bontangpost.id – Longsor di Jalan Soekarno-Hatta, kian mengkhawatirkan. Sebab, jalan tersebut setiap harinya dilewati banyak kendaraan. Lokasinya berada di sebelah kiri jalan, dari arah Bontang Lestari menuju Bontang kota.
Panjang tanah longsor berkisar 80 meter. Namun yang terlihat parah, sepanjang 30 meter. Kondisi jalan mulai mengalami retak kecil. Hanya ada garis pembatas yang sudah mulai putus. Dan papan imbauan agar waspada akibat jalan rusak.
Pengendara yang melintas pun diminta untuk berhati-hati. Terutama saat malam hari. Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak 2018 lalu. Anwar menyebut, pihaknya sudah sering kali mengusulkan perbaikan, namun hingga kini belum disetujui.
“Itu sudah lama, kami selalu mengusulkan lewat APBD, Bankeu, bahkan DAK, tapi karena keterbatasan anggaran makanya belum bisa dikerjakan sampai sekarang. Sekarang kelihatan sekali longsorannya karena memang lahan di sekitarnya habis dibersihkan,” ujarnya kepada redaksi bontangpost.id, Senin (11/7/2022).
Pada 2018 lalu dikatakan Anwar, telah diajukan perbaikan dengan nilai anggaran sekira Rp 12 miliar lebih. Adapun, usulan perbaikan akan kembali diajukan lewat APBD Murni 2023. “Kemungkinan nilainya bertambah, karena kan itu harga 2018, sekarang sudah naik. Tadi di rapat kami bahas lagi itu tanah longsor,” katanya.
Jika anggaran disetujui, maka perbaikan akan dilakukan tahun depan. Jalan sepanjang 80 meter yang mengalami longsor bakal dilakukan penurapan terlebih dulu. Lalu, ditimbun.
Saat ini yang bisa dilakukan yakni memasang plang imbauan kepada pengendara yang melintas. Untuk menghindari kecelakaan ataupun hal-hal lain yang tidak diinginkan. “Kalau bisa, jalan arah ke kota kan ada dua lajur itu, pakai yang sebelah kanan, untuk antisipasi, jangan di lajur kiri dekat longsoran,” tuturnya. (*)







