• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Bencana Tewaskan 522 Orang

by M Zulfikar Akbar
30 Desember 2016, 06:00
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
DAMPAK BANJIR: Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasKa terjadi banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). (JPG)

DAMPAK BANJIR: Sepasang suami istri mencari barangnya yang masih bisa dipakai pasKa terjadi banjir bandang susulan di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, NTB, Sabtu (24/12). (JPG)

Share on FacebookShare on Twitter

Perlu lebih sadar dan waspada bencana

JAKARTA – Bencana sepanjang 2016 meningkat cukup drastis dibandingkan 2015. Mulai dari jumlah kejadian hingga korban jiwa akibat bencana. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana perlu ditingkatkan lagi.

Data hasil evalusi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan jumlah kejadian 2.342 kali dengan dominasi bencana hidrometrologi. Misalnya, banjir, longsor, dan puting beliung. Jumlah tersebut naik 35 persen dibandingkan 2015 yang hanya ada 1.732 kali. Korban jiwa pun meningkat dari 340 orang pada 2015, menjadi 522 orang sepanjang tahun ini. (Selengkapnya lihat grafis)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan peningkatan tersebut dipicu oleh musim penghujan yang hampir sepanjang tahun. Bahkan, kemarau pun masuk kategori kemarau basah. ”Tapi (jumlah bencana) naik ini juga karena pendataan kami yang lebih baik,” ujar dia di kantor BNPB di Jakarta, kemarin (29/12).

Selain itu, kewaspadaan masyarakat terhadap bencana juga harus ditingkatkan lagi. Dia mencontohkan Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu daerah yang memilih jalan mengakrabi banjir. Masyarakat setempat diajak untuk waspada dan siap hadapi banjir. Sebab, hampir tidak mungkin Bojonegoro lepas dari banjir tahunan. Lantaran, menerima limpahan air dari 16 kabupaten/kota lain. ”Anak-anak SD wajib bisa renang. Di sekolah dibangunkan kolam renang,” ujar Sutopo.

Baca Juga:  Longsor di Tanjung Laut Timpa Dua Rumah Warga

Dia juga mencontohkan banjir bandang di Kota Bima, NTB pekan lalu. Tidak ada satu korban jiwa pun dalam musibah tersebut. Sebab, informasi datangnya banjir bandang itu tersebar dengan cepat sehingga warga bisa mengantisipasi. ”Rupanya masyarakat punya grup-grup whatsapp. Sehingga informasi bisa tersebar cepat,” tambah dia.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan pada 2017diprediksi jumlah bencana tidak akan sebanyak tahun ini. Sebab, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG la nita dan el nino tidak akan sekuat tahun ini. sehingga diprediksi curah hujan akan normal. Begitu pula musim kemarau juga akan relatif normal juga. ”Tapi itu bisa saja berbalik, sangat tergantung pada perkembangan kondisi cuaca tentunya,” ujar Sutopo.

Kewaspadaan terhadap bencana menjadi kunci agar jumlah korban semakin berkurang. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rutin mengirimkan data potensi tanah gerak alias longsor dan potensi banjir bandang tiap bulan. Informasi tersebut bisa dijadikan acuan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kawasan-kawasan yang rawan.

Baca Juga:  Potensi Longsor, Warga RT 34 Api-Api Minta Sungai Diturap

Kepala Badan Geologi KEmenterian ESDM Ego Syahrial menuturkan pihaknya juga memasang alat untuk pemantau gerakan tanah di daerah rawan longsor. Alat bernama Landslide Early Warning System (LEWS) itu telah dipasang di 38 lokasi di Pulau Jawa. Memang masih minim. Itu diimbangi dengan pengiriman peta potensi tanah longsor. ”Setiap perioda 1 bulan ke seluruh Kecamatan di Indonesia yang berpotensi longsor atau banjir bandang,” ujar dia.

