BONTANG – Sejak Januari hingga Oktober, 2.798 bibit pohon telah ditanam warga. Penanaman tersebut terlihat di berbagai kelurahan di Kota Taman. Khususnya yang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo menuturkan, penanaman itu bentuk aplikasi berbagai kebijakan Pemkot Bontang.
Seperti, Peraturan Wali Kota Bontang 4/2016 tentang pelaksanaan penanaman pohon bagi calon pengantin, kemudian Nomor 1 Tahun 2017 tentang penanaman pohon bagi CPNS yang diangkat menjadi PNS, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, dan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya PNS.
“Jumlah itu meliputi berbagai jenis bibit pohon. Seperti tanjung, trambesi, mahoni, bougenville, pucuk merah, dan buah-buahan,” terangnya, Rabu (14/11).
Heru menjelaskan, berkat penanaman itu, selain mencapai target seribu lubang biopori, Bontang berhasil meraih Nirwasita Tantra kategori kota kecil atau penilaian status lingkungan hidup daerah (SLHD). Salah satunya berkat program tersebut.
“Jadi keberhasilan itu merupakan hasil persentasi wali kota bersama OPD terkait di Jakarta,” ungkapnya.
Dia menambahkan, penanaman itu sejalan juga dengan visi misi Kota Bontang, Green City. Namun berjalannya waktu, ternyata menjadi salah satu keunggulan Bontang dari kabupaten/kota lain, karena berhasil mendapatkan penghargaan.
“Sampai sekarang program tersebut masih berjalan. Karena ada saja pegawai yang naik pangkat dan gaji. Bisa dipastikan sebulan jumlah akan semakin bertambah lagi,” tutupnya. (ver)







