• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Terkait Permen Dot, BNK Menunggu Rilis BNN, BPOM Nyatakan Bebas Narkoba 

by BontangPost
11 Maret 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
SIDAK: Beberapa penjual jajanan anak-anak di wilayah Pasar Telihan dan Rawa Indah didapati masih memajang permen dot yang diduga mengandung narkoba. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

SIDAK: Beberapa penjual jajanan anak-anak di wilayah Pasar Telihan dan Rawa Indah didapati masih memajang permen dot yang diduga mengandung narkoba. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Minta Tak Pajang Permen Dot

BONTANG – Permen dot yang diduga mengandung bahan berbahaya masih diperjualbelikan di Kota Taman. Ini ditemukan Tim Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang saat inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa tempat yang terindikasi menjual permen dot.

“Kami lakukan sidak ini sebagai deteksi dini, supaya ketika dinyatakan berbahaya, kami tinggal mengambil keputusan untuk menyitanya,” jelas Ketua BNK Bontang Basri Rase yang juga Wakil Wali Kota Bontang didampingi Waka Polres Kompol Mawan Riswandi dan perwakilan dari Kodim 0908/BTG, di sela-sela sidak, Jumat (10/3) kemarin.

Sidak bersama tim gabungan melibatkan Polres Bontang, Kodim 0908/BTG, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang serta Satpol PP Bontang.

Lebih jauh Basri mengatakan, dengan melakukan sidak ini, pihaknya sudah mengetahui di lokasi mana saja pedagang yang menjual permen dot. Seperti di Pasar Telihan dan beberapa toko grosir. “Kalau Pasar Rawa Indah tidak ada,” katanya.

“Kami kami catat toko mana saja yang menjual permen dot, ketika ada gejala pada anak-anak, langsung kami tarik semua stoknya,” tambah Basri.

Tak hanya penyitaan di toko grosir, Basri menyebut jika diperlukan, para pemasok barang tersebut alias kanvas pun akan disita. Apalagi, mereka rutin memasoknya setiap minggu.

Baca Juga:  Warga Bontang Kuala Ditangkap di Samarinda, Masuk Jaringan Pengedar Sabu Lintas Daerah

Oleh karenanya, dari pemasok pun akan dimintai keterangan agar pengirimnya dari Samarinda juga bisa ditertibkan.

Untuk sementara, Basri menyatakan sebelum ada rilis resmi dari Badan Nasional Narkotika (BNN) pihaknya mengimbau pedagang tak memajang lagi permen dot agar tidak dibeli oleh konsumen.

“Bagusnya ditahan dulu stoknya sampai ada perintah resmi dari BNN, kalau misalnya hasilnya negatif, silakan saja dijual kembali,” ujarnya.

Basri menduga, permen dot tersebut sudah banyak beredar di pasaran. Pasalnya, permen dot tersebut didistribusikan oleh kanvas. Pembuktiannya, karena terdapat di 2 titik. “Di wilayah Loktuan kemungkinan terdapat juga permen dot,” katanya.

Pihaknya hanya berdoa, permen dot tidak mengandung bahan berbahaya. “Karena kasihan anak-anak yang telah mengonsumsinya. Saya justru menduga permen tersebut mungkin ada beberapa yang mengandung bahan berbahaya untuk menarik, dan jadi ketergantungan dan sebagai politik dagang, apalagi barang dari luar negeri,” ungkapnya.

Basri juga mengimbau para orang tua, guru dan pihak sekolah agar lebih waspada terhadap produk dari luar. Walaupun tertulis di kemasannya dari BPOM, tetapi pastikan kandungan, masa kedaluarsanya sesuai.

Baca Juga:  24 Ketua RT Baru Berbas Pantai Dikukuhkan, Dirangkai Acara Halal Bihalal Warga 

“Ini kan barang impor semua, maka harus lebih mengawasi anaknya, karena sasarannya anak-anak, bukan remaja atau dewasa, sementara anak-anak tidak paham,” tuturnya.

Kadiskop-UKMP Bontang, Mursyid menyatakan pihaknya tidak akan menyita karena harus dibuktikan dahulu kandungan di dalam permen tersebut. “Kami sudah ambil sample dan biar orang BPOM yang melakukan uji laboratorium,” terang dia.

Salah satu pemilik toko yang di tokonya terdapat sebanyak 34 dus permen dot, Haji Imron menyatakan dirinya mendapat barang tersebut dari Samarinda. Dipasok setiap seminggu sekali, dengan tingkat jual beli yang normal. “Kalau memang tidak boleh dikonsumsi, gampang saja saya kembalikan ke pemasoknya,” ujarnya.

Beberapa sample permen dot diamankan Diskes-KB Bontang untuk dilakukan pengecekan kandungannya di BPOM.

BEBAS NARKOBA

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyatakan permen merk ‘Penguin Brand’ atau permen dot bebas kandungan narkoba dan psikotropika.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers Kamis (9/3), mengungkapkan uji laboratorium telah dilakukan pada permen tersebut.

Ia mengatakan dari 12 parameter yang diuji, semuanya menunjukkan hasil negatif. “Kami sudah koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional dan disimpulkan bahwa permen dot tidak mengandung narkotika,” demikian penjelasan Penny di sela Munas BPOM 2017 di Batu.

Baca Juga:  Fungsi Pengawasan Beralih ke Provinsi 

Pengujian terhadap permen dot dilakukan di BPOM Surabaya sebagai tempat ditemukannya jajanan tersebut. Selain di Surabaya, uji permen dot juga dilakukan di BPOM Bandar Lampung dan Serang. Seluruhnya menunjukkan hasil negatif narkotika.

Penny menambahkan pengujian kandungan rhodamin B dan formalin pada permen dot juga menunjukkan hasil negatif. Hasil negatif menandakan permen tersebut masih bisa beredar dan dikonsumsi.

“Kami minta masyarakat tenang namun tetap waspada mengonsumsi makanan apa pun karena bisa saja terkontaminasi atau dikontaminasi,” imbuhnya.

Berdasarkan penelitian BPOM, permen dot telah mengantongi izin edar yang akan berakhir pada 2018 mendatang. Permen impor dari Cina itu banyak diperjualbelikan di lingkungan sekolah Surabaya. Meski demikian Penny menginstruksikan kepada seluruh BPOM di daerah untuk ikut mengecek produk yang dimaksud.

Pemerintah Surabaya melalui seluruh jajarannya merazia permen dot di sejumlah sekolah dan pasar. Isu permen dot mengandung narkotika santer berhembus di media massa dan media sosial sejak 6 Maret silam. Isu ini mencuat setelah Pemkot Surabaya mencurigai adanya kandungan rhodamin-B dan formalin. (mga/net)

Tags: bontangnarkobapermen dot
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sibuk Urus PAD, Tak Lupa Kembangkan Persepak Bolaan Usia Dini

Next Post

Tangkal Krisis Moral, Melalui Pengajian Pare-Pare 

Related Posts

Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan
Kriminal

Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

30 Oktober 2026, 10:39
Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu
Kaltim

Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu

29 Oktober 2026, 10:00
Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu
Kriminal

Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu

26 Oktober 2026, 17:18
Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu
Bontang

Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu

22 Oktober 2026, 12:08
Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang
Bontang

Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang

20 Oktober 2026, 13:19
Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang
Kriminal

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang

19 Oktober 2026, 20:52

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.