• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Waspadai Inflasi di Bulan Ramadan, Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Niaga 

by BontangPost
5 Mei 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
WASPADAI INFLASI: Tingginya permintaan terhadap suatu komoditi yang tidak diseimbangkan pasokan yang baik dapat berdampak pada naiknya harga jual.(DOK/METRO SAMARINDA)

WASPADAI INFLASI: Tingginya permintaan terhadap suatu komoditi yang tidak diseimbangkan pasokan yang baik dapat berdampak pada naiknya harga jual.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Inflasi Indek Harga Konsumen (IHK) selama bulan Ramadan wajib diwaspadai Pemerintah Kaltim. Pasalnya, tingginya permintaan dan kebutuhan terhadap suatu komoditi yang tidak diimbangi dengan pasokan yang baik dapat memicu terjadinya lonjakan harga di pasar.

Manager Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Kaltim, Christian menyebutkan, angka inflasi menjelelang bulan Ramadan kemungkinan ada tekanan. Selama dua bulan terakhir, BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim maupun Kota Samarinda telah melakukan rapat terkait hal itu.

“Kami sudah memetakan sumber-sumber komoditas yang akan naik di awal Ramadan. Misalnya, daging ayam ras. Kami sudah meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kaltim, maupun di Kota Samarinda untuk memperbaiki tata niaga yang ada,” kata Christian belum lama ini.

Baca Juga:  Penggantian AH Tunggu Usulan Golkar 

Disebutkan, faktor yang dapat menyebabkan inflasi karena tingginya permintaan atau kebutuhan terhadap suatu komoditi. Misalnya tingginya permintaan terhadap daging ayam ras dan volatile food. Termasuk naiknya ongkos pesawat terbang.

“Sekarang mungkin sudah mulai bergerak. Kalau seperti cuaca, saat ini baik. Kalau cuaca kan biasanya efeknya ke ikan. Seperti (terbatasnya) ikan layang,” katanya.

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan inflasi di bulan Ramadan yakni kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan menaikan harga Pertalite. “Kemungkinan efeknya masih ada,” ujarnya.

Menurut dia, kalau seperti halnya beras, gula dan minyak sudah memiliki harga eceren tertinggi (HET). Sehingga harganya cenderung terkendali. Begitupun dengan harga jual gas elpiji seperti tabung gas melon. “Meskipun sebelumnya sempat ada kelangkaan. Tapi masih terkendali,” katanya.

Baca Juga:   Soal Penyusunan Raperda PHK, SBBI Minta Bertemu Dewan

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kaltim, Muhamad Nur menjelaskan, inflasi IHK pada April 2018 terbilang terkendali atau masih berada dalam kisaran sasaran di tengah meningkatnya volatile food dan ekspektasi yang terjaga.

“Inflasi IHK pada April 2018 mencapai 0,30 persen, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 0,05 persen. Berdasarkan komponennya, peningkatan inflasi IHK tersebut didorong  oleh kenaikan seluruh komponen inflasi,” ungkapnya.

Kata dia, dengan perkembangan tersebut, sampai dengan bulan April, inflasi IHK tercatat 0,90 persen. Secara tahunan sebesar 2,76 persen, meningkat dibandingkan bulan lalu yang tercatat 2,58 persen. Meksi begitu, peningkatakan tersebut tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,51 persen.

“Pencapaian inflasi secara tahunan Kaltim tercatat masih di bawah inflasi nasional sebesar 3,41 persen. Namun secara bulanan inflasi Kaltim masih lebih tinggi dibanding inflasi nasional 0,10 persen,” jelasnya.

Baca Juga:  Herwan Turun Peringkat

Menurut dia, peningkatan inflasi kelompok volatile food  bersumber dari bawang merah dan daging ayam ras. Inflasi volatile food pada bulan April 2018 mencapai 0,95 persen. Di mana bulan sebelumnya mengalami deflasi minus 0,11 persen. Namun, inflasi volatile food dapat ditahan dengan menurunnya harga komoditas ikan layang dan beras.

“Peningkatan inflasi kelompok administered prices bersumber dari bensin. Pada bulan April 2018 mencapai 0,27 persen. Lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen. Inflasi terutama bersumber dari dampak lanjutan penyesuaian harga bensin nonsubsidi pada akhir Maret 2018,” bebernya. (drh)

Tags: bulan ramadanInflasiMetro Samarinda
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lailatul Ikhtitam Bontang Berselawat 

Next Post

KPU Serukan PPK hingga PPS Gelar Nobar

Related Posts

Emas, Beras, hingga Bawang Merah Dongkrak Inflasi Kaltim
Kaltim

Emas, Beras, hingga Bawang Merah Dongkrak Inflasi Kaltim

3 Oktober 2025, 09:00
Angka Inflasi Bontang Masih Aman, Harga Pangan Jadi Perhatian
Bontang

Angka Inflasi Bontang Masih Aman, Harga Pangan Jadi Perhatian

2 September 2025, 15:00
Indeks Harga Pengaruhi Inflasi Kaltim
Kaltim

7 Daerah Rawan Inflasi di Indonesia: Salah Satunya di Kaltim

7 Januari 2025, 13:40
Luhut Minta Warga Tanam Cabai hingga Bawang Merah di Rumah demi Tekan Inflasi
Nasional

Luhut Minta Warga Tanam Cabai hingga Bawang Merah di Rumah demi Tekan Inflasi

3 September 2022, 17:00
Sensus Online Diperpanjang, Optimistis Lampaui Target
Bontang

Inflasi di Kaltim 0,22 Persen, BPS: Bontang Tidak Masuk Hitungan

7 Juli 2020, 17:30
Pemerintah Pikirkan Kondisi Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Korona
Nasional

Pemerintah Pikirkan Kondisi Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Korona

19 Maret 2020, 12:00

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.