Sementara itu, Peneliti Mitigasi Bencana Amien Widodo mengungkapkan peran pemerintah daerah dalam mitigasi bencana itu kurang terlihat. Yang lebih sering terdengar malah kesiapan menghadapi bencana. Seperti sudah mempersiapkan logistik dan peralatan. Jarang sekali yang mengungkapkan keberhasilan mengantisipasi atau menurunkan potensi bencana. ”Kurang sadar mitigasi bencana,” ujar akademisi dari ITS itu.

Dia menuturkan selama ini memang sudah ada peta potensi bencana atau tanah longsor. Tapi, seringkali informasi tersebut tidak tersampaikan dengan baik sampai ke masyarakat yang berpotensi terdampak. ”Padahal warga harus tahu dengan betul kondisi mereka,” imbuh dia.

Amien menyebut bencana hidrometrologi yang makin banyak itu juga dipicu oleh aktivitas manusia sendiri. Seperti longsor atau banjir bandang karena hutan yang gundul. ”Di bagian puncak gunung sudah dirubah menjadi kawasan wisata, permukiman, hotel, vila, perkebunan, dan pertanian,” kata dia.

Baca Juga:  Dua Rumah Tertimpa Runtuhan Pagar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ikut memantau langsung dampak gempa di Bima. Hasil koordinasi dengan sejumlah lembaga, Muhadjir mengatakan ada sejumlah sekolah yang terdampak banjir. Dia mengatakan ada 39 unit sekolah yang terdampak banjir di Kota Bima. Sedangkan di Kabupaten Bima ada 5 unit sekolah yang terkena dampak banjir. ’’Sedangkan siswa yang terdampak banjir mencapai 6.000 anak,’’ jelasnya.

Muhadjir mengatakan kebutuhan mendesak seperti seragam sekolah dan perlengkapan belajar, akan dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemendikbud akan membantu perbaikan saranan laboratorium dan kerja praktik. Kemendikbud akan mengelokasikan anggaran perbaikan itu dari alokasi APBN 2017. Sampai saat ini masih dilakukan pendataan infrastruktur laboratorium dan tempat kerja praktik yang rusak akibat banjir.

Saat ini sedang musim libur pergantian dari semester ganjil ke genap. Kemendikbud berharap ketika hari sekolah efektif semester genap sudah berjalan, sekolah-sekolah bisa difungsikan secara normal kembali. Muhadjir mengatakan pembersihan lumpur dibantu oleh aparat TNI. (jun/wan/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: 2016bencanabimagempalongsorputing beliung
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Waduh.. Ucapan Maruli Melecehkan MA, Tumpa: Jangan Cari Kambing Hitam

Next Post

Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden

Related Posts

Anggaran Terbatas, PUPRK Bontang Baru Tangani 30–40 Meter Longsoran Jalan Soekarno-Hatta
Bontang

Anggaran Terbatas, PUPRK Bontang Baru Tangani 30–40 Meter Longsoran Jalan Soekarno-Hatta

14 Maret 2026, 10:00
Turap Jalan Koi Longsor, Pemkot Bontang Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Perbaikan
Bontang

Turap Jalan Koi Longsor, Pemkot Bontang Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Perbaikan

16 Februari 2026, 09:00
Rumah di BSD Bontang Nyaris Ambruk Akibat Longsor
Bontang

Rumah di BSD Bontang Nyaris Ambruk Akibat Longsor

6 Agustus 2025, 08:46
Longsor Lagi di Samarinda, Empat Bangunan Tertimbun
Kaltim

Longsor Lagi di Samarinda, Empat Bangunan Tertimbun

27 Mei 2025, 15:25
Tim Gabungan Kembali Temukan Korban Tanah Longsor, Dua Lainnya Masih dalam Pencarian
Kaltim

Tim Gabungan Kembali Temukan Korban Tanah Longsor, Dua Lainnya Masih dalam Pencarian

12 Mei 2025, 20:08
Tertimbun Longsor Seorang Ibu Ditemukan Meninggal, Dua Anaknya Masih Dicari
Kaltim

Tertimbun Longsor Seorang Ibu Ditemukan Meninggal, Dua Anaknya Masih Dicari

12 Mei 2025, 16:55

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.