BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai mematangkan rencana pembangunan dua infrastruktur untuk memperkuat pengendalian banjir. Proyek tersebut meliputi Polder Satimpo dan tanggul Sungai Bontang di Kelurahan Gunung Elai.
Keduanya kini memasuki tahapan pemantapan perencanaan teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melalui Bidang Sumber Daya Air, Mineral dan Sanitasi Daerah (Samsda) telah menyelesaikan presentasi akhir kajian teknis serta Detail Engineering Design (DED) Polder Satimpo.
Pada kesempatan yang sama, perencanaan teknis pembangunan tanggul Sungai Bontang di Gunung Elai juga dipresentasikan.
Kepala Bidang Samsda PUPRK Bontang Edi Suprapto mengatakan, penyusunan kajian dan desain teknis menjadi bagian penting sebelum proyek masuk ke tahap pembangunan. Dokumen tersebut diperlukan agar infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pengendalian banjir.
“Melalui presentasi akhir ini, kami berharap seluruh hasil kajian dan perencanaan teknis dapat menjadi dasar yang kuat dalam mendukung upaya pengendalian banjir di Kota Bontang,” ujarnya.
Menurut Edi, setiap rencana pembangunan harus melalui perhitungan yang matang. Kondisi wilayah, aspek teknis, hingga manfaat bagi masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan desain.
“Perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, aspek teknis, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dia menjelaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis infrastruktur. Diperlukan sistem yang saling terhubung dan dirancang untuk mendukung pengelolaan aliran air secara berkelanjutan.
“Penanganan banjir membutuhkan perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Polder Satimpo direncanakan menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir melalui pengelolaan sumber daya air. Sementara pembangunan tanggul Sungai Bontang di Gunung Elai diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan di sekitar aliran sungai.
Meski tahapan perencanaan kedua proyek telah dipresentasikan, hasil kajian dan desain teknis tersebut masih menjadi dasar untuk menentukan langkah pembangunan selanjutnya.
PUPRK Bontang berharap pematangan perencanaan ini dapat menghasilkan infrastruktur yang tepat sasaran. Dengan begitu, upaya mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman dapat dilakukan secara lebih terarah. (*)







