BONTANG – Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan warga Gunung Telihan, Dina Ridiani masih terus didalami oleh Satlantas Polres Bontang. Bahkan, untuk memastikan kronologis kejadian, pihak kepolisian masih meminta keterangan dari saksi.
Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kasat Lantas AKP Imam Syafi’i, mengatakan sebelumnya telah mendapatkan keterangan dari dua saksi. Meliputi pengemudi bus milik salah satu perusahaan tambang dan seorang penumpang yang duduk di bagian depan.
“Hari ini (kemarin, Red.) kami masih memeriksa saksi. Karena ada beberapa orang yang baru bisa diperiksa,” katanya.
Saksi tersebut ialah pelajar yang berada di dekat lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Pelajar tersebut berada di belakang posisi bus saat melintas. Keterangan saksi akurat diperlukan sehubungan adanya beberapa versi kronologis kejadian. Terutama erat kaitannya dengan arah kendaraan yang ditumpangi oleh korban. Mengingat ada versi yang menyebut bahwa korban berasal dari salah satu pertokoan di dekat TKP.
Tak hanya itu, Satlantas Polres Bontang juga tetap akan mendatangkan mekanik. Guna memeriksa kondisi kelaikan kendaraan bus yang menghantam kendaraan roda dua Honda Karisma dengan nomor pelat KT 3154 DL yang dikemudikan oleh korban. Akan tetapi, terjadi sedikit perubahan terkait mekanik yang didatangkan tersebut. Semula, Polres Bontang berencana mendatangkan dari pihak perusahaan pemilik bus.
“Kami akan mendatangkan mekanik dari luar. Biar lebih independen,” ucapnya.
Rencananya, Satlantas Polres Bontang bakal menggelar kejadian perkara pada hari ini. Rekaman kamera closed circuit television (CCTV) yang berada di sekitar TKP pun telah dikantongi oleh kepolisian. “Ini menjadi alat bukti,” tutur dia.
Saat ini, kendaraan bus masih diamankan di Mapolres Bontang. Termasuk dengan sopir kendaraan yang berinisial BW. Diberitakan sebelumnya, kecelakaan pertama di tahun 2020 tersebut menelan korban jiwa. Dina langsung menghembuskan napas terakhir setelah ditabrak bus milik salah satu perusahaan tambang di Jalan Cipto Mangunkusumo, Jumat (10/1/2020) lalu.
Berdasarkan penuturan saksi mata Angga Dwi Restu Ramadan, korban yang berusia 57 tahun itu dari arah depan SMKN 1 Bontang menuju Loktuan. Namun, di dekat simpang tiga Perum Bukit Sekatup Damai (BSD), korban memutar arah. Dituturkan dia, laju kendaraan korban pun pelan.
“Tiba-tiba terdengar suara keras. Baru lihat korban sudah berada di bawah kolong bus,” kata Angga.
Pelajar SMKN 1 Bontang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan kelas XII ini menuturkan, bus berasal dari arah yang sama. Laju bus pun dalam kategori sedang. Ditaksir 50 kilometer per jam. Pasca tabrakan, kendaraan yang bertugas mengangkut karyawan perusahaan itu langsung menepi. Jenazah telah dimakamkan pada Jumat lalu sekira pukul 16.00 Wita di tempat pemakaman umum kilometer 4. (*/ak/kpg)







