BONTANGPOST.ID, Bontang – Sejumlah proyek pengerjaan saluran drainase di Bontang berujung bocornya pipa distribusi. Baik itu air bersih milik Perumda Tirta Taman maupun jargas dari PT BME. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mengatakan kejadian ini membuat warga dirugikan.
“Kalau ini tidak berdampak ke masyarakat aman saja. Tetapi akibat kebocoran pipa maka layanan air bersih atau jargas harus terhenti sementara,” kata Sahib.
Politikus Partai NasDem ini menilai pengawasan dari pengerjaan ini masih lemah. Sejatinya ketika hendak memulai pengerjaan, kontraktor diberikan informasi terkait site plan. Desain itu terkait lokasi, kedalaman, hingga alur pipa yang tertanam di bawah tanah.
“Kemudian saat penggalian harus memakai alat deteksi atau detektor. Tujuannya supaya alat berat tidak kena pipa. Jadi tahu di kedalaman berapa ada pipa,” ucapnya.
Menurutnya kejadian yang terjadi belakangan merupakan murni kelalaian dari sumber daya manusia. Tak hanya itu, ia juga meminta untuk petugas baik dari Perumda Tirta Taman maupun BME berada di lapangan ketika proses pengerukan. “Jangan turun ketika ada kebocoran. Ini semestinya bisa diantisipasi,” tutur dia.
Pengawasan ini juga dalam rangka jika ada pipa yang bergeser. Ia juga menilai dampak kebocoran pipa sangat merugikan masyarakat. Misalnya warga yang semula bergantung pada jargas ketika pelayanan terhenti maka harus memakai skema lain.
“Kalau tidak punya kompor yang tabung elpiji tentunya ini sangat merugikan. Begitu pun dengan layanan air bersih,” terangnya.
Dalam waktu dekat, Komisi C DPRD Bontang akan melakukan kunjungan lapangan. Utamanya terkait proyek pengerjaan saluran drainase. Mulai dari pembangunan di Jalan R Suprapto, HM Ardans, maupun Pesona Bukit Sintuk. (kpg)







