah diatur oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Ini seperti ilmu ekonomi. Kalau dulu pasien sedikit tetapi pendapatan bagus. Sekarang pasien banyak, jadi tertolong oleh jumlah pasien,” papar dokter spesialis anak ini.
Hal ini disebabkan status RSUD Taman Husada sejajar dengan rumah sakit lain yang ada di Bontang. Pasien dari fasilitas kesehatan pertama langsung dapat dirujuk di rumah sakit pelat merah ini. (*/ak/prokal)







