• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tiket Pesawat Mahal Ancam Penurunan Okupansi Hotel

by M Zulfikar Akbar
18 Februari 2019, 15:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
PILIHAN TEPAT: Masyarakat yang menginap di hotel Blue Sky Balikpapan dipastikan bisa tidur dengan nyenyak karena setiap kamar didesain dengan rapi dan bersih. Tahun ini, sektor perhotelan dibayangi penurunan okupansi karena mahalnya tiket pesawat.DOKUMEN/KALTIM POST

PILIHAN TEPAT: Masyarakat yang menginap di hotel Blue Sky Balikpapan dipastikan bisa tidur dengan nyenyak karena setiap kamar didesain dengan rapi dan bersih. Tahun ini, sektor perhotelan dibayangi penurunan okupansi karena mahalnya tiket pesawat.DOKUMEN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – Pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kaltim. Pasalnya ancaman dari mahalnya tiket pesawat bisa mengurangi jumlah okupansi hotel.

Ketua PHRI Balikpapan Sahmal Ruhip mengatakan, ketika tambang batu bara jatuh, pemerintah begitu serius ingin menggerakkan pariwisata lokal. Namun, ketika naik lagi, justru terlena. “Sampai saat ini belum ada pengembangan pariwisata yang serius,” tegasnya, Minggu (17/2).

Ia menyatakan, pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim harus serius menggeliatkan sektor pariwisata jika ingin memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) lain. Terlebih tahun ini targetnya naik. Menurut Sahmal, selama ini pemda belum banyak menunjukkan rencana kerja atau rancangan pembangunan pariwisata di Kota Minyak. Yang ada hanya seminar dan acara yang digelar di hotel saja.

Baca Juga:  Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak

“Pariwisata seperti apa yang mau ditampilkan di Balikpapan? Membangun infrastruktur untuk pariwisata juga tak semudah yang dipikirkan. Apa pariwisata yang bisa dijual di Balikpapan?” keluh Sahmal.

Menurutnya, pada awal tahun ini bisnis hotel di Balikpapan mengalami kelesuan yang cukup signifikan karena berkurangnya wisatawan yang datang ke Balikpapan. Efek mahalnya tiket pesawat dan tarif bagasi berpengaruh besar. “Ini bisa dilihat dari beberapa kota besar ketika tanggal merah lalu. Dari info teman-teman tidak seramai hari libur biasanya,” ungkapnya.

Sahmal menilai, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya berimbas pada menurunnya okupansi penumpang tetapi juga okupansi barang. Pasalnya, pelaku usaha masih terbebani dengan tingginya bagasi yang dikenakan.

Bahkan, sambungnya, turunnya okupansi ini juga menjadi keprihatinan PHRI secara nasional akibat tingginya biaya tiket pesawat. Permasalahan tersebut sempat dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Jakarta.

Baca Juga:  Banyak Tambang Cacat Administrasi, Ini Rinciannya

Selain bisnis perhotelan yang melesu, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Balikpapan juga mengalami kendala pengiriman ke daerah lain. Sehingga, profit yang ditargetkan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin tidak tercapai. Alhasil, sektor ekonomi kreatif di Balikpapan juga cenderung stagnan.

“Kehadiran biaya bagasi itu juga membuat okupansi hotel di Balikpapan pada awal tahun ini menurun. Jadi lebih sepi. Orang yang datang ke Balikpapan pun tak mau banyak belanja, sebab tidak mau bayar bagasi,” terang Sahmal.

Kurangnya perhatian Pemkot Balikpapan terhadap pariwisata, juga menjadi faktor beralihnya penumpang menuju Kaltim yang biasanya melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, ke Samarinda, melalui Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. “Kehadiran APT Pranoto ini bukan hanya memengaruhi bisnis transportasi, tetapi juga hotel,” papar Sahmal.

Baca Juga:  Gubernur Ingin Kaltim Punya SDM Berdaya Saing Global 

Adapun komitmen anggota PHRI Balikpapan setelah Rakernas PHRI ke-IV adalah mendorong Pemkot Balikpapan untuk serius merancang pembangunan sektor pariwisata. Selain itu, anggota PHRI mengimbau perlunya bantuan dana pengembangan pariwisata ke pemerintah pusat apabila dari bobot APBD tingkat kota dan provinsi tidak mencukupi.

Kepalan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, Balikpapan tidak boleh bergantung kepada sumber daya alam yang selama ini jadi tumpuan. Pasalnya dana bagi hasil dari pusat juga sudah turun. Untuk menggerakkan ekonomi daerah perlu sumber baru.

“Rencana kerja saya satu tahun ini juga akan fokus kepada pariwisata. Dari sektor ini akan banyak sektor lain yang hidup. Stakeholder terkait saya harap bisa mendukung dengan baik,” tutupnya. (aji/ndu/k18/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: hotelkaltimokupansiPariwisatatiket pesawat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kantong Plastik Dilarang, Pemkot Bontang Bakal Kumpulkan Pedagang

Next Post

Ibadah Haji 2019, Kemenag Seleksi 27 Petugas

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00
Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim
Kaltim

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Kaltim

19 Mei 2022, 16:55

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.