BONTANG – Desas-desus menyeberangnya gerbong kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura akibat dualisme di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tak terbukti. Pasalnya sebanyak 70 persen kader dinyatakan bertahan di partai bentukan Wiranto tersebut.
Kendati demikian, Ketua DPC Hanura versi Oesman Sapta Odang (OSO), Hendra Wijaya tak menampik bahwa terjadi perombakan formasi. Mulai dari kepengurusan DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga ranting. Adapun total pengurus DPC dan kader ialah 108 orang.
“Alhamdulillah 70 persen kader masih bergabung bersama kami (DPC Hanura, Red.),” kata Hendra kepada Bontang Post, kemarin (2/3).
Dikatakannya, proses pemilihan mengedepankan sistem musyawarah mufakat. Bentuknya dengan mengundang pengurus lama dengan beberapa wajah baru. Hal ini untuk meminimalisir benturan setelah surat keputusan (SK) turun. Saat ini SK sudah berada di tangannya, namun ia belum bisa membeberkannya.
“Semua harus berfungsi sesuai tugas masing-masing dan bekerja tim. Saling mengisi untuk membesarkan partai,” ujarnya.
Adapun posisi tiga anggota DPRD tidak berubah dari janji yang diucapkannya. Arif, Rusli, dan Yanri Dasa dipastikan menempati posisi wakil ketua.
Uniknya, dari total kader yang ada di partai tersebut, 60 persen merupakan kader berusia muda. Hendra memaparkan alasan tersebut sebagai bentuk regenerasi di tubuh parpol. Diharapkannya para senior dapat memberi masukan serta arahan dalam menjalankan tugas partai.
“Pastinya ke depan kami (DPC Hanura, Red.) harus mempersiapkan generasi muda berikutnya untuk melanjutkan serta membesarkan partai. Saatnya yang muda ini dijadikan subjek bukan sebagai objek,” tuturnya.
Menurutnya, sedikit perombakan formasi tidak menganggu persiapan jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub). Mengingat komunikasi baik dengan tim pemenangan maupun DPD Hanura Kaltim intens dilakukan. “Kesiapan menjelang Pilgub justru kami semakin kompak, meskipun banyak kader baru yang bergabung,” tukasnya. (*/ak)







