• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ganggu Mata Pencarian, Emak-emak di Tenggarong Tolak Tambang Terduga Ilegal

by Redaksi Bontang Post
1 Februari 2024, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Penampakan tambang koridor di Spontan, Mangkurawang, Tenggarong yang hanya berdampingan dengan lahan pertanian warga (Elmo/Prokal.co)

Penampakan tambang koridor di Spontan, Mangkurawang, Tenggarong yang hanya berdampingan dengan lahan pertanian warga (Elmo/Prokal.co)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Aktivitas tambang terduga ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang kian meresahkan kini kembali berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tak ingin diam saja, ratusan warga yang didominasi Ibu Rumah Tangga (IRT) dari lima RT di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (31/1). Untuk menolak penambangan yang terletak di Dusun Sukodadi ini, karena telah membawa dampak negatif terhadap kehidupan mereka.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, terdapat tiga titik penambangan. Dua diantaranya masih beraktivitas, sedangkan satunya sudah tidak aktif. Di lapangan sendiri, terdapat tiga ekskavator. Dari aktivitas penambangan ini sendiri terdapat lubang galian dengan emas hitam yang memiliki kedalaman sekitar empat meter. Mirisnya, hanya 100 meter dari galian tersebut. Terdapat lahan pertanian yang masih dalam tahap produksi.

Baca Juga:  Polisi Tutup Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang

“Hari ini kita meminta kepada aparat terkait untuk segera menghentikan tambang koridoran di tempat kami. Karena lahan yang ditambang ada di atas perbukitan, dan 80 persen warga sini mata usahanya adalah pertanian. Dengan adanya tambang ini kami terdampak,” ungkap seorang warga, sekaligus koordinator aksi penolakan tambang ini, Fathur Rahman.

Di lokasi penambangan, Fathur serta para warga didampingi Camat, Kapolsek dan Danramil Tenggarong serta Lurah Mangkurawang. Dalam aksi ini, ia dan warga menuntut penghentian aktivitas tambang yang diduga ilegal ini. Mengingat mayoritas warga yang menggantungkan mata pencaharian di pertanian. Serta luas sawah yang menyentuh 200 hektare. Fathur menyebut lahan produktif hanya mencapai 100 hektare, dan masih mengandalkan tadah hujan.

Dengan keberadaan tambang yang terletak di RT 15 ini. Area yang menjadi sumber air tersebut terancam merasakan dampaknya. Mulai dari sumur mengering, banjir akibat cuaca sampai perairan sawah terganggu. Dan ditegaskan Fathur. Pengembangan pertanian di tempatnya ini guna mendukung program Bupati Kukar, Edi Damansyah dalam mewujudkan lumbung pangan. Dan apabila tambang ini terus berlanjut. Maka lahan pertanian akan hancur, dan mewujudkan impian itu sangat tidak masuk akal.

Baca Juga:  Desak Pemerintah Tindak Tambang Ilegal 

“Makanya kami meminta pemerintah terkait setidaknya menghentikan aktivitas ini. Kami tidak ingin, yang dulu bisa jual beras, beberapa tahun kedepan malah beli beras,” tegasnya.

Usai aksi ini, lima RT yang tergabung dari RT 14,15,16,17 dan 18. Sepakat untuk melapor secara resmi, dengan pendampingan dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim) yang nantinya akan ditujukan terhadap Lurah Mangkurawang, Camat Tenggarong, Polsek Tenggarong, Koramil 0906-01/Tenggarong, Polres Kukar, Kodim 0906/Kukar, Ketua DPRD Kukar dan Bupati Kukar.

“Kami menolak segala bentuk tambang batu bara, tidak ada ruang untuk negosiasi. Karena kami ingin mencegah kerusakan lahan. Kami telah mengumpulkan dokumen yang disepakati ratusan warga dari lima RT, akan kami laporkan,” beber Fathur.

Baca Juga:  Beroperasi Sejak 2016, Penambang Batu Bara Ilegal Ditangkap

Seorang petani yang memiliki lahan di RT 16, Maryono. Turut menceritakan dampak lingkungan yang dirasakan dari aktivitas ini. Maryono sendiri memiliki lahan sawah seluas setengah hektare, yang berada tepat di bawah galian tambang. Sama seperti teman petani lainnya yang tergabung di poktan. Sawah mereka menjadi banjir hingga berlumpur. Sehingga membuatnya tidak bisa menanam padi.

“Sudah begini sekitar tiga bulan, sawah tidak bisa ditanami karena banjir berlumpur akibat hujan deras dan limbah yang turun ke lahan,” jelasnya. (moe)

Tags: Tambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Besok Lima Wilayah di Bontang Bakal Terdampak Pemadaman Listrik

Next Post

Dapat Tambahan Rp12,3 Miliar, Perbaikan Parit dan Jalan Soekarno-Hatta Dikerjakan Tahun Ini

Related Posts

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare
Kaltim

Skandal Lahan Transmigrasi Kukar, Izin Tambang Lawas Picu Korupsi dan Kerusakan 1.800 Hektare

30 Maret 2026, 10:00
Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak
Kaltim

Kades Gas Alam Kembali Dipanggil, Polisi Siap Datangi Terkait Izin Tambang di Muara Badak

28 Maret 2026, 11:32
Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan
Kaltim

Kejati Kaltim Geledah Kantor Dinas ESDM, Selidiki Dugaan Korupsi Sektor Pertambangan

17 Maret 2026, 08:16
KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar
Kaltim

KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

13 Maret 2026, 11:00
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.