BONTANG – Perbaikan jalan HOP Komplek Badak LNG belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 sudah di ‘ketuk palu,’ dan usulan mengenai perbaikan jalan HOP tersebut tidak masuk dalam APBD 2017.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) melalui Kabag Bina Marga, Abd. Azis Muslimin mengatakan, rencana perbaikan Jalan HOP sudah masuk dalam data Dinas PUPRK. Akan tetapi, mengingat kondisi anggaran Pemkot Bontang yang defisit, memaksa pemotongan beberapa proyek yang sudah diusulkan.
“Pengerjaan yang dilakukan beberapa waktu ke depan yakni peningkatan jalan Moh Roem, peningkatan jalan Urip Sumoharjo Bontang Lestari, terusan jalan Teluk Kadere, pembangunan Jembatan Kelurahan Gunung Telihan dan pengecoran jalan Setya Lencana,” ujarnya.
Mengenai anggaran di atas menggunakan dua sumber dana, yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan bantuan Provinsi Kaltim. “Untuk perbaikan jalan HOP akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2017 atau APBD 2018, namun tak menutup kemungkinan apabila Pemkot Bontang masih mengalami defisit anggaran, akan digunakan DAK pemerintah pusat dan bantuan Provinsi Kaltim,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Forum RT Gunung Telihan mendesak Pemkot Bontang memperbaiki jalan HOP Komplek Badak LNG yang belum kunjung dilaksanakan. Padahal telah terjadi proses peralihan pemeliharaan infrastruktur dari Yayasan LNG Badak ke Pemkot Bontang pada jaman pemerintahan wali kota sebelumnya.
Forum RT Kelurahan Gunung Telihan juga hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan sebanyak 2 kali telah meminta untuk masuk dalam APBD 2016. Tetapi sampai sekarang hanya beberapa ruas jalan saja yang sudah diperbaiki. Pengerjaan jalan yang sudah dilakukan sampai saat ini yakni sekitar Masjid Darussalam Badak LNG komplek HOP VI. Waktu pengerjaan jalan tersebut diselesaikan pada akhir 2015 silam. Area tersebut meliputi Jalan Jawa, Irian, dan Timor. (*/ak)







