• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Utang Malaysia

by BontangPost
28 Maret 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH DAHLAN ISKAN

Tumben ini terjadi. Seumur-umur baru kali ini utang luar negeri Malaysia diributkan.

Mungkin karena di sana juga segera Pemilu. Mungkin juga karena baru sekarang ini hutang Malaysia mencapai 50 persen dari GDP.

Belum pernah rationya sebegitu tunggi. Jauh lebih tinggi dari hutang Indonesia.

Mungkin juga ribut-ribut di sana itu sekedar karena ketularan keributan di Indonesia.

Waktu berobat di Singapura bulan lalu saya nyeberang ke Johor Bahru. Sambil menunggu jadwal dokter berikutnya. Sebulan lalu isu utang itu belum jadi kehebohan.

Yang ramai saat itu juga sama dengan yang lagi ramai di Indonesia: kehadiran proyek Tiongkok yang sangat masif. Dan dampaknya bagi perkembangan sosial.

Saya sempatkan keliling kota-kota baru di Johor Bahru. Seperti Iskandar City dan Forest City. Untuk menangkap suasana kebatinan di sana: mengapa proyek-proyek semacam itu jadi isu.

Baca Juga:  Bahagia Walau Gagal Gemuk

Sangat menarik. Tapi kali ini topiknya hutang Malaysia. Bukan proyek Tiongkok di sana.

Berapa sih sebenarnya utang Malaysia yang diributkan itu?
Untuk ukuran kita jumlahnya tidak sampai sebesar ujung jari kelingking: 684 miyar ringgit. Kalikanlah 3.500. Hanya Rp 2.000 triliun.

Besar juga ya? Dan itu mencapai 51 persen GDP.

Size ekonomi Malaysia memang jauh lebih kecil dari Indonesia. Meski rata-rata pendapatan rakyatnya hampir empat kali lipat lebih tinggi dari pendapatan rakyat Indonesia. Data terakhir, 2016, income per capita rakyat Malaysia adalah 11.000 dolar AS.

Di Malaysia perdebatannya bukan hanya soal besaran utang. Tapi juga bagaimana menyelesaikannya.

Mahathir Muhamad misalnya. Tokoh sentral oposisi saat ini, menunjukkan bukti. Pada zaman pemerintahannya bisa membangun begitu maju Malaysia. Tanpa utang yang menggunung. Tanpa proyek dari Tiongkok.

Kini tokoh yang sudah berusia 92 tahun itu memang ingin come back. Kalau Koalisi Harapan yang dipimpinnya menang pemilu Mahathir akan jadi perdana menteri lagi. Partai Tionghoa masuk dalam koalisi ini.

Baca Juga:  Trump

Mempersoalkan utang termasuk strategi mengalahkan koalisi UMNO yang kini memerintah. Dengan perdana menteri Najib Razak, putra Tun Razak yang legendaris.

Meski kini Mahathir turun tangan sendiri belum tentu Pakatan Harapan menang. Sang petahana telah mencengkeram semua kehidupan begiti dalamnya.

Kasus korupsi yang begitu besarnya, yang terbongkar sejak dua tahun lalu masih belum bisa menggoyahkan Najib. Rakyat Malaysia begitu permisif terhadap korupsi.

Misalnya sopir taksi di Johor Bahru ini. Ketika soal korupsi itu saya bicarakan dengannya sang sopir bersikap begini: Najib itu orang baik. Istrinyalah yang rakus.

Lantas dia menceritakan soal istri Najib panjang lebar.

Dia akan tetap pilih UMNO. Mahathir dianggap sudah terlalu tua. Juga tidak bersih-bersih amat.

Baca Juga:  Perang Dagang Siapa Menang

Meski pers di Malaysia sangat tidak bebas toh masih banyak ocehan di media sosial. Termasuk dalam wujud humor.

Misalnya ini:
Najib dan Mahathir masuk toko roti. Tidak beli apa-apa.

Sampai di luar Najib membanggakan diri. Bisa mencuri tiga roti tanpa ketahuan. Dia tunjukkan ke Mahathir tiga roti di dalam sakunya.

Mahathir mencela Najib. Mengapa harus mencuri.

Dia ajak Najib masuk toko roti lagi. Ingin menunjukkan bagaimana bisa dapat tiga roti tanpa mencuri.

Sampai di dalam, Mahathir bicara dengan pemilik toko. Disaksikan Najib. “Tolong beri saya tiga roti. Akan saya tunjukkan keajaiban tiga roti Anda,” ujar Mahathir.

Pemilik toko memberikan tiga roti itu. Mahathir memakannya satu persatu.

Habis. Tidak tampak ada keajaiban.

“Mana keajaibannya?” tanya penjual roti.

“Lihat! Tiga roti yang saya makan tadi sudah pindah ke saku teman saya ini!” (dis)

Tags: catatan dahlan iksan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Laut Bontang Diguncang Gempa 

Next Post

Istri Jadi Tulang Punggung, Hidupi Empat Anak

Related Posts

Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

9 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Manufacturing Hope

8 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Adu Kuat Kereta Cepat

4 Mei 2018, 09:15
Obat #Stress2019 Ala Shanghai
Dahlan Iskan

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

3 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

2 Mei 2018, 09:15
Ideologi Republik dari Kansas
Dahlan Iskan

Ideologi Republik dari Kansas

1 Mei 2018, 09:15

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.