• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan

by Redaksi Bontang Post
23 Juni 2023, 08:28
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Kristiaji

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Kristiaji

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah dihentikan, Polda Kaltim menunggu laporan dari perusahaan yang menjadi korban IUP yang diduga palsu itu. Agar penanganan kasus bisa kembali dilanjutkan.

bontangpost.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen izin usaha pertambangan (IUP) segera dihentikan. Kendati sudah menggeledah Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu, penyidik Polda Kaltim belum menemukan dokumen autentik IUP yang diduga dipalsukan itu. Dan tidak pula menemukan dokumen sebenarnya dari IUP yang diduga dipalsukan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Kristiaji tak menerangkan secara terperinci waktu penggeledahan tersebut. Namun, kata dia, saat penggeledahan, dokumen autentik IUP yang terindikasi palsu itu tak juga ditemukan.

“Sudah digeledah, enggak ada. Jadi akan kami stop,” ungkapnya kepada Kaltim Postdi Hotel Gran Senyiur, Selasa (20/6).

Setelah penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen itu dihentikan dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), selanjutnya Polda Kaltim menunggu laporan dari perusahaan yang telah membeli IUP yang diduga palsu itu. Agar Ditreskrimum Polda Kaltim bisa melanjutkan penanganan kasus pemalsuan dokumen itu.

Baca Juga:  Pemerintah dan Aparat Disorot, Warga Sendirian Melawan Penambang Ilegal

“Tinggal yang beli IUP palsu itu yang melapor. Sekarang kita balik. Yang beli IUP palsu itu yang lapor ke kita. Karena kita enggak bisa lanjutkan tanpa dokumen aslinya,” alasannya.

Selain itu, dari informasi yang diterimanya, kasus dugaan pemalsuan IUP ini sudah ditangani enam polda. Pejabat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah dipanggil dan diperiksa oleh enam polda yang menangani kasus tersebut. Namun, Kristiaji tidak memerincikan polda mana saja yang dimaksud. Dengan modus ada pihak yang menawarkan untuk membeli IUP dengan harga sekian miliar rupiah. Namun, IUP yang sudah telanjur dibeli itu palsu atau abal-abal.

“Bahkan kasus ini juga akan berproses lagi ke Bareskrim,” ungkap pria berpangkat melati tiga itu.

Penghentian penyidikan kasus ini akan dilakukan setelah gelar perkara pada Juli mendatang. “Gelar perkaranya mungkin bulan depan. Pelaporan dari inspektorat kami hentikan. Dan kami tunggu dari korban. Kita enggak bisa melanjutkan tanpa dokumen aslinya,” tutup Kristiaji.

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Puluhan IUP, Polda Belum Terima Laporan

Sebagai informasi Inspektorat melakukan pelaporan ke Polda Kaltim atas dugaan pemalsuan dokumen bertanda tangan palsu Gubernur Kaltim Isran Noor pada 11 November 2022. Memuat sejumlah IUP yang diduga palsu.

Sebelumnya, Inspektorat Kaltim saat melakukan pemeriksaan terhadap surat pengantar dari gubernur Kaltim untuk penerbitan izin pertambangan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada dua surat yang diduga palsu. Yakni, surat pengantar bernomor 5503/4938/B.Ek tanggal 4 September 2021 terdiri dari 8 IUP dan 503/5013/DPMPTSP-4/IX/2021 tanggal 21 September 2021 yang berisikan 14 IUP.

Inspektorat Kaltim menemukan ketidaksesuaian pada nomor surat pengantar tersebut. Yang dinilai tidak sinkron. Satu surat pengantar menggunakan nomor surat dari Biro Ekonomi Setprov Kaltim. Dan satu lagi menggunakan nomor surat dari Biro Umum Setprov Kaltim.

Dasar itulah yang menjadi titik kecurigaan Inspektorat Kaltim untuk menelusuri dua surat pengantar yang diduga palsu. Namun, dua surat pengantar yang diserahkan ke Polda Kaltim sebagai alat bukti itu berupa fotokopi. Bukan dokumen sebenarnya yang diduga dipalsukan.

Baca Juga:  PPATK Beber Transaksi Keuangan Terkait Tambang Ilegal Ismail Bolong

Penyidik Polda Kaltim pun meningkatkan laporan dugaan pemalsuan ini ke tahapan penyidikan pada Februari 2023 lalu. Walaupun belum ada tersangka yang ditetapkan, Kristiaji beralasan peningkatan status ke penyidikan ini karena menyangkut upaya paksa untuk penggeledahan dan penyitaan. Agar penyidik memiliki kewenangan melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen IUP ini.

Apabila masih dalam tahap penyelidikan, maka penyidik tidak memiliki kewenangan melakukan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan. Dan penyidik Polda Kaltim juga telah mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus pemalsuan ini. Mulai Biro Umum dan Biro Ekonomi di Setprov Kaltim, Dinas ESDM, serta beberapa instansi lain. (dwi/k8)

Tags: IUP palsuTambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Capaian Retribusi Pajak Daerah Jauh dari Target, Basri Minta OPD Cari Inovasi

Next Post

Hadiri RAT Koperasi ASN, Basri Minta Ada Pengembangan Unit Usaha

Related Posts

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh
Kaltim

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh

16 Mei 2026, 16:00
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.