BONTANGPOST.ID, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak Senin dini hari (12/5) kembali membawa masalah klasik: banjir dan longsor. Kali ini, longsor terjadi di salah satu proyek prestisius milik Pemkot Samarinda, yakni pembangunan Terowongan Sungai Dama.
Sekitar pukul 09.30 Wita, bagian turap penahan pada area inlet terowongan yang terletak di Jalan Sultan Alimudin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, mengalami longsor. Peristiwa ini cukup mengkhawatirkan karena lokasi tersebut merupakan bagian dari infrastruktur besar yang tengah dibangun sejak beberapa waktu lalu.
Penanggung jawab proyek (PPK) Pembangunan Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, tim kontraktor pelaksana dari PT Pembangunan Perumahan (PP) saat ini sedang melakukan investigasi lapangan.
“Kami masih menunggu hasil resmi dari tim teknis. Yang jelas, saat ini sedang dilakukan pengkajian menyeluruh di titik longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski terjadi longsor, Rezky memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia menjelaskan, pekerjaan saat ini memang berfokus pada bagian dalam terowongan, tepatnya pada pengerjaan rigid beton lantai jalan. “Untungnya longsor terjadi di luar area kerja utama. Dan dari pantauan sensor, struktur utama terowongan sepanjang 400 meter masih dinyatakan aman,” jelasnya.
Untuk menjaga keselamatan, area sekitar lokasi longsor saat ini ditutup untuk akses umum. Bahkan awak media tidak diperkenankan mendekat karena alasan keamanan. “Kami batasi aksesnya. Tim sedang bekerja, dan kami tidak ingin ada yang terluka atau mengganggu proses investigasi,” tambah Rezky.
Terowongan Samarinda yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di pusat kota memang tak lepas dari sorotan. Sejak awal proyek ini menuai pro-kontra, terutama karena tantangan teknis dan kondisi tanah yang rawan pergerakan. (kp)







