• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Usaha Kuliner dan Hotel di Bontang Seret

by BontangPost
5 Februari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rustam (Dok/Bontang Post)

Rustam (Dok/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Defisit Keuangan Mulai Berdampak

BONTANG – Kondisi defisit keuangan mulai berdampak pada geliat usaha masyarakat di Kota Bontang. Salah satunya usaha kuliner dan perhotelan yang mulai mengalami penurunan pendapatan. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya pengunjung di rumah makan-rumah makan di Bontang dan menurunnya tingkat hunian hotel secara drastis.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bontang Rustam menuturkan, penurunan ini sudah terlihat sejak Januari tahun ini. Dari total 18 hotel yang tergabung dalam PHRI, rata-rata tingkat hunian atau okupansi hanya mencapai 30 persen. Bahkan ada salah satu hotel yang pengelolanya sudah angkat tangan dan pergi.

“Memasuki 2017 merupakan saat-saat yang berat bagi pengusaha hotel di Bontang. Dengan tingkat hunian yang rendah, berdampak pula pada usaha kuliner yang mengalami penurunan pelanggan,” ungkap Rustam saat dihubungi media ini, Sabtu (4/2) kemarin.

Dari pengamatannya, banyak rumah makan di Bontang yang tampak sepi bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di koperasi PKT dan kawasan Bontang Kuala misalnya, dulu selalu penuh setiap malam Minggu. Kini jumlah pengunjungnya tak lagi seramai dulu. Hal ini kemungkinan dikarenakan menurunnya daya beli masyarakat akibat kondisi keuangan yang menurun. Adanya pemotongan gaji para pegawai baik honorer maupun PNS menjadi salah satu penyebabnya.

Sehingga ketimbang menikmati santapan di rumah makan, masyarakat lebih memilih berhemat dengan memasak di rumah sendiri. “Saya juga yang biasanya makan di luar, sekarang ini lebih banyak makan di rumah saja,” tambahnya.

Dengan kondisi seperti ini, Rustam yang juga ketua komisi III DPRD Bontang meminta para pengusaha kuliner untuk tidak menyerah. Dalam hal ini, diharapkan para pengusaha bisa bertahan hingga perekonomian kembali membaik. Dengan proyek-proyek besar siap dibangun di Bontang, tentu bisa menggerakkan kembali perekonomian di Kota Taman.

“Banyak teman pengusaha yang mengeluh dengan kondisi saat ini. Kalau kami sarankan untuk bertahan dulu hingga kondisinya membaik,” ujar Rustam.

Guna tetap bertahan, dia menyarankan agar para pengusaha bisa berhemat. Yaitu dengan menekan biaya operasional seminim mungkin. Namun bukan berarti mesti melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Karena bila hal itu dilakukan, justru akan menimbulkan masalah baru. Yang bisa dilakukan dalam menekan biaya operasional ini misalnya dengan mematikan lampu yang tidak perlu, atau dengan mengurangi biaya-biaya pengeluaran yang tidak perlu.

“Kondisi usaha yang lesu ini bukan hanya terjadi di Bontang. Para pengusaha di daerah-daerah lain di Kaltim rata-rata juga mengeluhkan hal yang sama. Apalagi di Bontang yang selama ini hanya mengandalkan sektor migas,” ungkapnya.

Lesunya kegiatan usaha ini juga diungkapkan Sumaryono, pedagang ayam potong di Pasar Taman Telihan. Kata dia, jumlah pesanan ayam potongnya mengalami penurunan drastis dalam kondisi defisit saat ini. Bila sebelum defisit dia bisa melayani pesanan ayam potong hingga 600 ekor dalam sehari, kini dia hanya mampu melayani sebanyak 400-an ekor.

“Permintaan dari pelanggan juga berkurang. Bila dulu dalam sehari pelanggan saya bisa memesan 35 sampai 40 ekor, sekarang ini hanya 15 sampai 20-an ekor,” kata Sumaryono.

Penurunan permintaan ini kata dia sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Karena itu dia saat ini lebih fokus bertahan dalam bisnisnya ketimbang mengejar omzet. Sama seperti Rustam, Sumaryono menyebut menurunnya pendapatan ini dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun setelah terjadinya defisit. Belum lagi faktor-faktor lainnya seperti bertambahnya kompetitor dan juga penjualan secara online.

“Pedagang di sini banyak yang mengeluhkan kondisi ini. Makanya saya bilang bisa bertahan saja sudah bagus. Karena itu saya berusaha untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan menjaga komunikasi dengan pelanggan-pelanggan saya,” tandasnya. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kedapatan Ngoplos hingga Berduaan dalam Kamar, Lima Pemuda Digerebek di Rumah Kontrakan 

Next Post

Salam: Saya Pelajari Dulu Aturannya

Related Posts

Potensi Retribusi Parkir Tepi Jalan Bontang Rp440 Juta, Realisasi Masih Jauh dari Target
Bontang

Potensi Retribusi Parkir Tepi Jalan Bontang Rp440 Juta, Realisasi Masih Jauh dari Target

28 April 2026, 16:30
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah, 14 MeninggaL, 84 Orang Alami Luka
Nasional

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah, 14 MeninggaL, 84 Orang Alami Luka

28 April 2026, 15:28
Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban
Kriminal

Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

28 April 2026, 14:58
Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus
Kriminal

Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

28 April 2026, 13:20
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.