• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Astaga! AMPK dan Penderita AIDS Meningkat

by M Zulfikar Akbar
20 Maret 2017, 13:00
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Anak memerlukan perlindungan khusus (AMPK) di Kota Bontang, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tak hanya itu, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga turut bertambah.

Dari data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang tercatat, pada 2015 AMPK hanya sebanyak sepuluh orang. Sementara pada 2016 melonjak menjadi 39 anak. Sedangkan ODHA pada 2015 tak tercatat data baru. Namun pada 2016 ada penambahan empat pasien.

Suratmi, manajer Khusus LK3 Bontang, mengungkapkan yang masuk dalam kategori AMPK adalah anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS, anak lahir dari pemerkosaan, anak yatim piatu, korban perdagangan, serta anak yang tereksploitasi. Bahkan, menurutnya, banyak anak hasil nikah siri yang kemudian ditinggal ayahnya tanpa pertanggungjawaban.

Baca Juga:  Kahar Bantah Wisata Mangrove Dipakai Ngelem dan Bolos

Dia mengatakan, hal tersebut menjadi persoalan tersendiri. Sebab banyak AMPK yang tidak masuk dalam kartu keluarga (KK). Praktis, mereka tak memiliki jaminan sosial. Mayoritas AMPK adalah anak hasil nikah siri dan imbas pemerkosaan. Makanya, LK3 membantu membuatkan akta kelahiran untuk anak itu dengan menyebutkan anak ibu tanpa ayah.

“Hal itulah, kenapa tim penjangkau kerap berkutat membantu dalam hal administrasi,” jelas Suratmi.

Dengan masuknya nama anak di KK, maka AMPK bisa bersekolah di sekolah negeri yang sejatinya gratis dari biaya. Sementara untuk biaya hidup, Suratmi menyatakan, mereka diberi bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) serta dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Bontang, berupa biaya dan sarana sekolah, makanan, sandang, juga popok bagi balita.

Baca Juga:  APBD-P Bontang 2017 Naik Rp 135,05 Miliar 

Dilanjutkan Suratmi, yang ditangani LK3 Bontang ada 26 jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Menurutnya, peningkatan jumlah bukan berarti dikatakan kemiskinan belum berkurang. Menurutnya, kemiskinan ibarat ibu dari segala permasalahan. (*/and/ica/k9)

Tags: ampkbontanghiv aidsodha
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sering Keluar Kata Talak, Istri Gugat Cerai

Next Post

Neni: Insentif Guru Swasta Tetap Diberikan

Related Posts

Kasus HIV di Kaltim Diduga Masih Banyak, Daerah Terkendala Anggaran untuk Deteksi
Bontang

Kasus HIV di Kaltim Diduga Masih Banyak, Daerah Terkendala Anggaran untuk Deteksi

14 September 2026, 19:46
HIV/AIDS Masih Jadi Ancaman, DPRD Kaltim Bentuk Pansus untuk Ubah Aturan Lama
Kaltim

HIV/AIDS Masih Jadi Ancaman, DPRD Kaltim Bentuk Pansus untuk Ubah Aturan Lama

21 Agustus 2026, 17:00
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Balikpapan Masuk Zona Merah HIV, Homoseks dan Pengguna Narkoba Suntik Kelompok Paling Rentan
Kaltim

Balikpapan Masuk Zona Merah HIV, Homoseks dan Pengguna Narkoba Suntik Kelompok Paling Rentan

10 September 2025, 11:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.