• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ada Oknum “Jualan” IUP Palsu, Polda Kaltim Bakal Geledah Kantor Gubernur

by Redaksi Bontang Post
6 Mei 2023, 17:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Kantor Gubernur Kaltim akan digeledah Polda Kaltim untuk mencari bukti dokumen asli, atas kasus IUP palsu yang mencuat beberapa waktu belakangan ini

Kantor Gubernur Kaltim akan digeledah Polda Kaltim untuk mencari bukti dokumen asli, atas kasus IUP palsu yang mencuat beberapa waktu belakangan ini

Share on FacebookShare on Twitter

Penggeledahan yang akan dilakukan penyidik Polda Kaltim berpotensi menjadi titik akhir penanganan kasus. Sebab, jika dokumen asli tidak ditemukan, kasus pemalsuan 21 IUP bisa dihentikan.

bontangpost.id – Penyidikan laporan beredarnya 21 izin usaha pertambangan (IUP) yang diduga palsu masih berlangsung. Polda Kaltim melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berencana melakukan berbagai cara untuk mengungkap kasus yang masuk ke meja kepolisian sejak 11 November 2022 lalu itu. Kepada Kaltim Post (induk bontangpost.id), Direskrimum Polda Kaltim Kombes Kristiaji menjelaskan, berbagai upaya sudah dilakukan penyidik.

Dari pemanggilan terhadap perusahaan, memintai keterangan semua kepala dinas, termasuk inspektorat Kaltim, sampai koordinasi bersama Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan yang dibentuk DPRD Kaltim. “Terakhir kami diundang hearing oleh pansus. Di sana juga ada perwakilan dari Pemprov Kaltim. Di sana kami juga mendapatkan sejumlah informasi langsung dari kepala dinas, seperti ESDM (Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kaltim) dan PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim/DPMPTSP),” ucap Kristiaji, Kamis (4/5).

Informasi yang dimaksud, antara lain, dari DPMPTSP Kaltim menegaskan salinan atau fotokopi nomor surat pengantar bernomor 5503/4938/B.Ek tertanggal 4 September 2021, dan 503/5013/DPMPTSP-4/IX/2021 tertanggal 21 September 2021, di mana surat pertama, memuat permohonan 8 IUP, lalu surat kedua berisi 14 IUP adalah benar palsu. Karena setelah dicek tidak melalui mekanisme perizinan yang benar. Kemudian tidak terdaftar di sistem Minerba One Data Indonesia (MODI), Minerba Online Monitoring System (MOMS), dan elektronik pendapatan nasional bukan pajak (e-PNBP) Izin Usaha Pertambangan Kaltim.

“Keterangan dari perwakilan dinas ESDM pun ternyata fotokopi ini juga menyebar ke enam daerah di luar Kaltim. Sehingga kami menilai, diduga ada oknum yang memang menjual dokumen IUP ini. Mereka jualnya pun berupa salinan, bukan dokumen asli,” terangnya.

Baca Juga:  Dampak Kerusakan Lingkungan Tak Terkendali, Pemprov dan Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Pemalsuan Izin Tambang

Karena itu, lanjut Kristiaji, salah satu fokus penyidikan adalah mendapatkan dokumen asli termasuk dokumen surat keputusan gubernur Kaltim terkait penerbitan IUP diduga palsu tersebut.

Karena saat kasusnya dilaporkan ke Ditreskrimum oleh Inspektorat Kaltim, bukti yang dibawa juga berupa salinan, bukan dokumen asli. “Kami sudah bersurat ke pengadilan negeri di Samarinda. Izin ini akan kami gunakan untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan jika ditemukan dokumen yang kami cari di Kantor Gubernur Kaltim. Karena di sanalah yang diduga menjadi sumber keluarnya IUP palsu ini,” ungkapnya.

Penggeledahan ini berpotensi menjadi titik akhir penanganan kasus. Karena jika dokumen asli tersebut tidak ditemukan, kasus bisa dihentikan. “Karena yang disebut kasus pemalsuan itu harus dokumen asli. Karena dalam sebuah pembuktian, fotokopi itu tidak bisa dijadikan bukti. Buktinya nol. Karena melalui dokumen asli, kita akan melihat, apakah tanda tangannya yang dipalsukan, atau isinya yang dipalsukan,” lanjutnya.

