bontangpost.id – Progres perbaikan longsoran Jalan Soekarno-Hatta masih 69 persen.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin mengatakan, kenaikan progres saat ini memang kecil.
Beberapa pekerjaan tidak sampai satu persen. Tapi berdampak ke progres pengerjaan berikutnya.
“Misal di bagian bawah harus dicor. Kalau tidak dicor, pekerjaan selanjutnya tidak dapat dilanjutkan,” katanya.
Ia mengungkapkan, pengecoran untuk segmen satu dan dua telah diselesaikan.
Sementara segmen tiga dan empat akan dilaksanakan sekitar lima hari ke depan.
Lebih lanjut, ia menuturkan target penanganan hingga 20 hari ke depan ialah pengecoran bagian atas dan bawah, termasuk penimbunan.
“Karena material saat ini sudah ready,” tutur dia.
Paling tidak, sambungnya, pengerjaan sampai di asas manfaat, dalam artian akses jalan dapat digunakan.
Bila diakumulasi, progres hingga pengerjaan jalan nantinya sekitar 97 persen.
“Tiga persennya pengaspalan. Tapi jalan sudah dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Diketahui, proyek longsoran dikerjakan oleh PT Bangun Pilar Persada. Dimulai sejak 20 Maret 2023. Namun penyelesaian pengerjaan molor.
Oleh karena itu, kontraktor pelaksana dikenakan denda.
Adapun ia menyebut, tidak memungkinakan bila melakukan penggantian pelaksana. Mengingat harus melihat kesanggupan pelaksana selanjutnya.
“Pasti kan kontraktor pelaksana selanjutnya juga berpikir, apakah sanggup menyelesaikan pekerjaan tersebut,” ujar dia.
Selain itu, apabila ada penggantian kontrak maka harus dilakukan lelang ulang. Hal itu pun membutuhkan waktu.
“Di samping anggaran yang juga berpotensi membengkak, karena ada perubahan alokasi harga material,” sambungnya.
Adapun penyelesaian longsoran ditarget rampung 15 Maret mendatang.
Selain itu, ada penambahan delapan orang pekerja sehingga total tenaga kerja saat ini ada 22 orang.
“Optimis dapat diselesaikan sesuai target waktu,” pungkasnya. (*)







