BALIKPAPAN – Puluhan komoditas pertanian yang disita oleh Badan Karantina Pertanian Balikpapan dimusnahkan, Kamis (24/1). Di antaranya berasal dari Korea Selatan, India, Myanmar, Prancis, Thailand, Hong Kong, Tiongkok, dan Singapura. Barang pangan tersebut masuk melalui pelabuhan dan bandara tanpa disertai surat-surat karantina.
Total ada 36 jenis komoditas yang dimusnahkan dengan cara dibakar. Beratnya 52 kilogram. Di antaranya berbagai jenis buah-buahan, beras, cabai, kacang-kacangan, serta bibit. “Ada yang memang masuk lewat pengiriman, maupun ada yang sengaja membawa untuk oleh-oleh. Walaupun mungkin karena ketidaktahuan, tetap disita karena melanggar aturan karantina,” kata Kepala Pusat Kepatuhan Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian Pusat, Arifin Tasfrif didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Balikpapan, Syamsu Alam.
Barang-barang itu bisa jadi tak lolos badan karantina, sehingga tak memiliki dokumen karantina. Bisa karena kandungan pestisida yang melebihi ketentuan. Sehingga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Ada juga bibit yang dikirim lewat jasa pengiriman. “Walaupun cuma satu bungkus, kalau sampai ditanam, hampir dipastikan penyakitnya akan tumbuh,” tambahnya.
Pengawasan terhadap masuknya barang-barang impor memang tengah diperketat. Makanya perlu kerja sama antara Badan Karantina Pertanian dengan berbagai pihak, termasuk TNI AL. Kemarin, Badan Karantina Pertanian sekaligus menyosialisasikan peran dan tugasnya. Serta menindaklanjuti MoU yang telah dilakukan Badan Karantina Pertanian dengan Mabes TNI AL. “Sinergisitas ingin kami maksimalkan di Balikpapan juga Samarinda,” jelasnya.
Hal ini juga untuk mendukung program kabinet kerja yang tengah berusaha mengejar swasembada pangan nasional. Salah satu caranya dengan meningkatkan produksi petani-petani lokal. Sehingga ketergantungan terhadap komoditas impor harus dihindari. Tindak lanjut dari sinergisitas dengan berbagai pihak ini, Arifin menyebut, akan ada operasi besar-besaran. Namun, waktunya masih dirahasiakan.
Sementara itu, Danlanal Balikpapan, Kol Laut (P) Wahyu Cahyono menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan kerja sama ini sangat penting. Instansi tak bisa berdiri sendiri dan ego dalam melakukan giat-giat operasi. Makanya, dalam sosialisasi di Mako Lanal Balikpapan kemarin, pihaknya juga mengundang seluruh instansi terkait.
“Kami ketika patroli lalu ada temuan-temuan yang ada kaitannya dengan pertanian atau hewan, langsung kami koordinasi dengan Badan Karantina Pertanian,” ujarnya. Kemudian implementasi dari kerja sama ini, ke depan akan dilakukan patroli-patroli bersama. Termasuk personel, bukan hanya operasional, tapi juga intelijen akan bekerja sama secara teknis. “Akan disusun bersama bagaimana cara kita pengumpulan data, termasuk sosialisasi kepada para pengguna laut,” pungkasnya. (rsh2/k15/kpg)







