BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) mulai memproses pembangunan turap di kawasan Bontang Kuala. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan tanggul yang mengarah ke laut guna mengantisipasi luapan air sungai dan banjir rob.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Edi Suprapto, menjelaskan turap yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 130 meter, lebar 4,7 meter, dan tinggi mencapai 6 meter. Pengerjaan tahap awal dilakukan pada satu sisi terlebih dahulu.
“Ini merupakan proyek lanjutan terkait penurapan DAS Bontang,” ujar Edi.
Saat ini proyek masih dalam tahap pengadaan menggunakan skema e-katalog. Pemkot Bontang menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk pembangunan tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), pengerjaan dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga Agustus.
Edi menyebut kebutuhan turap di kawasan Bontang Kuala masih cukup panjang. Pembangunan 130 meter ini bahkan belum mencapai 50 persen dari total kebutuhan pengamanan tanggul di wilayah tersebut.
“Masih panjang. Belum sampai 50 persen. Bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Dinas PUPRK memastikan penanganan turap akan dilanjutkan setiap tahun anggaran, terutama di titik rawan yang berpotensi terdampak gelombang laut maupun debit air tinggi.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat struktur tebing sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur di kawasan pesisir. Diketahui, Bontang Kuala kerap terdampak banjir rob. Saat air laut pasang, sungai tidak mampu menahan debit air sehingga luapan menggenangi badan Jalan Piere Tandean. (ak)

