• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

16 Warga Binaan Rutan Samarinda Positif HIV, Status Kesehatan Dijaga Ketat

by Redaksi Bontang Post
11 Agustus 2026, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Sebanyak 16 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Samarinda tercatat positif Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah tersebut, 15 orang telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV), sementara satu warga binaan masih dalam proses penanganan.

Dokter Penanggung Jawab Klinik Rutan Kelas I Samarinda, dr Rita Rosadi, mengatakan pemeriksaan HIV menjadi bagian dari skrining kesehatan yang wajib dilakukan terhadap setiap tahanan baru.

Skrining tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penyakit menular seperti HIV dan tuberkulosis (TB), hingga kondisi kejiwaan.

“Untuk tahanan-tahanan baru itu selalu ada skrining. Skrining untuk tahanan baru yang diskrining itu adalah tentang kesehatan umum, penyakit menular terutama HIV dan TB, serta penyakit kejiwaan. Semua tahanan baru wajib diskrining,” ujar Rita, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, skrining awal dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menunjukkan hasil reaktif atau nonreaktif. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan reaktif, pihak klinik akan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga:  Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL

Jika hasil pemeriksaan lanjutan kembali menunjukkan hasil reaktif, warga binaan akan mendapatkan terapi ARV.

Penanganan warga binaan dengan HIV juga dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan pendamping HIV dari luar rutan, termasuk Mahakam Plus. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan pengobatan tetap berjalan, baik selama warga binaan berada di rutan maupun setelah bebas.

“Kalaupun WBP tersebut sudah diobati di sini, dikasih ARV sama kita, akan ada pendampingan dari Mahakam Plus. Nanti kalau dia bebas, akan didampingi lanjut di luarnya,” jelas Rita.

Rita menambahkan, obat HIV masih ditanggung pemerintah. Pihak rutan juga memastikan warga binaan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga data pengobatan dapat terintegrasi dengan sistem kesehatan.

Hal tersebut penting agar warga binaan tetap dapat melanjutkan pengobatan ketika telah keluar dari rutan dan berada di fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun

“Supaya dia masuk ke dalam suatu sistem di mana pun dia nanti berada, biarpun sudah keluar dari sini, dia bisa mengobati, bisa tetap dapat obat. Jadi kita bantu,” katanya.

Kepatuhan dalam mengonsumsi obat juga menjadi perhatian pihak rutan. Warga binaan yang menjalani terapi mendapatkan pengawasan dari petugas pendamping atau tamping untuk memastikan obat dikonsumsi secara rutin.

Apabila ditemukan warga binaan yang tidak patuh menjalani pengobatan, kondisi tersebut akan dilaporkan kepada Kepala Pengamanan Rutan (KPR) untuk ditindaklanjuti.

Status HIV Warga Binaan Dijaga Rahasia

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menegaskan pihaknya tetap menerima tahanan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk HIV dan tuberkulosis, sesuai dengan fungsi rutan.

Menurutnya, informasi mengenai kondisi kesehatan tahanan sebaiknya disampaikan sejak awal agar petugas dapat melakukan penanganan dan antisipasi yang diperlukan.

Baca Juga:  Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan

“Kami tidak bisa menolak karena fungsi kami adalah rumah tahanan,” jelasnya.

Meski demikian, Rachmad memastikan status HIV warga binaan menjadi informasi yang bersifat rahasia. Kondisi tersebut tidak disampaikan kepada warga binaan lain maupun seluruh petugas.

“Untuk status pribadinya, kami tidak informasikan bahwasanya si A, B atau C ini HIV. Itu tidak boleh. Saya saja tidak tahu siapa-siapa WBP yang HIV. Yang tahu hanya tenaga kesehatan,” tegasnya.

Kerahasiaan tersebut diterapkan sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi warga binaan. Penanganan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan tanpa memberikan label khusus kepada warga binaan yang menjalani pengobatan.

Dengan mekanisme tersebut, Rutan Kelas I Samarinda memastikan warga binaan dengan HIV tetap mendapatkan pengobatan secara rutin sekaligus menjaga kerahasiaan kondisi kesehatan mereka selama menjalani masa tahanan. (prokal)

Tags: HIV
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pupuk Kaltim Fasilitasi Bimtek Sertifikasi Halal Menuju UMKM Naik Kelas

Next Post

Kurir Sekaligus Penjual Sabu Ditangkap di Marangkayu, Polisi Kejar Pemasok

Related Posts

4.000 Warga Samarinda Terinfeksi HIV, Baru Separuh Jalani Pengobatan
Kaltim

4.000 Warga Samarinda Terinfeksi HIV, Baru Separuh Jalani Pengobatan

5 Agustus 2026, 11:00
Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan
Kaltim

Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan

4 Desember 2025, 14:00
Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun
Bontang

Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun

1 Desember 2025, 13:39
77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga
Bontang

77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga

21 Januari 2023, 20:23
Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya
Advertorial

Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya

2 Desember 2020, 16:48
Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL
Breaking News

Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL

19 Januari 2019, 19:40

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.