Di sisi lain, penyidik juga sudah bersurat ke Kementerian ESDM. Dalam upaya mendapatkan dokumen asli. Namun hingga kemarin, pihaknya belum mendapat balasan. Tetapi, kata Kristiaji, dari keterangan pansus yang sudah ke Kementerian ESDM, ternyata dokumen yang sampai di kementerian pun hanya berupa fotokopi. “Jadi enggak ada aslinya juga di kementerian. Jadi penggeledahan di Kantor Gubernur Kaltim adalah langkah terakhir mencari perbuatan membuatnya,” sebut dia.

Meski dalam kasus ini belum ada tersangka, namun Kristiaji menyebut ada dugaan keterlibatan oknum. Soal oknum ini, dia menyinggung dua orang di lingkungan Pemprov Kaltim yang diduga memiliki peran. Sayangnya, penyidik tidak bisa menggali informasi lebih jauh. “Dalam penelusuran, surat yang keluar ini kan sumbernya dua. Dari PTSP dan Biro Ekonomi. Kendalanya, ada yang kemudian dicurigai sebagai oknum itu sudah meninggal. Ada juga yang diperiksa ternyata mengaku diperintah atasan. Atasannya ini meninggal. Lalu ada juga oknum lain yang disebut bisa mengurus IUP ini, itu juga meninggal,” jelasnya.

Baca Juga:  Satu IUP Palsu Dijual hingga Rp 3 Miliar

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas Kabid ESDM Kaltim Sukariamat membenarkan jika pihaknya telah dimintai keterangan sebagai saksi oleh Polda Kaltim. Itu berkaitan dengan laporan inspektorat soal 21 IUP yang diduga palsu. “Polda Kaltim menanyakan terkait kebenaran apakah IUP 21 itu benar ada atau tidak. Kami jawab tidak tahu, karena memang Dinas ESDM Kaltim bukan penerbit IUP,” tegasnya. Pria ramah tersebut menambahkan, peran Dinas ESDM Kaltim sebatas pertimbangan teknis.

Dari 21 IUP yang ditanyakan penyidik, sambung dia, hanya satu IUP yang pernah diterbitkan pertimbangan teknisnya. “Karena untuk menerbitkan IUP harus ada pertimbangan teknis. Dan 20 itu tidak ada (pertimbangan teknis). Sementara satu ada, yakni PT Mega Sarana, itu bukan batu bara, melainkan galian mineral logam di Kabupaten Paser,” imbuhnya. Disinggung soal pemanggilan dari polda lainnya, Sukariamat menyebut, pemanggilan itu dari Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya.

Baca Juga:  Dua Bulan Berlalu, Kasus Izin Tambang Palsu Belum Menyeret Tersangka

Dia menyebut, pihaknya dimintai keterangan bukan terkait perkara 21 IUP yang diduga palsu tersebut. Namun perkara lain. Yakni tentang kasus penipuan yang sedang ditangani penegak hukum di luar Kaltim. “Kami dipanggil sebagai saksi ahli, tentang kasus penipuan,” sebutnya kemarin. (riz/k8)

Tags: IUP palsu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resep Beef Yakiniku Spesial ala Restoran Jepang

Next Post

Belum Ada Sanksi Khusus, Kapolres Bontang Imbau Pengendara Tak Merokok saat Berkendara

Related Posts

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh
Kaltim

Vonis Dayang Donna Lebih Ringan dari Tuntutan, Jatam Kaltim Sebut Mafia Tambang Belum Tersentuh

16 Mei 2026, 16:00
Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim
Kaltim

Setelah Jemput Paksa, KPK Tahan Rudy Ong Chandra dalam Kasus Suap IUP Kaltim

22 Agustus 2025, 08:37
Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu
Kaltim

Polda Kaltim Hentikan Penyidikan Kasus IUP Palsu

20 Oktober 2023, 10:14
Penyidikan Kasus 21 IUP Palsu Dihentikan, Pengamat; Ada Pihak yang Ingin Diselamatkan
Kaltim

Penyidikan Kasus 21 IUP Palsu Dihentikan, Pengamat; Ada Pihak yang Ingin Diselamatkan

26 Juni 2023, 08:59
Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan
Kaltim

Dugaan Pemalsuan 21 IUP, Transparansi Pemprov Dipertanyakan

24 Juni 2023, 17:09
Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan
Kaltim

Padahal Sudah Geledah Kantor Gubernur, Kasus IUP Palsu Malah Segera Dihentikan

23 Juni 2023, 08:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.