bontangpost.id – Sebanyak 24 sepeda motor yang digunakan untuk aksi balap liar masih ditahan di Mapolres Bontang. Motor-motor itu, baru dikeluarkan setelah Lebaran. Hal itu diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi saat menggelar konferensi pers, Selasa (26/4/2022), di Kafe Batavia, Bontang Kuala.
Guna memberikan efek jera, Hamam menyebut sengaja menyita kendaraan mereka. Untuk menghindari aksi serupa yang bisa membahayakan pengendara lain. “Ini sifatnya penilangan,” jelasnya.
Mereka ditangkap di wilayah Bontang Selatan, tepatnya di Berbas Pantai. Biasanya, aksi balap liar itu dilakukan usai sahur. Kebanyakan pelaku balap liar tersebut merupakan remaja. Bahkan beberapa masih pelajar.
Dia mengingatkan agar tidak ada lagi aksi uji nyali di jalan raya. Begitu juga dengan orangtua diminta lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak. Dan tidak memberikan kendaraan kepada mereka yang masih di bawah umur.
“Minta kerja samanya, jangan lagi balap liar. Itu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain,” ujarnya.
Aksi balap liar yang terjadi di wilayah hukum Polres Bontang sendiri telah memakan korban. Tepatnya di Muara Badak, Selasa (26/4/2022) malam. Tiga sepeda motor terlibat dalam kecelakaan tersebut. 2 orang meninggal di tempat, dan 1 orang lainnya kritis. (*)







