BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana penambahan enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang sementara belum dapat direalisasikan.
Penundaan tersebut menyusul kebijakan moratorium pembangunan dapur baru yang diberlakukan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Regional BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, mengatakan saat ini terdapat 22 dapur SPPG yang telah beroperasi dan masuk dalam sistem pelayanan MBG di tiga kecamatan di Kota Bontang.
Sebelumnya, Bontang ditargetkan memiliki total 28 dapur SPPG guna menjangkau seluruh penerima manfaat program MBG. Namun, enam dapur tambahan yang direncanakan belum dapat dibangun dalam waktu dekat karena kebijakan moratorium yang berlaku secara nasional.
“Masih ada enam titik yang belum dibangun karena ada kebijakan moratorium dari pusat,” kata Surya, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, moratorium tersebut tidak hanya berlaku di Bontang, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia yang masih merencanakan pembangunan dapur baru untuk program MBG.
Selama masa penghentian sementara ini, BGN melakukan refocusing anggaran sekaligus pemetaan ulang kebutuhan dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pembangunan dapur ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan di lapangan dan dapat berjalan lebih efektif.
“Saat ini kami lakukan pemetaan ulang untuk menghitung kebutuhan dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat di tiap wilayah,” ujarnya.
Hasil pemetaan itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi dalam menentukan kebutuhan penambahan dapur SPPG setelah kebijakan moratorium dicabut oleh pemerintah pusat.
Dengan kondisi saat ini, pelayanan MBG di Bontang masih mengandalkan 22 dapur yang telah beroperasi untuk melayani para penerima manfaat di tiga kecamatan. (*)







