BONTANG – Pucuk komando tertinggi Kodim 0908/BTG resmi berganti. Kini, jabatan Letkol Arh Gunawan Wibisono digantikan oleh Letkol Arm Eko Pristiono, S.H. Upacara penyambutan menggunakan tradisi tepung tawar oleh sesepuh suku Kutai diiringi Tari Jepen berlangsung khidmat, Sabtu (24/11) di Makodim 0908/BTG.
Letkol Arh Gunawan Wibisono dalam sambutannya mengatakan, kegiatan serah terima jabatan (sertijab) Dandim 0908/BTG lama ke baru telah berjalan lancar. Di mana pelaksanaannya telah dilakukan di Makorem 091/ASN Samarinda, Jumat (23/11) lalu. Banyak pengalaman baru selama ia menjadi komandan satuan kewilayahan. Karena sebelumnya berkiprah di komando satuan tempur atau bantuan tempur maupun di lembaga pendidikan.
“Dari kesempatan ini dapat pembelajaran dan pengalaman baru bagaimana berupaya untuk menyiapkan satuan kewilayahan dengan segala komponen yang ada di dalamnya. Untuk setiap saat diberdayakan di dalam kegiatan pertahanan nasional. Tentunya bersinergi dengan komponen masyarakat agar dapat tercipta kondusifitas wilayah kota Bontang,” ucap dia.
Masyarakat Bontang yang multikultural dengan berbagai suku, agama, dan latar belakang. Terciptanya keselarasan dengan unsur Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh adat, menjadi suatu kenangan indah bagi suami dari Dian Gunawan Wibosono itu. “Yang membuat saya berkesan di kota Bontang karena keberagaman ini betul-betul menjadi suatu keunikan untuk bersatu dan semangat untuk saling mendukung satu sama lain,” tutur dia yang sempat menjabat sebagai Dandim 0908/BTG selama 1 tahun 6 bulan itu.
Di tempat sama, Letkol Arm Eko Pristiono, S.H selaku Dandim 0908/BTG yang baru mengatakan akan melanjutkan tugas Dandim sebelumnya. Secara internal dan eksternal akan melakukan beragam tugas pokok sebagai Komandan Kodim. Melakukan pembinaan satuan kepada prajurit maupun Persatuan Istri Prajurit (Persit).
“Kami akan mendukung dan melaksanakan tugas-tugas pemkot. Sinergi antara Kodim, pemkot, elemen masyarakat. Kita berhubungan dengan masyarakat dan seluruhnya. Saya punya prinsip dapat memberi dampak kepada pemerintah beserta masyarakatnya,” kata dia.
Bontang sangat unik dalam hal kultural dan keberadaan objek vital nasional sehingga butuh kondusifitas yang sangat baik. Senyum, sapa, dan salam adalah tiga hal yang akan diterapkan kepada masyarakat. Baginya, ketika ketiga hal ini dapat terwujud maka akan terbentuk keindahan. “Kami berharap apa yang dilaksanakan dapat terus didukung. Kami pun memohon doa restu sehingga dapat bertugas lebih baik dan meneruskan estafet kepemimpinan dari Dandim sebelumnya,” tutupnya.
Pada sore harinya, tradisi pelepasan Dandim lama pun digelar. Seluruh anggota Kodim 0908/BTG, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX, Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) beserta Warakawuri, berbaris rapi mengantarkan kepergian Letkol Arh Gunawan Wibisono beserta istri dengan suasana syahdu. (ra/adv)






