BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Kesehatan merilis angka kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) selama April 2025. Jumlahnya yang tercatat sebanyak12 kasus. Penanggung Jawab DBD Diskes Siti Rahimah mengatakan jumlah kasus terbanyak terjadi di Kelurahan Api-Api. Totalnya tiga kasus DBD.
“Kemudian disusul Gunung Telihan dan Loktuan masing-masing dua kasus,” kata Siti Rahimah.
Sementara untuk kelurahan Belimbing, Berebas Tengah, Bontang Baru, Gunung Elai, serta Kanaan masing-masing terdiri satu kasus. Jumlah ini merupakan paling sedikit dibandingkan total kasus kurun lima tahun belakangan selama April. Mengingat pada 2021 lalu jumlah kasus saat April tembus 89.
“Meski jumlah kasus dikit warga tetap harus menjaga kondisi kebersihan lingkungan,” ucapnya.
Adapun tiga kelurahan tidak terdapat kasus DBD selama April yakni Bontang Kuala, Guntung, dan Tanjung Laut Indah.
Diskes meminta untuk tempat penampungan air milik warga harus tetap diperhatikan. Jangans ampai dibiarkan dan menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk aedes aegypti. “Karena nyamuk ini suka dengan air yang bersih,” tutur dia.
Selain itu, lingkungan juga harus dijaga kebersihannya. Sampah plastik dan botol jangan dibiarkan supaya tidak menampung air sebagai sarana perkembangbiakkan nyamuk aedes aegypti.
Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.
Upaya pengasapan bukanlah menjadi jurus ampuh. Pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik tetap bisa berkembangbiak meski dilakukan langkah tersebut. Melalui gerakan 3M plus ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan.
Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air. “Khusus untuk area yang terdapat kasus dilakukan pengasapan fokus,” pungkasnya. (ak)







