BONTANGPOST.ID, Bontang – Untuk mengatasi banjir rob, pemerintah bersama DPRD setujui pembangunan kolam retensi atau polder di Bontang Kuala (BK).
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menuturkan tanpa ada transit air, masalah banjir terus dirasakan melanda Bontang.
Sehingga ia meminta tim teknis dan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang segera menentukan lokasi utama polder air.
“Bagaimana caranya menentukan lokasi untuk Bontang Kuala utamanya, sehingga ada pembuangan air dari hulu ke hilir,” ujarnya, Jumat (15/08/2025).
Dia beberkan, kolam retensi bisa digunakan sebagai penampungan air sementara mencegah terjadinya banjir. Apabila curah hujan tinggi atau waktu rob tidak masuk di permukiman warga.
Menurut politikus Golkar itu, apabila tidak ada tempat penampungan sementara, maka akan terus menerus dirasakan banjir. “Kalau tidak ada tempat transitnya saya kira ini yang susah,” sebutnya.
Dirinya pun menekankan, bahwa persoalan banjir bukan untuk saling menyalahkan, tetapi bagaimana mencari solusi bersama.
Dengan rencana pembangunan kolam retensi atau polder air di BK, warga bisa melihat komitmen pemerintah bersama DPRD menuntaskan persoalan banjir.
“Jangan cuma diam, mari sama-sama berkomitmen bagaimana bisa melakukan perbaikan pelayanan pengentasan banjir,” ajak Andi Faiz.
Untuk diketahui, rencana pembangunan jalan layang atau fly over di BK dicoret dari program prioritas multi years.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan proses perencanaan dan teknis pembangunannya masih belum siap. Pemkot tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Maka dari itu eksekutif dan DPRD Bontang sepakat untuk membatalkan proyek tersebut.
“Kami akan fokuskan pembangunan polder Bontang Kuala, saya harap dinas terkait bisa menyelesaikan titik mana saja dan lahannya harus segera dibebaskan,” ungkapnya, Jum’at (15/08/2025).







