bontangpost.id – Komisi III DPRD Bontang melakukan tinjauan lapangan di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari pada Senin (2/1/2023).
Pimpinan rombongan Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina mengungkapkan peninjauan penting dilakukan. Lantaran kondisi di bantaran Jalan Soekarno Hatta yang memiliki panjang sekira 80 meter berpotensi mengalami longsor. Dikhawatirkan berdampak bagi pengguna jalan khususnya saat malam hari.
“Ini harus lekas ditindaklanjuti. Soalnya kalau kita lihat langsung pergeseran tanah bisa terus terjadi. Jangan sampai ada korban,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, adanya pergeseran tanah mengakibatkan kondisi jalan ikut mengalami keretakan.
Oleh sebab itu, Amir Tosina meminta tak hanya pemasangan papan pemberitahuan dan garis pembatas saja, melainkan ada penanganan sementara misalnya dengan memasang pembatas jalan dari kayu ulin.
“Kalau hanya dipasang garis pembatas di malam hari tidak akan terlihat. Kami berharap ada penanganan sementara seperti penambahan traffic cone juga,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Anwar Nurdin mengatakan bahwa sejak 2004 pihaknya telah mendata titik lokasi yang berpotensi longsor.
Bahkan untuk Jalan Soekarno Hatta itu sendiri sudah masuk dalam daftar prioritas penanganan. Kata Anwar kawasan tersebut telah dilakukan perencanaan pada 2018 lalu. Namun, progres tidak bisa dilanjutkan karena di pertengahan 2019 anggaran perencanaan hilang.
“Sempat kami masukan di SIPDP Bankeu. Tapi saat kami bahas di musrenbang provinsi ternyata hilang dan tidak masuk di daftar,” terangnya.
Meski begitu, pihaknya kembali mengajukan proyek penanganan untuk tahun ini dengan anggaran senilai Rp 17 miliar dari APBD Murni 2023. Dengan anggaran itu pihaknya akan membangun penguatan tebing jalan.
Diakuinya, kondisi tersebut terjadi sejak lama. Bahkan berpotensi mengalami perluasan lokasi longsor. Semula hanya 80 meter yang akan ditangani. Namun, melihat kondisi saat ini bisa mencapai 100 meter.
Gambaran desain awal, pihaknya akan membangun tiang pancang kemudian diperkuat dengan dinding beton lalu akan dilanjutkan dengan perbaikan aspal.
“Kalau ketinggian tebing jalan mengikuti kondisi tanah,” tuturnya.
Bilang Anwar proyek pengerjaannya pun membutuhkan waktu 10 bulan. Oleh sebab itu pengajuan lelang fisik harus dilakukan sejak awal tahun. Rencana pengajuan lelang fisik paling lambat dilakukan pada minggu ketiga Januari.
“Target kami Januari minggu kedua sudah kami lelang. Semoga tidak terlambat,” katanya. (*)







