BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang memutuskan membongkar dan membangun ulang bagian kaki pondasi turap di Gang Milik Bersama, Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api, setelah muncul keluhan warga terkait kualitas pengerjaannya.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air (SAMSDA) Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat, meskipun hasil pengecekan awal menunjukkan pekerjaan masih sesuai spesifikasi teknis.
Menurutnya, bagian kaki turap yang dipersoalkan warga baru berumur sekitar satu hari ketika video tersebut direkam. Kondisi itu membuat material belum mengeras sempurna sehingga masih mudah terkelupas saat dikopek.
“Bagian yang dipermasalahkan itu baru dicor sekitar satu hari, jadi materialnya memang belum mengeras sempurna. Di titik lain yang lebih dulu dikerjakan, kondisinya sudah keras,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, Dinas PUPRK tetap memutuskan membongkar dan membangun ulang bagian tersebut untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus menjawab keraguan masyarakat.
“Demi meyakinkan warga, kami putuskan bongkar dan bangun ulang bagian kaki pondasi yang dipersoalkan,” kata Edi.
View this post on Instagram
Ia menjelaskan, proyek pembangunan turap di sepanjang Sungai Bontang saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Dari total tujuh segmen pekerjaan, lima segmen sedang dalam tahap pelaksanaan.
Pembangunan turap tersebut dibiayai melalui APBD Kota Bontang 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp11 miliar. Proyek yang mulai dikerjakan sejak Juni 2026 itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“Pekerjaan sudah berjalan sekitar satu bulan. Lima segmen sedang berproses dan kami targetkan selesai pada akhir tahun ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bontang Post menerima kiriman video yang memperlihatkan dugaan kualitas pembangunan turap di Gang Milik Bersama, Jalan Tennis, yang tidak sesuai spesifikasi. Dalam rekaman itu, perekam mempertanyakan kualitas pekerjaan karena menemukan sela-sela batu pada dinding turap yang belum terisi penuh.
Perekam juga mengelupas material di bagian kaki turap dan menduga campuran semen yang digunakan terlalu sedikit sehingga material mudah hancur.
“Tanah semua ini,” ucap perekam dalam video sambil mengopek material yang telah mengering. (*)






