• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penyidikan Kasus 21 IUP Palsu Dihentikan, Pengamat; Ada Pihak yang Ingin Diselamatkan

by Redaksi Bontang Post
26 Juni 2023, 08:59
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penanganan laporan dugaan pemalsuan 21 izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim dinilai sejak awal tidak serius. Aparat penegak hukum terkesan setengah hati menangani laporan pemalsuan dokumen dan tanda tangan gubernur Kaltim. Apalagi sebagai korban yang diduga dipalsukan tanda tangannya, Gubernur Kaltim Isran Noor tidak pernah diperiksa sebagai saksi, sehingga memunculkan sangkaan bahwa kasus dugaan pemalsuan 21 IUP ini sengaja ingin dihentikan.

Akademikus hukum Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah menuturkan, dirinya sudah memprediksi jika kasus yang dilaporkan Inspektorat Kaltim pada November 2022 ini, akan “coba” dihentikan. Hal ini sudah tampak sedari awal. Sejak laporan disampaikan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim.

“Bahkan Isran Noor sebagai pihak yang diduga tanda tangannya dipalsukan, tidak pernah diminta keterangannya,” katanya kepada Kaltim Post, Jumat (23/6). Pria yang akrab disapa Castro ini menyanggah kendala penyidik Polda Kaltim dalam menemukan dokumen autentik 21 IUP yang diduga dipalsukan. Kalaupun surat aslinya belum ketemu, menurutnya ada dua hal yang bisa dilakukan.

Pertama, uji forensik digital terhadap dokumen hasil scan. Kedua, memanggil saksi-saksi yang bisa menegaskan kalau isi dokumen scan itu memang benar. Termasuk Isran Noor yang tanda tangannya dicatut. “Faktanya, dua upaya itu ‘kan seolah tidak serius dilakukan. Ini menjadi pertaruhan bagi Polda Kaltim kalau dihentikan. Artinya pihak penyidik Polda Kaltim tidak kredibel menangani kasus,” sindirnya.

Baca Juga:  Persoalan Tambang Belum Tuntas, DPRD Kaltim Kebelet Bentuk Pansus Lagi

Selain proses hukum, Castro berpandangan, proses politik juga perlu dilakukan DPRD Kaltim. Bisa melalui penggunaan hak interpelasi atau hak angket. Menurutnya, pemprov tampak tidak kooperatif untuk mencari dokumen asli 21 IUP yang diduga dipalsukan. Bahkan justru cenderung menutupi, sehingga membuat kasus ini berpotensi antiklimaks.

“Padahal kalau serius dan berkomitmen menyelesaikan kasus ini, tidaklah sulit menemukan dokumen aslinya. Jadi sepertinya memang ada yang hendak disembunyikan dan diselamatkan. DPRD harus tegas dan berani memanggil gubernur,” terang penyandang gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Peneliti pada Pusat Studi Anti Korupsi (Saksi) Fakultas Hukum Unmul ini menilai, laporan Inspektorat Kaltim menyikapi dugaan pemalsuan dokumen 21 IUP harus dimaknai sebagai tindakan pemprov secara kelembagaan. Jadi, perlu upaya aktif mempermudah proses hukumnya, termasuk mencari dokumen aslinya. “Apabila tidak dilakukan, berarti memang pelaporan itu cuma gimik belaka,” tegas dia.

Baca Juga:  Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu

Mengeni langkah penyidik Polda Kaltim menunggu korban yang merasa dirugikan atas 21 IUP palsu untuk melapor, menurutnya hal itu sama aja dengan menyerahkan leher mereka untuk dipenggal. Oleh karena itu, pria berkacamata ini memperkirakan bahwa tidak akan ada pihak yang mau melapor. Kecuali ada yang mendesain, jika ada korban yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Kaltim.

“Jadi mesti didorong terus kasus ini jangan sampai menguap. Dorong, baik secara hukum di APH (aparat penegak hukum) dan secara politik di DPRD. Segerakan ajukan interpelasi atau angket. Intinya, kalau kasus ini benar-benar dihentikan, artinya memang ada yang hendak ditutup-tutupi. Ada pihak yang ingin diselamatkan!” ungkapnya. Pada bagian lain, Kepala Inspektorat Daerah Kaltim M Irfan Pranata belum bersedia memberikan keterangan saat berusaha dikonfirmasi Kaltim Post kemarin.

Pertanyaan yang disampaikan harian ini melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadinya, terkait sulitnya menemukan dokumen asli dan apakah Pemprov Kaltim tidak punya arsip pun tak dibalas. Padahal pesan tersebut telah centang dua berwarna biru menunjukan sudah dibaca oleh yang bersangkutan. Demikian juga melalui sambungan telepon. Panggilan telepon awak redaksi Kaltim Post tak ditanggapi hingga tadi malam.

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan

Diwartakan sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Kristiaji tak menerangkan secara terperinci waktu penggeledahan di Kantor Gubernur Kaltim. Namun, kata dia, saat penggeledahan, dokumen autentik IUP yang terindikasi palsu itu tak ditemukan. “Sudah digeledah, enggak ada. Jadi akan kami stop,” ungkapnya kepada Kaltim Post di Hotel Gran Senyiur, Selasa (20/6).Setelah penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen itu dihentikan dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), selanjutnya Polda Kaltim menunggu laporan dari perusahaan yang telah membeli IUP yang diduga palsu itu. Agar Ditreskrimum Polda Kaltim bisa melanjutkan penanganan kasus pemalsuan dokumen itu.

“Tinggal yang beli IUP palsu itu yang melapor. Sekarang kita balik. Yang beli IUP palsu itu yang lapor ke kita. Karena kita enggak bisa lanjutkan tanpa dokumen aslinya,” ucapnya. (riz/k16)

Tags: IUP palsu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan 8 Ton Pupuk ke Kodim 0908 Bontang

Next Post

Jelang Iduladha, Pasokan dan Harga Pangan Dipastikan Aman

Related Posts

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh
Kaltim

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh

16 Mei 2026, 16:00
Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim
Kaltim

Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim

22 Agustus 2025, 08:37
Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu
Kaltim

Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu

20 Oktober 2023, 10:14
Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan
Kaltim

Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan

24 Juni 2023, 17:09
Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan
Kaltim

Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan

23 Juni 2023, 08:28
Satu IUP Palsu Dijual hingga Rp 3 Miliar
Kaltim

Satu IUP Palsu Dijual hingga Rp 3 Miliar

8 Mei 2023, 09:33

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.