• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya

by Fitri Wahyuningsih
2 Desember 2020, 16:48
in Advertorial
Reading Time: 27 mins read
0
Pemberdayaan anggota Kelompok Sebaya dan keluarganya. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Pemberdayaan anggota Kelompok Sebaya dan keluarganya. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang pemuda dari Jawa datang ke Bontang, Kaltim. Tanpa sanak famili, ia terkatung-katung sendiri di sisi jalan protokol di salah satu kelurahan di Bontang Utara. Hanya ada beberapa helai pakaian, serta identitas seadanya yang menyerta dirinya.

FITRI WAHYUNINGSIH, Bontang

Tubuh lemah itu berusaha kuat berjalan, di bawah terik matahari. Tak ada lagi tenaga. Ia merebahkan diri tepat di pinggir jalan. Warga yang melihat sontak melarikannya ke RSUD Taman Husada. Ini terjadi pengujung Maret 2020.

Tiba di rumah sakit, tim medis melakukan pemeriksaan. Dari sana diketahui, sel CD4 yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam tubuh pemuda 30 tahun itu tengah melawan infeksi dari human immunodeficiency virus (HIV). Sistem imunnya yang terus turun, menyebabkan ia jadi demikian lemah. Ia negatif Covid-19, tapi positif HIV.

Karena ditahu berasal dari luar Kalimantan, pria itu mesti menjalani isolasi di RSUD hingga sebulan lebih. Dalam rentang itu, tak seorang sanak famili pun yang menanyakan soal dia. Walhasil, rumah sakit menghubungi Yayasan Kelompok Sebaya Bontang Sehati untuk mengurusi.

Segala kebutuhan pemuda ini, mulai obat-obatan hingga tempat tinggal kemudian diurus Kelompok Sebaya. Seminggu dirawat, kondisi tubuhnya kembali turun. Tiba-tiba alami sesak dan diare. Kembali ia dilarikan ke RS.

Pada masa awal krisis pandemi Covid-19, tak semudah itu membawa pasien ke RS. Warga takut pria itu penderita Covid-19 dan akan menularkannya ke orang lain. Akibatnya, Rahma Susanti, pendiri Yayasan Kelompok Sebaya Bontang Sehati dan anggotanya mesti pontang-panting mencari kendaraan.

Baca Juga:  Dekati ODHA dengan Konselor

“Pak, kami minta tolong masnya ini dibawa ke rumah sakit,” pinta Rahma. Tapi permintaan itu ditolak warga yang dimintai tolong.

Tak habis akal. Terus mencari. Akhirnya ada satu warga yang berbaik hati meminjamkan mobil.

Sedihnya, belum lagi mendapat perawatan, pemuda sebatangkara itu menghembuskan nafas terakhir di jalan. Tubuh yang kaku itu kemudian hanya dimandikan dan dikafankan di rumah sakit. Hampir setengah hari mereka mengurus untuk pemakaman.

“Mau buat kayu nisan keliling juga tidak dapat. Sempat sayamenangis kok orang-orang pada takut. Padahal dia bukan pasienCovid-19,” kenang Rahma.

Dikatakan, selama pandemi ini, meski bukan anggota mereka, sudah ada 3 orang dengan HIV/Aids (ODHA) terlantar danmeninggal yang mereka urus.

Semuanya laki-laki. Semuanya sendiri di Bontang. Semuanya meninggal dalam usia produktif 30-40 tahun. Menghadapi momen ‘getir‘ ini sudah menjadi hal yang siap atau tidak, harus kuat mereka hadapi. Sebab HIV/Aids tak bisa diobati. Sebabnya, ia tak henti-hentinya mengingatkan seluruh anggota Kelompok Sebaya agar tak sedetik pun mengabaikan konsumsi obat. Dan segera ke rumah sakit bila terjadi gejala.

Baca Juga:  Astaga! AMPK dan Penderita AIDS Meningkat

“Yang meninggal itu perantau. Tetap kami uruskan juga. Kalau lihat seperti itu, kami ingatakan sekali anggota supaya tidak abai konsumsi obat,” ujarnya.

