• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan

Tidak Ada Tit for Tat di Lira

by M Zulfikar Akbar
13 Agustus 2018, 05:45
in Catatan, Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya was-was. Seminggu ke depan ini. Penuh tanda tanya: apakah Turki kuat. Atau kian terpuruk.

Mata uang Turki, Lira, tiba-tiba anjlok 18 persen. Akhir pekan lalu. Dalam sehari. Total turun 40 persen. Selama tahun ini saja.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung posting di twitter: Turki di ambang krisis ekonomi.

Trump memang lagi menghukum Turki. Sekarang ini. Dan akan menghukum Iran lagi. Dua bulan lagi. Dan terus menghukum Tiongkok. Sampai kapan pun.

Trump menuduh: Erdogan sengaja memenjarakan seorang pastor. Dari Amerika. Namanya: Andrew Brunson.

Erdogan menjawab: pastor tersebut terlibat mata-mata. Terkait dengan kudeta yang gagal itu. Bulan Mei 2016 lalu.

Trump minta pastor itu dibebaskan. Tidak salah, katanya.

Erdogan menolak.

Langsung saja Trump menaikkan tarif impor baja dari Turki. Juga aluminium.

Padahal baja Turki sudah dikenakan bea masuk 25 persen. Sebagai hukuman juga. Karena Turki menjalin kontrak dagang dengan Iran.

Turki menerima hukuman ganda: tarif 50 persen.

Itu langsung berpengaruh pada mata uang Lira.

Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki, masih bertahan. Tetap tidak mau membebaskan pastor Andrew. ”Kita masih punya pendukung agung. Tuhan,” katanya.

Erdogan juga terus mengampanyekan ini: fondasi ekonomi Turki kokoh. Jatuhnya Lira hanya sesaat saja.

Saya akan terus mengamati perkembangan Turki ini. Setiap waktu. Sampai kondisinya menjadi stabil.

Turki bukanlah Tiongkok. Turki tidak bisa main tit for tat dengan Amerika. Beda dengan Tiongkok. Setiap tindakan Trump ke Tiongkok bisa dibalas. Setimpal. Mata dengan mata. Tangan dengan tangan. Selalu tit for tat.

Tapi Erdogan memang sangat keras. Pada para pelaku kudeta dan penyokongnya. Ia telah mencurigai Barat berada di balik kudeta itu.

Turki sebenarnya sahabat Barat. Sejak lama. Turki satu-satunya negara Islam anggota NATO. Sepak bolanya pun ikut kompetisi Eropa.

Sebagian kecil wilayah Turki memang masuk benua Eropa. Yakni yang sebelah barat selat Bosphorus. Misalnya kota Istanbul.

Sebagian besar lagi masuk benua Asia. Tapi Turki lebih mengidentikkan dirinya sebagai Eropa. Bukan Asia.

Hanya saja Eropa menerima Turki masih setengah hati. Belum boleh menggunakan mata uang Euro. Belum boleh masuk masyarakat ekonomi Eropa.

Puluhan tahun Turki memperjuangkan itu. Tetap saja gagal. Alasan resminya: demokrasi di Turki belum demokrasi yang utuh. Juga: indikator-indikator  ekonominya masih terlalu jauh dari negara Eropa lainnya.

Turki telah menjadi kebanggaan masyarakat Islam dunia. Kalau sampai runtuh hilanglah kiblat ekonomi itu.

Turki tidak sendirian. Mata uang Tiongkok juga merosot. Sejak perang dagang dengan Trump. Tapi tidak drastis. Hanya 8 persen.

Itu pun disengaja. Justru sebagai salah satu alat perang dagang.

Sabtu kemarin adalah genap tiga tahun Tiongkok membebaskan nilai tukar Yuan.   Sejak itu yuan malah menguat. Saking kuatnya teman-teman saya di Tiongkok mengeluh. Yuan terlalu kuat.

Maka kesempatan perang ini digunakan untuk sedikit melemahkan yuan. Lira tidak sekuat itu.

Perang ini ternyata kian luas. Turki kini jadi sorotan dunia: ditunggu jurus-jurusnya. (dahlan iskan)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

EMAS HITAM DI ATAS MAHAKAM

Next Post

Wali Kota: Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Related Posts

Jenderal Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Resmi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden
Nasional

Jenderal Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Resmi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

3 November 2026, 21:56
Antisipasi Solar Habis, Siapkan Dexlite
Bontang

Laporan BKU Belum Masuk ke AUJ Bontang, Keuntungan SPBN Tanjung Limau Dipertanyakan

3 November 2026, 19:47
Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin Apresiasi Kinerja Unggul PKT
Pupuk Kaltim

Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin Apresiasi Kinerja Unggul PKT

3 November 2026, 19:39
8 Manfaat Meninggalkan Rokok Elektrik Vape
Nasional

Polri Larang Anggota Aktif dan PNPP Gunakan Vape, Berlaku di Seluruh Indonesia

3 November 2026, 15:00
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Rekam Jejak AST, Mantan Pimpinan Ponpes Bontang yang Kini Jadi Tersangka

3 November 2026, 12:05
Banjir Bontang Belum Tuntas, Pengendalian Hulu Jadi Kunci Utama
Bontang

Polder Satimpo dan Tanggul Gunung Elai Disiapkan untuk Atasi Banjir Bontang

3 November 2026, 11:30

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Rekam Jejak AST, Mantan Pimpinan Ponpes Bontang yang Kini Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Pondok Pesantren di Bontang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditentang Orangtua saat Ingin Mondok, Kini Kembangkan Ponpes Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisioner KPU Samarinda Masuk Daftar Tersangka Korupsi Bisnis Batu Bara Rp31 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.