BONTANGPOST.ID, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, menyampaikan wacana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti terkait rencana sentralisasi pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) guru daerah oleh pemerintah pusat.
Wacana itu ia sampaikan di hadapan 3.449 guru yang mengikuti Upacara Hari Guru Nasional sekaligus HUT ke-80 PGRI di Lapangan Bessai Berinta, Bontang, Senin (25/11/2025).
Menurutnya, Kemendikdasmen tengah memfinalisasi langkah strategis sentralisasi tata kelola guru.
Kebijakan ini diusulkan untuk menjawab berbagai persoalan menahun, seperti birokrasi yang berbelit, distribusi guru yang tidak merata, status kepegawaian yang tidak jelas, hingga keterlambatan pembayaran tunjangan profesi.
“Sentralisasi ini akan memastikan kesejahteraan yang merata dan pembayaran tunjangan lebih tertib,” ujarnya.
Selain itu, sentralisasi juga memungkinkan Kemendikdasme melakukan pemetaan dan redistribusi guru secara lebih adil.
Termasuk memastikan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) mendapatkan tenaga pendidik kompeten sesuai standar nasional.
Kebijakan ini selaras dengan program prioritas Kemendikdasmen 2025, antara lain wajib belajar 13 tahun, peningkatan mutu vokasi, distribusi 1,5 juta buku literasi, revitalisasi bahasa daerah, dan penguatan inovasi pembelajaran digital.
“Mari jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momentum mengabdi tanpa henti. Guru hebat, Indonesia kuat,” pungkasnya. (*)







