• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Webinar AJI Samarinda, Menjadi Jurnalis yang Berempati dengan Daerah Rawan Bencana

by Fitri Wahyuningsih
25 Maret 2021, 14:46
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Webinar AJI  Samarinda, Kaltim dalam Jejak Bencana dan Jurnalisme Empati (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Webinar AJI Samarinda, Kaltim dalam Jejak Bencana dan Jurnalisme Empati (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda, menyelenggarakan webinar berjudul Kaltim dalam Jejak Bencana dan Jurnalisme Empati. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Webinar AJI Indonesia bekerjasama dengan Google News Initiative (GNI).

Dalam webinar ini, narasumber membahas soal potensi bencana dan bagaimana etika para jurnalis dalam memberitakan. Narasumber pertama adalah Fajar Alam. Akademisi Teknik Geologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)  ini menjelaskan, potensi bencana alam di Kaltim beragam. Mulai dari kebakaran hutan, angin puting beliung, banjir, longsor, gelombang pasang, hingga gempa.

Di Kaltim, potensi gempa memang kecil dibanding daerah lain. Zona rawan gempa bumi tinggi di Kaltim, ada di kawasan paling timur, yang sering disebut ujung hidung Kalimantan, atau sekitar kawasan Biduk-Biduk, Berau. Sedangkan, daerah rawan gerakan tanah hampir ada di setiap kota/kabupaten. Bahkan, Samarinda pun banyak.

Baca Juga:  Aksi Solidaritas AJI Kota Samarinda

Apalagi, pola pemanfaatan lahan mengalami perubahan di tiap zaman. Dahulu masyarakat memiliki rumah rakit dan rumah panggung di pinggir sungai. Lalu ke wilayah dataran, kemudian ke perbukitan. Masuknya industri membuat tempat tinggal masyarakat juga beragam dengan tinggal di sekitar kawasan industri. Di sisi lain, lahan pun diubah untuk keperluan industri. Kaltim pernah mengalami penambangan batu bara sejak era Hindia Belanda. Kemudian ke industri kayu lapis, selanjutnya kembali ke batu bara dan perkebunan sawit. Pola perubahan lahan ini pun membawa dampak, makin banyak wilayah yang dieksploitasi.

“Peningkatan erosi, gangguan penyerapan air permukaan, dan meningkatnya volume air limpasan,” kata dia.

Data 2015-2018, ada 92 bencana banjir yang tercatat di Kaltim. Sedangkan, tanah longsor ada 59. Namun, industri ekstraktif Kaltim terus digenjot. Banjir, tanah longsor, pencemaran air hingga anak tewas di lubang tambang jadi dampak buruk industri ini. Hal ini ditegaskan Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang yang juga jadi narasumber. Dia menegaskan, Luas Izin Daratan Kaltim adalah 9,33 Juta Ha atau 73% luas Kaltim.

Baca Juga:  AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim

“Banjir pun makin parah, akibat konsesi tambang yang mengepung,” tegasnya.

Sungai Karang Mumus yang membelah Samarinda pun tak lepas dari konsesi tambang. Akibatnya, sungai kerap meluap. Di hulu hutan dikupas, air pun semua tumpah ruah ke sungai ini. Tak sanggup menampung, air pun ke permukiman. Bencana pun datang menghasilkan kisah pilu. Seperti warga Samarinda yang sudah dua kali Idulfitri digenangi air hampir seminggu. Itu baru contoh di Samarinda, belum kabupaten lain di Kaltim yang keran industri ekstraktif begitu besar dibuka.

Tinggal di provinsi rawan bencana pun, harus membuat para jurnalisnya memiliki empati terhadap korban. Ahli Pers Kaltim Novi Abdi mengatakan, jurnalis kerap melanggar etika ketika meliput bencana. Mereka mengeksploitasi perasaan atau privasi korban dan keluarganya. Adapula yang memaksa wawancara atau sajian jurnalistik yang lemah akurasi. Meliput bencana pun harus ada persiapan.

Baca Juga:  Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan

“Sangat ideal, bila yang meliput, jurnalis atau reporter yang terlatih. Menguasai teknik dan kode etik jurnalistik. Paham pedoman penyiaran. Paham UU Pers, UU Penyiaran,” jelasnya.

Dia menambahkan, menjadi jurnalis itu artinya tak berhenti belajar. Novi pun menyarankan agar para jurnalis mau mengikuti berbagai pelatihan dan diskusi.

“Sebenarnya, liputan bencana itu tidak beda jauh dengan liputan lain. Hanya perlu sedikit pemahaman akan etika dan kemampuan berempati,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: aji samarindawebinar AJI
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kembangkan Potensi Pasar, 4 Mitra Binaan Pupuk Kaltim Bersiap Jajaki Ekspor

Next Post

PT Pamapersada Peduli Keselamatan Lalu Lintas, Salurkan Rambu dan CCTV ke Polres Bontang

Related Posts

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda
Kaltim

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda

8 Juli 2024, 11:47
Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik
Bontang

Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik

17 Juni 2023, 15:52
Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan
Kaltim

Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan

2 Maret 2023, 19:43
Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan
Kaltim

Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan

27 Februari 2023, 11:00
Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim
Kaltim

Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim

19 Mei 2022, 16:00
AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim
Kaltim

AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim

11 Mei 2022, 17:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.