bontangpost.id – Pembangunan gedung mal pelayanan publik (MPP) bakal dimulai tahun ini. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin Syam mengatakan faktor utamanya ialah terkendala ketersediaan anggaran. Menurutnya jika mengacu perencanaan sebelumnya maka dibutuhkan dana sebesar Rp 60 miliar.
“Dari mana ambilnya kalau segitu. Makanya kami coba cari alternatif lain,” kata Amiruddin.
Menurutnya terpenting ialah pelayanan publik itu bisa dilakukan. Perihal gedung itu bisa menggunakan sarana yang sudah ada. Terkhusus pelayanan itu bisa dilakukan dalam satu atap. Ia menilai ada dua opsi kuat pengalihan peruntukkan gedung untuk MPP.
“Bisa di Pasar Taman Rawa Indah atau Auditorium Tiga Dimensi,” ucapnya.
Jika di Pasar Tamrin bisa menempati lantai tiga bangunan. Sebab banyak ruko yang masih kosong di lantai tersebut. Sementara untuk Auditorium Tiga Dimensi bisa memakai ruang tunggu depan pintu masuk auditorium bahkan sampai ke area Kantor DPM-PTSP.
Ia menjelaskan di perubahan nantinya akan dilakukan kajian terlebih dahulu. Sehubungan dengan kenyamanan publik pasca diperuntukkan untuk itu. Termasuk sarana penunjang. Berkaitan dengan fasilitas parkir. “Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tentu akan dipilih mana yang memungkinkan,” tutur dia.
Prinsip dari pemkot ialah memiliki pengurusan perizinan yang disatukan dalam MPP. Ia menilai penggunaan fasilitas yang ada lebih hemat dibandingkan pembangunan dari awal. Opsi lainnya ialah melakukan review ulang terhadap perencanaan sebelumnya. “Dari yang ada tidak harus seperti itu,” terangnya.
Sebelumnya, Kabid Tata Ruang dan Bangunan Dinas PUPRK Robysai Manassa Malisa membenarkan bahwa pagu Rp 17 miliar hanya untuk struktur. Faktanya, kondisi tanah menjadi faktor meningkatnya kebutuhan dana. Sebab, nantinya fondasi harus memakai tiang pancang. Mengingat rencana bangunan memiliki empat lantai.
“Kami akan lihat pertimbangan anggaran dan kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Jika anggaran tidak mampu maka ada solusi alternatif. Baik pengurangan jumlah lantai atau pindah lokasi pembangunan. Tetapi, ia menyebut bahwa kajian terkait perencanaan itu sudah diselesaikan oleh Dinas PUPRK. “Alternatif pasti ada jika kondisinya memang demikian,” terangnya.
Sebagai informasi, rencana MPP awal akan dibangun di area Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Bontang Kuala. Rencananya, bangunan ini akan berbentuk dome. Terdiri dari empat lantai. Difasilitasi sarana penghubung lift tiap lantainya. Lantai dasar berbentuk bulat dengan diameter 60 meter. Selanjutnya, lantai kedua berwujud persegi dengan ukuran 32×32 meter. Lantai tiga dan empat berukuran lebih kecil, yakni 24×24 meter.
Lantai pertama akan dijadikan pengurusan seluruh perizinan ada 85 jenis layanan yang akan dipusatkan di bangunan itu. Lantai atasnya menjadi ruangan staf pendukung. Berikutnya lantai ketiga untuk staf pengelola dan lantai empat ruang pertemuan. Luas lahan yang diperlukan sekira 9.900 meter persegi dan luas bangunan 4.944 meter persegi. (ak)







