• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Waspada Tiup Terompet, Salahsatu Penyebaran Penyakit

by M Zulfikar Akbar
30 Desember 2017, 16:26
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
WASPADA: Terompet merupakan salah satu ancaman yang mematikan jika terkena penyakit yang terkandung di dalamnya. (DHEDY/SANGATTA POST – LIPUTAN 6NEWS.COM)

WASPADA: Terompet merupakan salah satu ancaman yang mematikan jika terkena penyakit yang terkandung di dalamnya. (DHEDY/SANGATTA POST – LIPUTAN 6NEWS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Terompet ternyata bisa mengancam kesehatan. Bahkan berakhir pada kematian. Bukan suaranya, akan tetapi kandungan bakteri berbahaya yang terdapat pada isapan terompet tersebut.

Terlebih, terompet merupakan barang yang berasal dari luar daerah. Salah satunya dipesan di daerah pulau Jawa.

Dikatakan Dr. Yuana Sri Kurniawati, untuk satu terompet bisa banyak orang yang mencoba meniupnya.

Dipastikan pula, terdapat berbagai macam bakteri penyakit yang mengendap di terompet tersebut. Mulai dari penyakit difteri, TBC maupun penyakit berbahaya lainnya.

“Jadi salah satu penyebaran penyakit ialah melalui terompet. Karena banyak sekali yang mencoba terompet tersebut sebelum dibeli,” ujar Yuana.

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat berhati-hati pada saat meniup terompet. Jika bisa dan lebih baik menghindar darinya. Jangan sampai, hanya gara gara terompet malah berdampak buruk pada kesehatan.

“Apalagi pada putra putri kesayangan kita. Saran kami lebih baik untuk menghindarinya. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes ) Kutim, Baharni Hasanal juga meminta untuk menghindari meniup trompet. Terlebih yang marak dijual di pinggir jalan.

“Karena terompet tersebut bisa berhahaya. Banyak bakteri yang menempel ditiupannya. Jadi kami dari kesehatan tidak merekomendasikan untuk membelinya terlebih untuk ditiup,” kata mantan Dirut RSUD  Kudungga itu.

Sementara itu, Irman salah seorang pedagang terompet mengaku, jika terompet yang dijualnya merupakan produk luar. Bukan asal Kutim.

“Saya jual terompet di Kutim tiap tahun. Tetapi kalau ke Sangatta udah sering. Karena saya jual bendera 17-an juga. Saya tidak sendiri, tetapi ada beberapa teman saya,” kata Irman.(dy)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

2017, Penghasilan Pajak Kutim Lampaui Target

Next Post

Warga Asal Jawa Mayoritas di Kutim

Related Posts

Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang
Bontang

Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

18 April 2026, 22:55
Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal
Bontang

Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

18 April 2026, 16:13
Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan
Kaltim

Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

18 April 2026, 15:01
1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi
Kaltim

1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

18 April 2026, 14:04
Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung
Kaltim

Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

18 April 2026, 12:00
Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan
Bontang

Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

18 April 2026, 11:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.