Neni: Pemerintah akan Lakukan Studi Kelayakan Dulu
BONTANG – Kota Bontang sama halnya magnet yang terus menarik pendatang dari luar, terutama investor. Kali ini Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menerima kunjungan perusahaan penyedia air minum, PT Kujang Tirta Sarana di Ruang Rapat Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kamis (6/4) pagi.
Tim perusahaan membawakan presentasi dihadapan Wali Kota Neni, berupa gambaran terkait rencana investasi yang akan dilakukan di Kota Taman. Pertemuan dihadiri pula oleh Kepala OPD terkait.
Berdasarkan hasil studi, pihak perusahaan menilai sumber air Sungai Nyerakat yang berada di Kelurahan Bontang Lestari, memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan air bersih/minum di Kota Bontang.
Daerah Aliran Sungai (DAS) Nyerakat memiliki luas ± 29,40 km² di mana panjang alur sungai ± 13 km dengan lebar berkisar 3-10 m serta kedalaman rerata berkisar 1.00-2.00 m. Menurut perusahaan nantinya aliran sungai akan mampu mensupply air bersih 1.000 liter/detik hingga tahun 2019. Stok air bersih di Kota Bontang pun dinilai akan terjaga ketersediaannya.
Sementara itu, Neni menuturkan ia terbuka dengan peluang ini, namun pemerintah akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu.
“Saya tertarik tapi ada baiknya dilakukan studi kelayakan. Apalagi di musim kemarau. Apakah nanti bisa kering atau tidak. Ini harus dicek. Lagipula hasil studi yang dibawa ini kan studi tahun 2014, dan Bontang sebagai Kota Industri dalam beberapa tahun ke belakang melakukan aktivitas pembangunan, pastinya ada degradasi lingkungan yang terjadi. Nah, dari situ kita lihat debit air masih sama atau tidak,” jelas Neni.
Neni juga menambahkan sesuai dengan misi Kota Bontang, green city Neni menegaskan komitmennya bahwa pemerintah di masa kepimpinanannya tidak akan asal membangun tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar di masa depan.
“Dalam membangun kota itu harus visioner, kita harus tetap menjaga lingkungan,” tutup Neni. (hms8)