Ketika berbincang dengan bontangpost.id, Rahma tidak bisa membeber nama dan alamat setiap orang yang ia sebutkan. Hanya inisial dan usia saja. Sebab identitas pengidap ODHA mesti dijaga. Tidak bisa sembarang diumbar ke publik. “Itu kami jaga sekali, Mbak,” katanya.

Adapun saat ini, Kelompok Sebaya memiliki 95 anggota.Tersebar di seluruh Bontang. Didominasi perempuan. Ada juga anak-anak sebanyak 6 orang.

Selama pandemi, aktivitas mereka seperti advokasi, pendampingan, dan pemberdayaan tetap berjalan. Cuma intensitas kumpul-kumpul yang dikurangi. Mediumnya pun dipindah juga. Seringnya lewat aplikasi pesan instan atau media sosial.

“Ada anggota yang sudah berdaya karena sudah punya usahasendiri. Jadi kalau misalnya tubuhnya lemas lagi, kami bantu jalankan usahanya,” bebernya.

Contoh aktivitas pemberdayaan yang mereka lakukan ialah menggali potensi tiap anggota. Misalnya ada anggota yang jago dalam menjahit. Potensi itu terus dilatih, lantas Kelompok Sebaya mencarikan bantuan ke pihak lain, untuk membantu anggota mereka mengembangkan potensi diri. Agar bisa menjadikan potensinya itu sumber penghidupan.

“Sudah banyak yang berdaya. Kami bantuin mereka. Misalkan, sekarang ada yang punya laundry, ada yang punya usaha jahit,” bebernya bangga.

Baca Juga:  Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL

Hal yang ditekankan dalam kelompok ini ini ialah, mengkonsumsi obat adalah hal yang tidak bisa diabaikan ODHA. Karena selama pandemi aktivitas di rumah sakit kerap terbatas, karena jadi pusat penanganan Covid-19, maka obat-obatan seluruh anggota diambilkan di rumah sakit.

Nantinya obat-obatan diantarkan ke kediaman seluruh anggota. Atau mereka sendiri yang mengambil di Sekretariat Kelompok Sebaya di Jalan Sultan Hasanuddin, Gang Tipalayo, BerebasTengah.

Di momen Hari Aids Sedunia yang jatuh 1 Desember, Rahma mewakili anggota Kelompok Sebaya mengatakan bila persepsi publik soal pengidap ODHA makin baik. Persepsi miring masih ada, tapi tak sebanyak dulu. Ketika awal kelompok ini dibangun, medio 2012. “Alhamdullilah, makin ke sini makin baik sih,” ungkapnya.

Adapun saat ini, Kelompok Sebaya tengah mengupayakan agar memiliki sekretariat permanen. Agar seluruh aktivitas mereka bisa terpusat di sekretariat itu. Pun ketika ada pengidap ODHA yang terkatung-katung atau sendirian, bisa diinapkan di sekretariat. Bukan mencari indekos di luar. Untuk menjaga agar pengidap odha tetap berada di lingkungan yang mengerti kondisi mereka.

“Sekarang masih di rumah ketua Kelompok Sebaya. Cuma kan di sini terbatas. Doakan semoga kami punya sekretariat sendiri,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: aidsHIVodha
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penyuap Ismunandar “Anak Emas” Pemkab Kutim

Next Post

Sabu yang Diamankan di Bontang Senilai Rp 3 Miliar

Related Posts

Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan
Kaltim

Kasus HIV Baru di Kaltim Tembus 1.018, Stigma Jadi Kendala Terbesar Penanggulangan

4 Desember 2025, 14:00
Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun
Bontang

Dinkes Bontang Catat 42 Kasus Baru HIV di 2025, Didominasi Usia 25–49 Tahun

1 Desember 2025, 13:39
77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga
Bontang

77 Warga Bontang Terpapar HIV, Didominasi Ibu Rumah Tangga

21 Januari 2023, 20:23
Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL
Breaking News

Ketika Haus Harta Memicu Hubungan LSL

19 Januari 2019, 19:40
Dekati ODHA dengan Konselor
Kaltim

Dekati ODHA dengan Konselor

5 November 2017, 11:32
Wahau Tampung Penderita HIV/AIDs Terbanyak
Breaking News

Wahau Tampung Penderita HIV/AIDs Terbanyak

19 September 2017, 12:05

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.