BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat menjadi mandiri. Terbaru, Pupuk Kaltim bekerja sama dengan Himpunan Pembudidaya Perikanan dan Kelautan (HPPK) Bontang menggelar pelatihan servis mesin dongfeng dan mesin ketinting, Jumat (31/8) lalu.
Bertempat di Sekretariat HPPK Bontang Kuala, kegiatan tersebut berlangsung selama delapan hari hingga 8 September mendatang.
Superitendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR Pupuk Kaltim, Udiyanto menjelaskan, pelatihan ini sebagai upaya perusahaan menambah keterampilan dan kemampuan bagi nelayan. Diharapkan dapat digunakan untuk membuka bengkel servis mesin tempel dan mesin dongfeng.
“Minimal untuk kerusakan-kerusakan mesin yang sifatnya ringan, mereka mampu memperbaikinya sendiri,” katanya.
Perusahaan terus berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar melalui berbagai program CSR. Pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim dapat dirasakan manfaatnya di berbagai sektor usaha mitra binaan. Pada umumnya, nelayan pesisir yang menjadi mitra binaan Pupuk Kaltim telah memiliki kapal atau perahu dengan mesin dongfeng dan mesin tempel atau ketinting. Adapula yang menggunakan perahu dayung. Hal ini tergantung ukuran kapal.
Kendala yang dihadapi nelayan selama ini adalah kurangnya keterampilan dalam memperbaiki mesin kapal. Jika terjadi kerusakan, mereka harus mengeluarkan biaya tidak sedikit saat dibawa ke tukang servis. Solusi masalah ini, nelayan perlu dibekali keterampilan servis mesin kapal dalam bentuk pelatihan dan mampu mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Sejauh ini, tim kami melihat warga pesisir sudah cukup baik dalam hal ilmu penangkapan dan budidaya ikan. Sedangkan untuk servis atau maintenence mesin kapal, nelayan kurang memiliki kemampuan yang mumpuni,” ucapnya.
Dalam pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan materi pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengetahuan alat perkakas dan alat ukur, dasar-dasar mesin diesel empat langkah, perawatan dan gangguan mesin serta evaluasi.
Pada pelatihan itu, lanjut dia, diikuti sekira 30 mitra binaan Pupuk Kaltim dari wilayah pesisir kota Bontang. Di antaranya Gusung, Loktuan, Malahing, Tihi-Tihi, Tanjung Limau, Bontang Kuala, dan Selangan. Serta mendatangkan pembina Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Putra Mandiri Kota Samarinda oleh Sunardi, A.Md.
Di tempat sama, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi mewakili Pemkot Bontang mengapresiasi adanya pelatihan itu. Di mana Pupuk Kaltim senantiasa mendukung berbagai program pemerintah.
“Perhatian perusahaan sudah tidak diragukan karena rutin menggelar berbagai macam pelatihan pemberdayaan masyarakat. Tak henti-hentinya Pupuk Kaltim membantu kita dalam hal peningkatan SDM, peningkatan sarana prasarana. Sehingga sangat layak kita banggakan dan apresiasi,” ucapnya.
Mesin kapal adalah salah satu faktor utama beraktivitas di laut. Jika mesin kapal nelayan mogok saat berlaut, tentu sangat merepotkan. Sebagian menunggu bantuan dari rekan-rekannya atau nekat mendayung dengan jarak yang jauh. Menyikapi hal ini, adanya pelatihan servis mesin dongfeng dan mesin ketinting sangat berarti bagi nelayan yang wilayah pekerjaannya berada di tengah laut, minim sarana dan prasarana.
Pemerintah pasti akan mendukung tumbuhnya wirausaha baru dalam hal ini munculnya bengkel khusus mesin kapal di beberapa titik pesisir kota Bontang. “Selamat belajar, beraktivitas dan selamat berkreasi. Mudah-mudahan harapan pelaksana dan peserta dapat terwujud,” tutupnya. (ra/adv)






