SANGATTA – Terompet ternyata bisa mengancam kesehatan. Bahkan berakhir pada kematian. Bukan suaranya, akan tetapi kandungan bakteri berbahaya yang terdapat pada isapan terompet tersebut.
Terlebih, terompet merupakan barang yang berasal dari luar daerah. Salah satunya dipesan di daerah pulau Jawa.
Dikatakan Dr. Yuana Sri Kurniawati, untuk satu terompet bisa banyak orang yang mencoba meniupnya.
Dipastikan pula, terdapat berbagai macam bakteri penyakit yang mengendap di terompet tersebut. Mulai dari penyakit difteri, TBC maupun penyakit berbahaya lainnya.
“Jadi salah satu penyebaran penyakit ialah melalui terompet. Karena banyak sekali yang mencoba terompet tersebut sebelum dibeli,” ujar Yuana.
Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat berhati-hati pada saat meniup terompet. Jika bisa dan lebih baik menghindar darinya. Jangan sampai, hanya gara gara terompet malah berdampak buruk pada kesehatan.
“Apalagi pada putra putri kesayangan kita. Saran kami lebih baik untuk menghindarinya. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata Sri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes ) Kutim, Baharni Hasanal juga meminta untuk menghindari meniup trompet. Terlebih yang marak dijual di pinggir jalan.
“Karena terompet tersebut bisa berhahaya. Banyak bakteri yang menempel ditiupannya. Jadi kami dari kesehatan tidak merekomendasikan untuk membelinya terlebih untuk ditiup,” kata mantan Dirut RSUD Kudungga itu.
Sementara itu, Irman salah seorang pedagang terompet mengaku, jika terompet yang dijualnya merupakan produk luar. Bukan asal Kutim.
“Saya jual terompet di Kutim tiap tahun. Tetapi kalau ke Sangatta udah sering. Karena saya jual bendera 17-an juga. Saya tidak sendiri, tetapi ada beberapa teman saya,” kata Irman.(dy)







