BONTANGPOST.ID, Bontang – Di balik aktivitas industri migas dan petrokimia, UMKM di Kota Bontang masih menghadapi keterbatasan akses menuju rantai pasok industri besar. Pemerintah daerah menilai manfaat investasi belum sepenuhnya menjangkau pelaku ekonomi kecil dan menengah.
Banyak UMKM lokal belum tersambung ke kebutuhan industri, sementara koperasi di tingkat kelurahan masih berupaya memperkuat struktur bisnisnya. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Bontang menghadirkan terobosan melalui peran Koperasi Merah Putih.
Koperasi ini ditempatkan sebagai simpul penggerak ekonomi di setiap kelurahan. Selain menjalankan fungsi lembaga keuangan, koperasi juga menjadi perantara antara usaha besar dan pelaku UMKM.
Implementasi ini menjadikan Bontang sebagai daerah pertama di Kaltim, bahkan mungkin di Indonesia, yang menerapkan kemitraan tersebut. “Langkah ini sebagai upaya mengubah pola lama investasi agar manfaat industri bisa lebih merata,” kata Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur.
Lebih dari sekadar program ekonomi, gerakan ini menandai transformasi Bontang dari kota industri menuju kota kolaborasi. DPMPTSP menilai kemitraan tersebut sebagai gerakan sosial ekonomi yang memperkuat posisi UMKM dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil di daerah. (*)







