• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

533 Pelanggan PLN Bontang Terindikasi Merubah Standar Daya

by Redaksi Bontang Post
16 Juli 2020, 20:03
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Manager PLN ULP Bontang Kota, Dwi Ferry Arianto. (Dok/Bontangpost.id)

Manager PLN ULP Bontang Kota, Dwi Ferry Arianto. (Dok/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id -Sebanyak 533 pelanggan PLN Bontang terindikasi memakai daya lebih besar dari standar kontrak. Data tersebut merupakan akumulasi sepanjang 2020 ini. Hal tersebut diungkap Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang Kota, Dwi Ferry, Kamis (16/7/2020). Angka tersebut relatif lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.235 pelanggan. Mereka yang terindikasi melanggar kini dalam pantauan PLN Bontang.

Katanya, pemakaian daya berlebih ini disebabkan pelanggan memperbesar miniature circuit break (MCB) atau mengganti MCB yang tidak standar. Contohnya, ketika daya kWh meter 900 watt, maka besar MCB harusnya 4 ampere. Namun oleh pelanggan ditambah menjadi 6 ampere, maka itu tidak sesuai standar.

Jika tidak standar, maka pihaknya akan memberikan teguran dan memberikan denda. Selain itu, PLN bakal mengganti atau menormalkan kembali MCB. Bahkan pihaknya menawarkan untuk meningkatkan daya.

Baca Juga:  1.027 Warga Bontang Alami Kenaikan Tagihan Listrik

“Kami kasih denda. Kalau daya 450 watt itu kena denda Rp 100 ribu, kalau daya 900 watt denda akan lebih besar lagi,” paparnya.

Teguran tersebut dirasa perlu. Sebab, mengganti MCB yang tidak standar dapat menyebabkan korsleting listrik, sehingga dapat menyebabkan musibah kebakaran. Untuk diketahui, MCB merupakan pembatas daya, sehingga jika beban listrik di rumah tersebut melebihi kontrak, maka MCB akan memutus aliran listrik di rumah dengan sendirinya. Begitu pula jika ada korsleting listrik. Dengan begitu jika ada yang mengubah tidak sesuai standar, maka MCB tidak berfungsi semestinya.

“MCB itu salah satu pengaman, jangan sampai MCB itu diperbesar. Ketika MCB itu diperbesar, jika elektronik itu lebih banyak, terjadi korsleting listrik, MCB itu tidak memutus (aliran listrik). Harusnya ketika korsleting, MCB memutus, sehingga memungkinkan sekali tidak terjadi kebakaran,” ucapnya.

Baca Juga:  Penyambungan Listrik Sekambing dan Rama Belum Dilakukan

Menurutnya, yang paling berbahaya ketika MCB itu diganjal agar tidak turun. Seharusnya daya mampunya 900 watt, maka MCB itu hanya 4 ampere. Tapi dipaksa lebih dari itu.

“MCB yang diakali itu yang berpotensi menimbulkan kebakaran, korslet yang tidak diketahui,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran pihaknya pun memberikan syarat. Jika ingin memasang listrik atau calon pelanggan PLN harus mempunyai sertifikat layak operasi (SLO) yang diterbitkan oleh lembaga di luar PLN.  Dia pun mengimbau agar warga tidak menggunakan MCB yang tak standar. Sehingga pihaknya pun menyelaraskan dengan menggunakan MCB standar yang dilabeli logo PLN, karena sudah diuji kualitasnya untuk melindungi instalasi listrik rumah.

“Jangan diganjal dan diganti (MCB) tidak standar,” imbaunya. (*)

Baca Juga:  PLN Padamkan Listrik di Titik Rawan Banjir
Tags: listrikPLN Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dukung Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Taman Rawa Indah, Badak LNG Berikan Wastafel Portabel

Next Post

BPJAMSOSTEK Bontang Gelar Sosialisasi Implementasi Return to Work

Related Posts

Gangguan Sejumlah Pembangkit, PLN Jadwalkan Pemadaman di Puluhan Titik Bontang Hingga Kutim
Bontang

Gangguan Sejumlah Pembangkit, PLN Jadwalkan Pemadaman di Puluhan Titik Bontang Hingga Kutim

20 Oktober 2026, 09:40
Listrik Bontang Sering Padam, DPRD Pertanyakan GPK dan PLTD Tak Jadi Backup
Bontang

Pemadaman Listrik Bontang Siang Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

15 Oktober 2026, 14:28
Pemadaman Listrik Berulang, Kompensasi Pelanggan PLN Bontang Masih Dievaluasi
Bontang

Pemadaman Listrik Berulang, Kompensasi Pelanggan PLN Bontang Masih Dievaluasi

8 Oktober 2026, 15:03
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Warga Bontang, Pengamat Minta PLN Diaudit
Bontang

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Warga Bontang, Pengamat Minta PLN Diaudit

15 September 2026, 09:11
PLN Bontang Ungkap Penyebab Listrik Padam, Pemulihan Masih Dilakukan Bertahap
Bontang

PLN Bontang Ungkap Penyebab Listrik Padam, Pemulihan Masih Dilakukan Bertahap

15 Agustus 2026, 11:02

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.