• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dugaan IUP Palsu, 4 OPD Sudah Dimintai Keterangan, Penyidik Kesulitan Temukan Dokumen Fisik

by Redaksi Bontang Post
2 Januari 2023, 12:16
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penyelidikan terhadap dugaan pemalsuan dokumen izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim, belum menunjukkan progres menggembirakan. Kepolisian masih kesulitan menemukan dokumen fisik IUP yang diduga dibubuhi paraf abal-abal Gubernur Kaltim Isran Noor itu. Lantaran dokumen yang disampaikan Inspektorat Kaltim hanya berupa salinan. Bukan dokumen fisik sebenarnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Kristiaji. Alat bukti yang diserahkan kepada penyidik, yaitu dokumen IUP dan surat pengantar gubernur Kaltim, merupakan fotokopi. Karena dalam penanganan dugaan tindak pidana pemalsuan, penyidik harus mampu melakukan verifikasi terhadap surat sebenarnya. Sehingga dibutuhkan dokumen fisik yang sebenarnya, sebagai alat bukti.

“Nah ini yang belum kami dapatkan. Karena kemarin, kami baru dapat dari Inspektorat provinsi itu fotokopi semua,” katanya kepada Kaltim Post, Jumat (30/12).

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Puluhan IUP, Polda Belum Terima Laporan

Sebab itu, penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim mencoba mengawali penyelidikan laporan dugaan pemalsuan IUP ini menggunakan teknik penomoran. Disebabkan ada beberapa perbedaan dalam surat pengantar yang menjadi rujukan penerbitan IUP yang diduga palsu itu.

Ada yang menggunakan surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kemudian, ada surat lainnya menggunakan pengantar dari Biro Perekonomian Setprov Kaltim. “Dari kelompok-kelompok itulah, kami klaster. Untuk dilakukan pemeriksaan, dalam proses penyelidikan ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan penerbitan IUP. Yakni Inspektorat selaku pelapor, kemudian DPMPTSP, Biro Perekonomian Setprov Kaltim, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Dinas Sosial (Dissos).

Khusus untuk Dissos, Kristiaji menyebut turut diperiksa lantaran ada surat pengantarnya yang diduga digunakan dalam IUP tersebut. Dan pemeriksaan belum dilakukan terhadap 21 perusahaan yang diduga memiliki IUP palsu itu. Yang diduga mencatut tanda tangan gubernur Kaltim.

Baca Juga:  Satu IUP Palsu Dijual hingga Rp 3 Miliar

“Pada klaster tahap awal ini, sekitar 10 orang yang sudah kami periksa. Dari instansi yang berkaitan dengan penerbitan surat itu,” tutur Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri tersebut.

Dia juga mengungkapkan belum ada penetapan tersangka. Karena penyidik harus rigid dalam melakukan penyelidikan. Mengingat yang menjadi alat bukti merupakan dokumen negara. “Jadi saya harus benar-benar memastikan sekali proses pembuktian itu,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Inspektorat Kaltim Irfan Prananta mengungkapkan ada indikasi keterlibatan pejabat Pemprov Kaltim. Yang diduga turut berperan dalam penerbitan IUP pada 2020 itu. Dan indikasi tersebut akan dibuktikan dengan pembuktian di lapangan oleh pihak kepolisian. Dalam hal ini, Ditreskrimum Polda Kaltim, yang menerima laporan dugaan pemalsuan paraf gubernur Kaltim atas 21 IUP dari Inspektorat Kaltim pada 11 November lalu. “Karena masih indikasi, jadi saya belum berani bilang apa-apa. Tapi ada lah mengarah ke sana,” katanya.

Baca Juga:  Dua Bulan Berlalu, Kasus Izin Tambang Palsu Belum Menyeret Tersangka

Irfan melanjutkan, pada bukti awal yang sebelumnya ditemukan Inspektorat Kaltim, sudah menguatkan indikasi yang mengarah pada keterlibatan pejabat di Pemprov Kaltim. Namun, dia masih enggan membeberkan dugaan pejabat yang terlibat.

“Dari bukti-bukti awal yang kita temukan, tentu ada (dugaan pejabat yang terlibat). Ada di beberapa tempat (OPD). Yang pasti yang mengurusi masalah izin. Dan berhubungan dengan surat menyurat itulah,” ungkapnya. (dwi/k8)

Tags: IUP palsu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berpotensi Longsor, Penguatan Tebing di Jalan Soekarno Hatta Dikucur Rp 17 Miliar

Next Post

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Loktuan Diprediksi 7-9 Januari

Related Posts

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh
Kaltim

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh

16 Mei 2026, 16:00
Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim
Kaltim

Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim

22 Agustus 2025, 08:37
Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu
Kaltim

Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu

20 Oktober 2023, 10:14
Penyidikan Kasus 21 IUP Palsu Dihentikan, Pengamat; Ada Pihak yang Ingin Diselamatkan
Kaltim

Penyidikan Kasus 21 IUP Palsu Dihentikan, Pengamat; Ada Pihak yang Ingin Diselamatkan

26 Juni 2023, 08:59
Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan
Kaltim

Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan

24 Juni 2023, 17:09
Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan
Kaltim

Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan

23 Juni 2023, 08:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.