BONTANGPOST.ID, Bontang – Dana hibah untuk organisasi olahraga Bontang tahun ini tidak bisa dicairkan. Meski begitu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tetap berkomitmen agar atlet tetap bisa bertanding.
Sebelumnya, direncanakan untuk meminta legal opinion dari aparat penegak hukum untuk tetap bisa mencairkan dana hibah. Namun hal itu urung dilakukan.
Sebagai gantinya, anggaran akan diberikan dalam bentuk at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan. “Dana hibah tidak bisa cair,” kata Neni.
Diketahui, dana hibah itu awalnya akan diberikan kepada KONI Bontang sebesar Rp5,1 miliar. Dana hibah ini digunakan untuk pembinaan atlet untuk persiapan pra-Porprov dan Porprov.
Selanjutnya yakni dana hibah untuk Kormi senilai Rp4,5 miliar. Rencananya anggaran ini digunakan untuk Fornas di NTB, akhir bulan depan. Selain itu, Bapopsi dan Pramuka mendapatkan masing-masing Rp1 miliar. Lalu PSHT Rp200 juta dan NPC Rp926juta.
Dana hibah untuk tak bisa dicairkan karena Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekraf (Dispoparekraf) tidak menerbitkan surat keputusan tim verifikasi. Padahal surat itu menjadi syarat mutlak agar anggaran bisa dicairkan. (*)







