• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pembatasan Transportasi Tunggu Instruksi Pusat

by Redaksi Bontang Post
14 Februari 2022, 10:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi tidak abai prokes di tengah melonjaknya kasus Covid-19 varian omicron.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi tidak abai prokes di tengah melonjaknya kasus Covid-19 varian omicron.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kasus Covid-19 terus merangkak naik. Tiap hari, ratusan orang terkonfirmasi positif. Namun, pembatasan transportasi, baik laut, udara, maupun darat belum dilakukan. Pemerintah daerah masih menunggu arahan pusat. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meminta masyarakat tidak terlampau panik, sepanjang tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun beraktivitas.

“Kasus kematian tidak setinggi seperti kasus Delta. Masyarakat hendaknya tetap tenang, tetap (menjalankan) prokes (protokol kesehatan), dan rajin berolahraga,” kata Hadi.

Menurutnya, pembatasan keberangkatan melalui semua jalur transportasi, termasuk penerbangan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Termasuk kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), juga kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya mengirimkan laporan dan pusat yang akan menentukan. Sejauh ini, Kaltim belum masuk PPKM Level 3.

Baca Juga:  Jika Tertular Omicron Tanpa Gejala, Isolasi Mandiri Selama 5 Hari

Hadi mengatakan, sepanjang masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, maka penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Namun, tambahan kasus kali ini terbilang cepat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers menyampaikan, puncak lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan varian Omicron terjadi tak sampai sebulan lagi. Saat puncak kasus memang lebih cepat karena dibandingkan varian Delta, penularan Omicron lebih cepat. Di sisi lain, hal ini juga berimbas pada jumlah kasus yang diperkirakan 3 kali atau 6 kali lebih tinggi.

“Melihat tren peningkatan, prediksi bahwa di akhir Februari atau di awal Maret 2022 ini merupakan puncak kasus Omicron,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Isran Ingatkan Warga Bontang Waspada Omicron

Dia, meminta agar masyarakat yang memenuhi syarat agar segera mendapatkan vaksin. Jika sudah dua dosis, maka bisa vaksin booster. Saat ini, untuk dosis pertama, sudah 93,7 persen. Sedangkan, dosis kedua 72,24 persen.  Namun, dosis ketiga atau booster baru 3,83 persen. Pemerintah pun tengah mengembangkan vaksin Merah Putih, yang kini mulai memasuki tahapan uji klinis. Vaksin besutan Universitas Airlangga, PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo itu, telah menjalani uji klinis tahap pertama pada Rabu (9/2).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin Merah Putih diproyeksikan selain sebagai booster dan vaksin anak, juga sebagai vaksin donasi internasional. Diharapkan vaksin Merah Putih dapat menembus negara dengan populasi agama Islam. ”Presiden bersedia menggunakan ini sebagai vaksin donasi dari Republik Indonesia khususnya sebagai ketua G20 ke negara-negara lain yang membutuhkan,” katanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Menkes Budi menegaskan, setelah proses uji klinik, vaksin Merah Putih harus sesegera mungkin menempuh proses registrasi skala global.

Baca Juga:  Hasil Baru Keluar, Dua Sampel Positif Omicron

”Sebelum diedarkan secara internasional, vaksin Merah Putih harus terlebih dahulu melakukan proses registrasi di World Health Organization (WHO), dan mendapatkan listing internasional,” ucapnya. (riz/k16)

Tags: Omicron
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Buntut RS Taman Sehat Jadi Sorotan KPK, Pembangunan Terkesan Dipaksakan

Next Post

Pendaftaran SNMPTN 2022 Dibuka Hari Ini

Related Posts

Uji Coba Booster Vaksin Sinovac Khusus Lawan Omicron Sudah Disetujui
Kesehatan

Uji Coba Booster Vaksin Sinovac Khusus Lawan Omicron Sudah Disetujui

22 April 2022, 13:14
Indonesia Berhasil Lalui Puncak Omicron dengan Selamat
Nasional

Indonesia Berhasil Lalui Puncak Omicron dengan Selamat

16 Maret 2022, 10:00
Hasil Baru Keluar, Dua Sampel Positif Omicron
Bontang

Hasil Baru Keluar, Dua Sampel Positif Omicron

22 Februari 2022, 15:06
Omicron Mengganas, Tak Perlu Panik Berlebihan
Kesehatan

Omicron Mengganas, Tak Perlu Panik Berlebihan

21 Februari 2022, 16:00
Satgas Covid-19 Bontang Masih Menunggu Hasil Sampel Probable Omicron
Bontang

Satgas Covid-19 Bontang Masih Menunggu Hasil Sampel Probable Omicron

2 Februari 2022, 13:06
Omicron Penuh Ketidakpastian, Menkes Sebut Puncak Kasus Akhir Februari
Nasional

Omicron Penuh Ketidakpastian, Menkes Sebut Puncak Kasus Akhir Februari

2 Februari 2022, 10:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.