• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Omicron Penuh Ketidakpastian, Menkes Sebut Puncak Kasus Akhir Februari

by Redaksi Bontang Post
2 Februari 2022, 10:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Varian Omicron (Ilustrasi/Dado Ruvic/Reuters)

Varian Omicron (Ilustrasi/Dado Ruvic/Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kasus Omicron ini masih banyak ketidakpastian soal penularannya. Ada sejumlah negara dengan kasus Omicron yang tinggi daripada varian Delta ada pula sejumlah negara dengan kasus Omicron di bawah kasus varian Delta. Maka Indonesia harus siap-siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Menkes Budi menyebutkan, di Amerika kasus Omicron puncaknya mencapai 800 ribu per hari, puncak kasus varian Delta 250 ribu per hari. Di Prancis puncak kasus Omicron dan sekarang masih naik tembus di angka 360 ribu kasus per hari, sementara puncak kasus varian Delta 60 ribu per hari.

Kasus Omicron di Brasil sampai saat ini masih naik di kisaran 190 ribu per hari, sementara puncak varian Delta 80 ribu per hari. Kasus Omicron di India saat ini mencapai 310 ribuan per hari, sedangkan varian Delta 380 ribu per hari. Jepang 65 ribu kasus per hari sedangkan Delta 25 ribu kasus per hari.

Baca Juga:  Omicron Sudah Masuk, Kemenhub Perketat Prokes di Semua Transportasi

Di samping itu ada sejumlah negara dengan kasus Omicron justru lebih rendah dibandingkan kasus Delta. Ia mengaku masih banyak data yang belum diketahui dengan pasti.

Misalnya di Afrika Selatan jumlah yang masuk rumah sakit jauh di bawah kasus Delta. Di Inggris pun kasus Omicron jauh di bawah Delta. Di Amerika secara persentase kasus aktif di bawah Delta, tetapi secara nominal jumlah orang yang yang masuk rumah sakit lebih tinggi dari kasus Delta.

“Melihat kasus seperti ini karena banyak ketidakpastiannya lebih baik kita hati-hati, kita waspada, kita tidak usah jumawa, laksanakan protokol kesehatan, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas,” tegasnya dalam keterangan tertulis Kemenkes, Selasa (1/2).

Baca Juga:  Kemenkes Sebut 414 Orang Terkonfirmasi Terinfeksi Omicron

Jadi, lanjutnya, penularan Omicron tinggi sekali dan Indonesia pasti akan mengalami puncak kasus. Masyarakat Indonesia mesti waspada mengingat kasus varian Omicron di negara lain bisa mengalami puncak kasus 2-3 kali di atas kasus Delta.

“Kita masih belum tahu berapa jumlahnya pada saat puncak kasus akan terjadi di Indonesia. Perkiraan kami puncak akan terjadi di akhir Februari,” kata Menkes Budi.

Masyarakat diminta tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan. Kurangi mobilitas, hindari kerumunan, dan jaga kesehatan. Pemerintah memastikan ketersediaan obat dalam penanganan pasien Covid-19 tetap lengkap. Terutama obat-obat antivirus.

“Kita sudah memastikan bahwa obat-obatan itu lengkap kalau tanpa gejala pasien cukup minum vitamin, kalau dengan gejala bisa dengan obat anti panas dan lewat telemedisin, juga bisa mendapatkan obat antivirus,” tutur Menkes Budi.

Baca Juga:  Indonesia Berhasil Lalui Puncak Omicron dengan Selamat

Lima organisasi profesi dan para ahli kedokteran sudah merekomendasikan antivirus yang untuk digunakan, yakni favipiravir dan molnupiravir. Kemenkes sudah menyiapkan lebih dari 20 juta dosis, tapi obat tersebut harus dengan resep dari dokter.

“Jadi stok obat cukup banyak, kami harapkan mudah-mudahan dengan semua yang sudah kita lakukan dapat terhindar dari Covid-19. Pesan saya waspada, tetap hati-hati, batasi mobilitas, jangan terlalu banyak mobilitas,” tutupnya. (jawapos)

Tags: Omicron
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Pembatasan Bantuan Perlengkapan Sekolah, DPRD Minta Disdikbud Cari Solusi

Next Post

Persoalan Tambang Ilegal dan Reklamasi di IKN Jadi Atensi

Related Posts

Uji Coba Booster Vaksin Sinovac Khusus Lawan Omicron Sudah Disetujui
Kesehatan

Uji Coba Booster Vaksin Sinovac Khusus Lawan Omicron Sudah Disetujui

22 April 2022, 13:14
Indonesia Berhasil Lalui Puncak Omicron dengan Selamat
Nasional

Indonesia Berhasil Lalui Puncak Omicron dengan Selamat

16 Maret 2022, 10:00
Hasil Baru Keluar, Dua Sampel Positif Omicron
Bontang

Hasil Baru Keluar, Dua Sampel Positif Omicron

22 Februari 2022, 15:06
Omicron Mengganas, Tak Perlu Panik Berlebihan
Kesehatan

Omicron Mengganas, Tak Perlu Panik Berlebihan

21 Februari 2022, 16:00
Pembatasan Transportasi Tunggu Instruksi Pusat
Kaltim

Pembatasan Transportasi Tunggu Instruksi Pusat

14 Februari 2022, 10:00
Satgas Covid-19 Bontang Masih Menunggu Hasil Sampel Probable Omicron
Bontang

Satgas Covid-19 Bontang Masih Menunggu Hasil Sampel Probable Omicron

2 Februari 2022, 13:06

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.